Penumpang TransJakarta, Ini Protokol New Normal dan Tips Aman Agar Tak Tertular Virus

Transjakarta merupakan salah satu angkutan umum yang paling laris di Jakarta. Menurut Direktur Utama PT Transjakarta, Budi Kaliwono, rata-rata dalam sehari, bus Transjakarta mengangkut sekitar 340 ribu orang!

[Update terakhir: 15 Juni 2020]

Terkait angka kasus COVID-19 yang masih tinggi di Jakarta, Wego menambahkan tips untuk kamu yang harus pergi beraktivitas menggunakan TransJakarta. Tips ini bertujuan untuk menghindari penyebaran virus yang sangat mungkin terjadi di dalam halte atau bus.

1. Lihat situasi halte sebelum masuk

Sebelum tapping masuk halte, lihat dulu situasi di dalam. Jika penuh, tunggu sampai ada bus yang lewat dan mengangkut penumpang. Jika penumpang di dalam halte sudah mulai berkurang dan kamu bisa menjaga jarak aman, barulah masuk ke halte dan antre.

2. Naik ke bus yang lengang

Jika ternyata bus yang kamu tunggu sudah penuh dengan penumpang yang berdiri, urungkan niat untuk naik. Sebaiknya tunggu bus berikutnya yang lebih lengang.

3. Pilih halte yang lebih besar

Jika tempat tinggal atau tempat kerja kamu dekat dengan dua halte, pilihlah halte yang area tunggunya lebih besar. Halte yang besar dapat memfasilitasi penumpang untuk menjaga jarak aman.

4. Cari jam sepi

Jika kamu sudah biasa pergi-pulang menggunakan TransJakarta, pasti kamu tahu jam-jam mana yang lebih sepi penumpang. Kamu bisa berangkat lebih pagi atau lebih siang. Jika memungkinkan, komunikasikan tentang jam sibuk di TransJakarta kepada pihak kantor untuk mendapatkan fleksibilitas jam kerja.

[Baca juga: Halte TransJakarta dengan Fasilitas Musala]

5. Tidak berdiri dekat pintu

Jika tujuanmu masih jauh, sebaiknya tidak berdiri dekat pintu yang banyak dilalui orang. Tiang pegangan yang berada dekat pintu juga sangat mungkin jadi medium penularan virus.

6. Pakai sarung/sapu tangan jika perlu

Kalau sekiranya kamu sulit dapat tempat duduk, gunakan sarung tangan atau sapu tangan untuk berpegangan. Kemudian saat sudah turun bus, simpang sarung/sapu tangan di tempat yang tertutup rapat. Kamu bisa menggunakan sealed plastic atau wadah berpenutup. Jika aktivitasmu panjang dan akan berpindah ke beberapa tempat, bawalah masker dan sarung/sapu tangan cadangan untuk ganti.

7. Handphone juga sarang virus & bakteri

Kita harus menyadari bahwa ponsel dan gawai lainnya adalah sarang virus & bakteri. Rajin-rajinlah mengelap seluruh permukaan ponsel kamu. Untuk meminimalkan risiko gawai rusak karena terlalu sering terpapar cairan pembersih, kamu bisa membeli casing anti air. Setibanya di tujuan, kamu bisa langsung mencuci atau mengelap ponsel tanpa takut rusak.

[Baca juga: Rekomendasi Hotel untuk Staycation di Jakarta]

8. Pakai tas berpermukaan licin

Tas dengan bahan atau permukaan licin seperti dry bag dapat disemprot cairan disinfektan dan dilap dengan mudah.

9. Pakai baju yang gampang kering

Situasi COVID-19 mengharuskan kita lebih sering mandi dan mencuci baju. Oleh karena itu, ada baiknya kamu mulai pilih baju-baju yang mudah kering setelah dicuci. Sesampainya di rumah, segera taruh baju kotor di wadah atau langsung cuci.

Memasuki masa PSBB transisi, TransJakarta juga mengeluarkan protokol new normal yang harus dipatuhi oleh semua penumpang. Simak daftarnya berikut ini.

Protokol New Normal Bus TransJakarta

  1. Jam operasional TransJakarta 05:00 – 22:00 WIB
  2. Pembatasan jumlah penumpang: 60 orang untuk bus gandeng dan 30 orang untuk bus besar.
  3. Penumpang diharuskan menjaga jarak antar pelanggan setidaknya satu lencang tangan.
  4. Lebih baik antre berderet di ruang terbuka dari pada berdesakan di dalam halte bus.
  5. Wajib menggunakan masker selama berada di lingkungan TransJakarta
  6. Pastikan saldo kartu uang elektronik mencukupi
  7. Tidak membawa barang bawaan melebih aturan yang berlaku.
  8. Hindari kontak fisik antar pelanggan.
  9. Berdirilah pada tanda yang sudah dipasang di lantai.
  10. Duduk hanya diperbolehkan di kursi yang tidak bertanda X.
  11. Dilarang berbicara baik langsung atau via telepon.
  12. Menerapkan etika batuk dan bersin sesuai protokol kesehatan.

 

Selain itu, ada etika-etika sebagai penumpang Transjakarta yang harus kita ketahui. Yuk, simak tips dari Wego berikut ini.

1. Budayakan Antre

Sebelum masuk atau keluar halte Transjakarta kita harus menempelkan kartu pada gerbang putar halte. Karena Transjakarta adalah salah satu alat transportasi favorit masyarakat, seringkali banyak penumpang yang nggak sabar dan berebut masuk atau keluar gerbang.

Nah, biar lebih tertib dan nggak tersenggol-senggol orang lain, mari kita budayakan antre. Untuk masuk atau keluar gerbang hanya butuh waktu 1-2 detik setelah menempelkan kartu, sebentar sekali kan? Dan kalau satu penumpang mengantre, percaya deh, penumpang yang lain pun akan ikut mengantre.

2. Tunggu Sesuai Rute

Setelah berhasil masuk ke dalam halte, hal selanjutnya yang perlu kamu lakukan adalah memperhatikan rute tujuan kamu. Di tiap halte Transjakarta pasti ada peta besar yang menunjukkan rute yang bisa kamu tuju dari halte yang bersangkutan. Di langit-langit dan pintu halte pun ada papan penunjuk tujuan dari bus yang berhenti.

Rute perjalanan di langit-langit pintu halte (dok: Yasmin Hadi).
Rute perjalanan di langit-langit pintu halte (foto: Yasmin Hadi).

Jadi jangan sampai berdiri di pintu yang salah dan menghalangi orang lain. Kalau kamu baru pertama kali naik Transjakarta atau kebingungan dengan rute tujuan, kamu bisa tanya ke petugas. Di tiap halte pasti ada minimal satu orang petugas Transjakarta yang siap membantu menunjukkan rute bus untukmu.

3. Perhatikan Aturan di Dalam Bus

Aturan yang ditempel di kaca-kaca bus Transjakarta (dok: Yasmin Hadi).
Aturan yang ditempel di kaca-kaca bus Transjakarta (foto: Yasmin Hadi).

Ketika sudah berhasil naik bus jangan lupa perhatikan aturan-aturan yang diisyaratkan dengan gambar yang ada di dalam bus. Aturan tersebut dibuat dengan gambar dan tulisan yang cukup besar sehingga mudah untuk dilihat dan dipahami. Di dalam bus kita dilarang untuk makan ataupun minum dan membawa benda tajam ataupun berbau menyengat. Kita juga tidak boleh membawa hewan, melakukan tindakan kurang menyenangkan kepada penumpang lain, maupun merokok.

IMG_20161103_101705_ftwxpjIMG_20161103_101618_uymtfp

Yang paling sering terlewat adalah etika menggunakan kursi prioritas. Di dalam bus Transjakarta terdapat kursi dengan warna merah dan biru. Kursi berwarna merah diperuntukkan bagi penumpang lansia, ibu hamil, dan yang membawa anak. Kalau kamu tidak termasuk dalam kategori penumpang tersebut, silahkan duduk di kursi biru. Namun jika terpaksa duduk di kursi merah, harus perhatikan sekeliling dan mempersilahkan duduk jika ada penumpang prioritas.

4. Jadi Penumpang yang Peka

IMG_20161103_214429_sxxyedTeman perjalanan semua orang dan banyak penumpang Transjakarta adalah handphone. Pemandangan penumpang yang menyumpal telinga dengan earphone sudah sangat biasa apalagi yang fokus memandang layar hp-nya. Tapi harus diingat, untuk menjadi penumpang yang baik, kita harus peka dengan keadaan sekitar. Jangan sampai keasyikan menonton drama Korea atau bermain permainan di hp membuat kita lupa bergeser untuk memberi tempat bagi penumpang yang lain. Apalagi sampai membuat kita lupa untuk memberi tempat duduk kepada penumpang prioritas. Menikmati perjalanan itu penting tapi jangan sampai lupa untuk peka dengan sesama penumpang, oke?

5. Jaga Fasilitas Bersama

Siapa sih yang nggak senang jika kota yang ditempati memiliki fasilitas umum yang bagus dan memadai? Kamu pun pasti senang. Transjakarta punya banyak fasilitas umum yang bisa kita nikmati, baik ketika menunggu di halte ataupun selama perjalanan. Di halte, kamu bisa menikmati akses wireless internet atau wifi gratis, lho. Selain itu hampir di tiap halte memiliki kursi panjang, televisi untuk memantau waktu bus tiba di halte, hingga peta dan rute yang besar.

Layar interaktif untuk memantau kedatangan bus transjakarta selanjutnya (foto: Yasmin Hadi).
Layar interaktif untuk memantau kedatangan bus selanjutnya (foto: Yasmin Hadi).

Pintu halte Transjakarta adalah pintu otomatis yang terbuka dengan sensor. Hal tersebut dimaksudkan agar tidak ada penumpang yang terdorong ke luar halte ketika menunggu. Jadi, jangan menghalangi pintu untuk menutup, ya. Kalau gerah, tenang saja, ada kipas angin besar yang disediakan di tiap halte Transjakarta kok.

Nah, itulah tips-tips dari Wego agar kita bijak ketika bepergian dengan Transjakarta. Ada masukan lain tentang gimana caranya supaya menjadi penumpang Transjakarta yang baik? Kasih tahu lewat kolom komentar, ya.

Tentang Travel Blog Wego Indonesia:

Travel Blog Wego Indonesia adalah media daring milik Wego Indonesia yang menyajikan informasi seputar perjalanan, ditulis oleh tim redaksi dan kontributor. Saat ini  didukung kanal media sosial Wego ID di TwitterFacebook, dan Instagram.

Wego sendiri adalah situs dan aplikasi pembanding harga tiket pesawat serta hotel. Wego menyajikan informasi harga dari ratusan situs agen wisata, maskapai, dan jaringan hotel dunia, dalam satu tampilan sederhana. Dengan menggunakan Wegomencari tiket pesawat dan hotel sesuai bujet dan preferensi akan lebih cepat dan mudah!

Punya cerita menarik tentang tempat asal kamu? Atau ingin berbagi tips seputar liburan dan jalan-jalan? Kirim ke [email protected] supaya lebih banyak orang bisa membaca tulisanmu!