Wisata di Jepang

Wisata di Jepang

Jembatan Pelangi (Rainbow Bridge) yang melintang di atas Teluk Tokyo dengan Menara Tokyo tampak di belakang.
Jembatan Pelangi (Rainbow Bridge) yang melintang di atas Teluk Tokyo dengan Menara Tokyo tampak di belakang.

Bagi banyak orang, Jepang adalah negeri dongeng yang identik dengan robot-robot canggih dan manga pembangkit imajinasi. Bagi sebagian lagi, Negeri Matahari Terbit ini kaya budaya yang setiap sudutnya bisa dieksplorasi. Di sini, seolah masa lalu dan masa depan bertemu.

Jurus Jitu Travel Planning Saat Krisis COVID-19_Unduh App Wego

Negara Jepang juga menawarkan banyak hal untuk dinikmati para wisatawan yang berkunjung. Kota besar seperti Tokyo menawarkan modernitas dan detak kehidupan perkotaan yang seolah tiada pernah berhenti. Sebagian orang mungkin akan sedikit canggung begitu pertama tiba dan langsung disambu dengan padatnya kehidupan di kota ini. Namun di kota inilah tren busana terkini, gadget tercanggih, dan gairah perekonomian terus hidup. Di lain sisi, kita tetap bisa menemukan dan menikmati pertunjukan seni tradisional seperti kabuki. Bagi wisatawan Indonesia, mungkin akan merasa dimanjakan dengan kereta super cepat (bullet train) Shinkansen yang bisa mengantarkan kita dari satu kota ke kota lain di Jepang dalam waktu singkat.

Sebagai negara dengan empat musim, Jepang asyik dikunjungi pada musim yang berbeda-beda. Musim semi yang berlangsung sekitar bulan Maret – April, dinilai sebagai waktu terbaik mengunjungi negeri sakura ini. Cuaca sedang hangat, dan waktunya bunga sakura bermekaran.

Menjelang Juni – Agustus, musim panas menyebabkan temperatur meningkat hingga 35°C. Banyak yang meluangkan waktu ke utara Hokkaido atau ke Pegunungan Chubu dan Tohoku untuk menghindari cuaca panas.  Musim gugur yang mulai dari bulan September, juga menjadi salah satu musim terbaik bagi wisatawan ke Jepang. Daun-daun berubah warna dari hijau, kuning, hingga kejinggaan. Memberikan nuansa hangat dan romantis di seantero negeri. Musim dingin di Jepang biasanya dimulai bulan Desember hingga pertengahan Februari. Udara saat itu bisa turun hingga minus derajat. misalnya dengan ski atau berendam di pemandian air panas.

Peta Jepang

Transportasi menuju Jepang

Dari Indonesia, ada tiga maskapai penerbangan yang menyediakan rute penerbangan langsung, diantaranya All Nippon Airways, Garuda Indonesia, dan Maskapai Japan Airlines. Namun masih banyak maskapai lain yang menyediakan penerbangan dari kota-kota besar di Indonesia ke enam bandara di Jepang yakni Okinawa, Osaka, Tokyo, Nagoya, Hiroshima, dan Sapporo.

Dari Jakarta, ada Air Asia, Cathay Pacific, China Airlines, Delta Air Lines, Korean Air, Philippe Airlines, Thai Airways, dan masih banyak lagi. Dari Makassar diantaranya ada Vietnam Airlines, Singapore Airlines, Garuda Indonesia, Japan Airlines, dan Malaysia Airlines yang melayani penerbangan ke Osaka. Sementara dari Medan, ada All Nippon Airways, China Eastern Airlines, Korean Air, dan garuda Indonesia yang memili rute penerbangan ke Nagoya.

Liburan ke Jepang

Banyak hal yang bisa kita lakukan saat berada di Jepang. Kita bisa menyusuri kota dan menikmati segala keunikan yang ditawarkan kota ini. Di Tokyo distrik Asakusa misalnya, kita bisa menjajal naik becak jinrikisha yang ditarik oleh pria berpakaian ala ninja. Kita juga bisa berbaur dengan keramaian di dekat stasiun Shibuya, kawasan sibuk yang saat malam tampak terang oleh lampu-lampu baliho yang tersebar di kawasan tersebut.

Penampilan para geisha yang dapat kita jumpai di Kyoto. (FOTO: Mad Alkatiri)
Penampilan para geisha yang dapat kita jumpai di Arashiyama, Kyoto. (FOTO: Mad Alkatiri)

Jika Anda penggemar sejarah, bisa mengunjungi kastil-kastil yang banyak tersebar di penjuru negeri. Sebagai negara yang memiliki sejarah kejayaan kekaisaran, Jepang memiliki peninggalan banyak kastil, diantaranya Kastil Uwajima, Kastil Matsuyama, Kastil Kochi, Kastil Marugame, Kastil Matsue, Kastil Bitchu Matsuyama, Kastil  Himeji, Kastil Hikone, Kastil Inuyama, Kastil Maruoka, Kastil Matsumoto, dan Kastil Hirosaki. Saat berada di Kyoto, pastikan untuk mengunjungi Kuil Kinkakuji (Golden Pavilion Temple). Kuil yang merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO ini merupakan kuil bersejarah dan menjadi salah satu destinasi wajib para wisatawan. Arashiyama juga salah satu destinasi yang pantang dilewatkan, terutama jika Anda datang saat sakura bermekaran (bulan April) atau musim gugur (pertengahan November). Di kota ini, kita juga dapat dengan leluasa melihat para geisha lengkap dengan kimono  kebanggaannya.

 

Jepang juga populer dengan taman-tamannya yang didesain dengan apik, baik taman hijau maupun taman Zen dengan pasir dan bebatuan. Tiga taman terbaik berdasarkan keindahan, ukuran, dan sejarahnya antara lain Kairakuen di Mito, Kenrokuen di Kanazawa, dan Korakuen di Okayama. Namun taman terbesar dan banyak disukai oleh wisatawan ialah Taman Ritsurin di Takamatsu. Sementara untuk taman Zen yang paling populer ialah di Kuil Ryoanji di Kyoto.

Pilihan lain, datang saja ke Taman Inokashira yang berlokasi di bagian barat Tokyo. Di sini kita bisa menikmati hutan kota sambil berjalan kaki. Jika waktunya pas, kita juga bisa berperahu di bawah sakura yang bermekaran.  Setiap akhir pekan dan hari libur ada pasar seni yang menjual berbagai aksesori dan kerajinan tangan menarik. Taman Ikonashira juga merupakan rumah bagi Museum Ghibli. Museum ini merupakan studio di balik kesuksesan anime-anime karya Hayao Miyazaki seperti Spirited Away, Ponyo, dan masih banyak lagi. Tokoh anime Totoro yang berukuran besar akan menyambut setiap pengunjung yang datang ke Museum Ghibli.

Berlibur bersama keluarga? Ajak saja si kecil menyambangi Disneyland Tokyo yang terletak di kawasan Urayasu, Chiba. Taman bermain seluas 115 hektar ini memiliki puluhan wahana bermain yang bisa dinikmati. Selain itu, di kawasan ini juga terdapat area makan, berbelanja, dan hotel.

Tempat wisata favorit di Jepang

Kuil Kinkajui (Golden Pavilion) yang berlapiskan emas di Kyoto.
Kuil Kinkajui (Golden Pavilion) yang berlapiskan emas di Kyoto.

Kuil Kinkakuji (Golden Pavilion)

Kinkakuji adalah kuil Zen yang berlokasi di utara Kyoto dengan dua lantai teratasnya berlapiskan emas. Nama resmi kuil ini ialah Rokuonji, dan merupakan villa peristirahatan bagi shogun Ashikaga Kinkajuji. Namun setelah wafat pada 1408, ia mewasiatkan agar bangunan ini dijadikan kuil zen. Kinkakuji menginspirasi Kuil Ginkakuji (Silver Pavilion) yang dibangun oleh cucu Ashikaga beberapa dekade kemudian.

Setiap lantai bangunan mengadopsi gaya arsitektur yang berbeda-beda. Lantai pertama bergaya Shinden yang biasa ditemukan di bangunan pada zaman Heian. Sementara lantai dua bergaya Bukke yang kerap dipakai untuk kediaman para samurai. Lantai ketiga dan keempat bergaya bangsal Zen China yang seluruhnya berlapiskan emas. Bangunan kuil berdiri di tepi sebuah kolam besar.

Di area ini juga terdapat bekas kediaman kepala pendeta, Kolam Anmintaku yang dipercaya tidak pernah kering, dan area patung tempat orang-orang melempar koin agar beruntung. Ada pula Tea Garden yang bisa dinikmati untuk bersantai dan Fudo Hall.

Jam buka: Setiap hari 09.00 – 17.00
Harga tiket: 400 Yen

Jurus Jitu Travel Planning Saat Krisis COVID-19_Unduh App WEGO

Disneyland dan Disneysea Tokyo

Kedua taman bermain ini merupakan kebanggan Jepang. Berlokasi di Tokyo, keduanya menawarkan konsep dan sensasi berbeda di setiap sudutnya. Disneylang terdiri dari banyak area permainan, diantaranya Tomorrowland yang berkonsep luar angkasa, Toontown yang merupakan area tinggal tokoh-tokoh Disney, Fantasyland yang mengadopsi cerita klasik Disney seperti Cinderella, Peter Pan, Adventureland yang mengusung semangat berpetualang di hutan, dan masih banyak lagi.

Disneysea Tokyo terinspirasi dari mitos dan legenda-legenda laut. (FOTO: tokyodisneyresort.jp)
Disneysea Tokyo terinspirasi dari mitos dan legenda-legenda laut. (FOTO: tokyodisneyresort.jp)

Sementara itu, Disneysea dibuat berdasarkan mitos dan legenda-legenda lau yang ada. Terdapat tujuh area ‘pelabuhan’ yakni Mediterranean, Mystery Land, Mermaid Lagoon, Arabian Coast, Lost River Delta, Port Discovery, dan American Waterfront. Disneysea menargetkan pengunjung yang lebih dewasa, terlihat dari area permainan yang ada dan jenis makanan dan minuman yang tersedia. Informasi dan harga tiket lengkap di tokyodisneyresort.jp/en.

Jam buka: Senin – Jumat pukul 09.00 – 22.00, Jumat, Sabtu, & hari libur pukul 08.00 – 22.00
Harga tiket masuk: 1-day Passport (4-11 tahun: 4.100 Yen, 12-17 tahun: 5.300 Yen, 18 dst: 6.200)

Gunung Fuji

Gunung Fuji adalah gunung tertinggi di Jepang. Ketinggiannya mencapai 2.776 meter. Bentuk puncak gunung yang dianggap suci ini juga dikatakan banyak pihak mendekati kerucut sempurna. Gunung Fuji adalah gunung berapi yang aktif dan membentang di perbatasan Yamanashi dan Shizouka.

Waktu terbaik menikmati Gunung Fuji adalah musim dingin, karena pada saat itu penampakannya lebih jelas dibandingkan saat musim panas, dan pada pagi hari atau menjelang malam dibandingkan siang hari. Agar lebih nikmat, sambangi Danau Fuji Five yang terletak di kaki gunung atau dekat pemandian air panas. Jika cuaca sedang cerah, siluetnya bisa dilihat hingga ke Tokyo dan Yokohama. Gunung Fuji dibuka untuk pendakian pada pulan Juli dan Agustus.

Hakone

Hakone merupakan bagian dari kawasan Taman Nasional Fuji-Hakone-Izu. Lokasinya sekitar 100 kilometer dari Tokyo. Hakone populer dengan pemandian air panas dan pemandangan alamnya yang indah karena dekat dengan Gunung Fuji. Sehabis berendam, Anda bisa menginap di penginapan tradisional atau ryokan dan mengeksplorasi taman botani. Di tepi Danau Ashi, terdapat Gerbang Torii yang ikonik.

Museum Ghibli

Museum Ghibli berada di dalam kawasan Taman Ikonashira, Tokyo. Tepatnya di 1-1-8 3 Shimorenjaku, Mitaka, Tokyo. Ghibli merupakan studio di balik kesuksesan anime-anime karya Hayao Miyazaki seperti Spirited Away, Ponyo, dan masih banyak lagi.  Tokoh anime Totoro yang berukuran besar akan menyambut setiap pengunjung yang datang ke Museum Ghibli.

Museum ini terbagi ke dalam beberapa bagian. The Space of Wonder merupakan area dengan lukisan-lukisan cerah menghiasi dinding dan langit-langit ruangan. Di sini pengunjung aan diberikan tiket untuk kemudian ditukar dengan kupon/ Tiket-tiket ini merupakan potongan asli film 35 mm yang digunakan di dalam studio. Angkat tiket tersebut ke atas dan lihat adegan film mana yang menjadi tiket Anda.

Bus kucing yang merupakan karakter di film My Neighbor Totoro, menjadi salah satu atraksi paling diminati di Museum Ghibli. (FOTO: Flickr/Joyli)
Bus kucing yang merupakan karakter di film My Neighbor Totoro, menjadi salah satu atraksi paling diminati di Museum Ghibli. (FOTO: Flickr/Joyli)

Ada pula The Central Hall dengan beragam jenis tangga yang memenuhi ruangan ini, mulai dari yang biasa, menggantung, hingga spiral. Unik seperti dunia yang terdapat di film-filmnya Hayao Miyazaki. Ada pula A boy’s Room – A Gift from Grampa, sebuah ruangan yang tampak seperti kamar seseorang dengan segala benda hobi dan lukisannya.

Selain itu, masih ada The Reading Room yang menyimpan buku-buku rekomendasi Museum Ghibli, The Cat Bus, sebuah ruangan di lantai dua yang berisi boneka Cat Bus dari film My Neighbor Totoro berukuran besar yang bisa ditunggangi. Di luar kamar ini, terdapat tangga menuju atap. Di atap inilah patung Robot Soldier setinggi 5 meter berdiri tegak seolah menjaga museum.

Jam buka: Rabu – Senin pukul 10.00 – 18.00
Harga tiket: 4-6 tahun: 100 Yen, 7-12 tahun: 400 Yen, 13-18 tahun: 700 Yen, 19 tahun dst: 1.000 Yen

Peace Memorial Park and Museum

Museum ini didirikan untuk mengenang para korban bom nuklir pada 6 Agustus 1945. Lokasinya di 1-2 Nakajimama-cho, Naka-ku, Hiroshima.

Sudah lebih dari setengah abad sejak tragedi pemboman yang merenggut banyak nyawa tersebut. Di museum ini kita bisa menyaksikan dampak tragis pemboman tersebut lewat berbagai medium, mulai dari foto, poster, hingga film dokumenter.

Kita juga dapat menyaksikan penuturan para korban selamat lewat film dokumenter In Hiroshima City atau Around Hiroshima City. Selain arsip dokumentasi, museum ini juga menyajikan informasi seputar bom atom, radiasi, hingga isu perdamaian secara general. Bahkan terdapat area Kids Peace Station dimana anak-anak bisa belajar tentang bom atom dan radiasi.

Jam buka: Desember – Februari pukul 08.30 – 17.00, Maret – Juli pukul 08.30 – 18.00, Agustus pukul 08.30 – 19.00 (tanggal 5 & 6 tutup pukul 20.00), September – November pukul 08.30 – 18.00
Harga tiket: Dewasa 50 Yen, Pelajar 30 Yen

Tokyo Skytree

Tokyo Skytree

Bangunan setinggi 634 meter ini resmi dibuka untuk publik pada bulan Mei 2012. Tokyo Skytree merupakan menara pemancar yang memiliki Sky Restaurant di Tembo Deck, atau di ketinggian sekitar 345 meter. Kawasan ini merupakan kawasan terpadu yang terdiri dari  dek observasi, teater, institusi pendidikan, area perkantoran, taman Shinsui, dan sungai Kitajukken.

Gunung Kita Arupusu (Alpine Utara)

Kita Arupusu atau yang juga kerap disebut Pegunungan Hida adalah bagian dari Pegunungan Alpine Jepang yang membelah Pulau Honshu. Ketinggiannya mencapai 3.000 meter. Gunung ini membentang dari kawasan Nagano, Toyama, dan Gifu. Sebagian kecil mencapai Niigata.

Kawasan ini dianggap sebagai salah satu area mendaki terbaik di Jepang. Kota kecil Kamikochi merupakan pintu gerbang untuk mencapai area pendakian. Pengunjung bisa memilih paket mendaki mudah atau level sulit yang bisa mencapai satu minggu pendakian. Musim panas yang berkisar antara bulan Juli – September merupakan puncak pendakian.

Pemandian air panas Dogo

Berendam di pemandian air panas (onsen) alami adalah salah satu kegemaran warga Jepang untuk rileks. Pemandian ini berlokasi di Shikoku ini ialah salah satu yang terbaik. Onsen Dogo Honkan terdiri dari tiga lantai dan berada di sebuah resort yang dibangun pada abad ke-19.

Arashiyama saat musim gugur. (FOTO: Mad Alkatiri)
Arashiyama saat musim gugur. (FOTO: Mad Alkatiri)

Arashiyama

Arashiyama ialah daerah wisata di area barat bagian luar Kyoto yang digemari kareana alamnya yang asri. Kawasan ini paling ramai dikunjungi saat musim sakura bermekaran (April) atau saat musim gugur (tengah November). Saat itu, kawasan ini berwarna merah muda cerah dan kuning kejinggaan. Memberi nuansa romantis tersendiri bagi mereka yang melihatnya secara langsung. Waktu terbaik lain untuk mengunjungi tempat ini ialah saat ritual Hanatoro pada bulan Desember. Lampion-lampion-lampion menerangi jalanan termasuk jalur bambu yang ikonik.

Di sini juga terdapat jembatan Togetsukyo yang menjadi landmark. Di sekitar jembatan banyak terdapat restoran, toko-toko, Kuil Tenryuji, dan jalur bambu. Salah satu cara menikmati kawasan ini selain dengan berjalan kaki adalah dengansepeda. Banyak penyewaan sepeda di sekitar stasiun kereta api. Biayanya sekitar 1.000 per sepeda. Opsi lain adalah naik kereta Saga Scenic Railway yang melintas sejauh tujuh kilometer dari Arashiyama ke Kameoka, melewati Sungai Hozu. Para penumpang dapat menikmati pemandangan indah di bawahnya selama perjalanan.

Belanja Murah di Jepang

Jepang adalah surga belanja dengan banyanya toko-toko dan kawasan belanja yang menyediakan beragam pilihan bagi pengunjungnya. Mulai dari toko serba 100-yen hingga butik busana label ternama ada di sini. Di kota-kota besar seperti Tokyo dan Osaka, terdapat banyak kawasan belanja dengan karakter yang berbeda-beda dan umumnya berlokasi dekat stasiun kereta utama.

Kawasan padat Shinjuku saat petang. (FOTO: Wikipedia)
Kawasan padat Shinjuku saat petang. (FOTO: Wikipedia)

Di Tokyo, kawasan belanja Ginza menyediakan produk-produk busana berlabel ternama. Berbeda dengan Harajuku dan Omotesando yang lebih bergaya cutting edge dan cenderung nyeleneh. Kawasan sibuk seperti Shinjuku dan Shibuya juga memiliki banyak pusat belanja, mulai dari toko buku, toko elektronik, pasar swalayan, butik, toko aksesoris, dan masih banyak lagi.

Pusat perbelanjaan besar seperti pasar swalayan dan mall biaanya buka dari pukul 10.000 – 20.00. Toko-toko kecil seperti butik biasanya tutup lebih cepat. Mayoritas toko menerima pembayaran dengan kartu kredit, namun pastikan Anda menyediakan uang tunai khususnya jika jumlah nominal belanja tidak besar atau berbelanja di toko-toko kecil. Jika tak tertera tanda dibolehkan menawar, berarti seluruh barang dijual dengan harga pas.

Kuliner di Jepang

Makanan khas Jepang sudah tak asing lagi di lidah kita. Sebut saja sushi, sashimi, tempura, udon, hingga yang terakhir ngetren, ramen. Meskipun sudah sering mencicip menu-menu tersebut, merasakan kembali di negeri asalnya adalah sebuah keharusan.

Menu pertama yang bisa dicoba ialah  ramen. Semangkuk ramen disajikan dengan isi berbeda-beda, tergantung pesanan Anda. Namun umumnya berisi  potongan daging sapi atau daging babi dan topping rumput laut kering biasa ditambahkan. Mie ramennya tersedia dalam dua pilihan, yang tebal dan tipis. Salah satu restoran ramen yang bisa dicoba ialah Nagi Golden Gai di Shinjuku Golden-gai (G2 street) 2F, 1-1-10, Kabu kicho, Shinjuku.

Semangkuk Shōyu Aji Ramen yang membangkit selera bersantap Anda. (FOTO: Wikipedia)
Semangkuk Shōyu Aji Ramen yang membangkit selera bersantap Anda. (FOTO: Wikipedia)

Di kawasan belanja Ginza, terdapat banyak penjaja kudapan yang bisa membangkitkan selera makan. Salah satunya yakni Yakitori yang tampilannya menyerupai sate. Bedanya, jenis daging yang disajikan beragam, mulai dari ayam, bakso sapi, hingga daging babi. Anda juga bisa pilih mau dibakar dengan saus atau polos. Warga lokal biasa menyantap makanan ini dengan ditemani sebotol bir.

Beragam jajanan pinggir jalan lain yang bisa Anda temui adalah di Nishiki Food Market, Kyoto. Di sepanjang jalan ini terdapat banyak kios dan toko-toko yang menjual jajanan, seperti tempura (mulai dari bawah bombay, udang, ikan, ayam), kue beras panggang, kue wortel, rumput laut, dan lain-lain.

Bagi para pecinta sushi, bisa mencoba lima restoran sushi yang dianggap terbaik, yakni Sushi Dai, Sushi Saito, Fukuzushi, Sushi Zanmai, dan jika ada budget agak berlebih, bisa coba Sushi Mizotani.

Akomodasi murah di Jepang

Uniknya, Jepang juga populer dengan hotel kapsulnya. Yup, penginapan di sini bisa dijadikan pilihan bagi para solo traveller, atau sekadar ingin mencoba sensasinya. Bayangkan tidur dalam kapsul berukuran 3 x1 meter, dengan tetangga di samping, bawah, dan atas Anda. Ada beberapa hotel kapsul di Jepang, diantaranya Capsule Hotel in di Osaka, Capsule Ryokan di Kyoto, Green Plaza dan Capsule Hotel Shinjuku 510 di Shinjuku. Tarif menginap berkisar antara 2.000 – 5.000 Yen per malam. Fasilitas yang diberikan beragam, beberapa diantaranya termasuk internet dan perlengkapan mandi.

Capsule dan Sauna Century Shibuya Hotel di Tokyo.
Capsule dan Sauna Century Shibuya Hotel di Tokyo.

Kafe internet di Jepang juga bisa dijadikan opsi sebagai tempat menginap jika memang terpaksa.. Mereka memiliki kubikel pribadi yang bisa disewa, lengkap dengan kursi nyaman dan komputer. Anda juga bisa menggunakan kamar mandi dan beli makanan dengan harga murah.Tarifnya sekitar 1.500 – 2.500 Yen per malam.

Anda juga bisa menginap di rumah tradisional atau yang biasa disebut ryokan. Lokasinya dekat dengan Kuil Daishoin. Alas tidur berupa kasur tipis yang bisa dilipat jika sudah tidak diperlukan. Santap pagi dan siang biasanya sudah termasuk tarif menginap yang kisarannya antara 18.000 Yen – 30.000 Yen.