Transit di Jakarta? Ini Cara Menikmati Ibu Kota Selama 6 jam

Transit di Jakarta? Ini Cara Menikmati Ibu Kota Selama 6 jam

Jakarta memiliki reputasi sebagai kota yang ramai dan padat. Banyak yang beranggapan bahwa Jakarta sulit dinikmati jika hanya punya waktu singkat untuk menjelajahinya. Padahal, kamu bisa memanfaatkan waktu transit di bandara saat menunggu penerbangan berikutnya.

Wego punya tips dan rekomendasi kegiatan yang dapat dilakukan jika kamu hanya memiliki waktu 6 jam di ibu kota.

[Cek akomodasi terbaik di Jakarta]

Hal yang harus dilakukan pertama kali jika ingin menikmati Jakarta di sela-sela waktu transit adalah:

Titip koper dan barang bawaan di bandara

Jika kamu harus transit di Bandara Internasional Soekarno-Hatta untuk menunggu penerbangan berikutnya, maka kamu dapat menitipkan barang-barang bawaan kamu supaya dapat jalan-jalan dengan leluasa.

Di Terminal Kedatangan Domestik di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, tepatnya di Gate 3, terdapat kios yang melayani jasa penitipan barang. Biaya penitipan relatif  terjangkau. Kamu cukup membayar mulai dari Rp50 ribu per hari untuk penitipan barang dan koper berukuran kecil dengan berat maksimal 10 kg.

Untuk benda-benda elektronik, seperti laptop atau kamera, terdapat tambahan biaya Rp80 ribu per hari. Kamu juga bisa menitipkan alat-alat olahraga seperti papan selancar, peralatan diving, tas golf, hingga sepeda.

Setelah menitipkan barang, kamu bisa melenggang leluasa untuk menjelajahi Jakarta.

Gunakan kereta bandara ke pusat kota

Menikmati Jakarta Selama 6 Jam
Foto: Adzharul Fuad

Jika kamu berencana keluar bandara menuju pusat kota Jakarta, sangat disarankan untuk menggunakan kereta bandara. Kereta Bandara bisa mengantarkanmu dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Stasiun BNI City di Jakarta Pusat dalam waktu kurang dari 1 jam.

Dari Stasiun Kereta BNI City, kamu dapat menjelajahi pusat kota dengan menggunakan moda transportasi lainnya, seperti ojek online, taksi, atau bus TransJakarta. Tidak jauh dari stasiun, terdapat  Mall Grand Indonesia dan beberapa taman kota, seperti Taman Suropati dan Taman Menteng. Alternatif destinasi lainnya adalah Monas, Museum Nasional, dan Galeri Nasional yang juga dapat dijangkau dengan bus TransJakarta, taksi, atau ojek online.

 

Berkeliling kawasan Pantai Indah Kapuk

Cara Menikmati Jakarta_Mangrove Pantai Indah Kapuk
Hutan Mangrove Pantai Indah Kapuk. Foto: Edna Tarigan

Kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) bisa menjadi satu lokasi andalan untuk keluar sejenak dari Bandara Soekarno-Hatta. Berjarak sekitar 15 kilometer dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, kawasan PIK dapat dijangkau dalam waktu kurang dari 30 menit.

Banyak hal yang bisa dilakukan di wilayah Pantai Indah Kapuk. Kamu bisa melakukan aktivitas luar ruangan dengan mengunjungi Mangrove Ecotourism Center PIK. Tidak hanya sekadar berjalan-jalan, kamu juga bisa berkeliling danau dengan kapal motor sewaan. Seluruh area Mangrove Ecotourism Center PIK ini pun dapat dikelilingi dalam waktu 2 jam.

Selain itu, PIK juga terkenal dengan pusat kuliner yang menyajikan berbagai jenis makanan. Mulai dari kafe-kafe Instagrammable, sampai bihun bebek legendaris, semua ada di PIK.

Mengunjungi Kota Tua Jakarta

Cara Menikmati Jakarta_Kota Tua Museum Fatahillah
Musem Fatahillah di kawasan Kota Tua Jakarta. Foto: aiyoshi597 / Shutterstock.com

Kota Tua Jakarta merupakan salah satu objek wisata paling populer di ibu kota. Karena itu, jika memiliki waktu lebih, lokasi ini pun bisa menjadi pilihan untuk menghabiskan waktu ketika transit di Jakarta.

Jarak 23 kilometer dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta ke Lapangan Fatahillah atau Museum Sejarah Kota Jakarta paling mudah ditempuh dengan menggunakan taksi. Kisaran tarifnya adalah Rp93 ribu hingga Rp106 ribu, belum termasuk dengan biaya tol.

Ada beberapa objek wisata menarik di Kota Tua Jakarta yang terletak di satu kawasan, seperti Museum Sejarah Kota Jakarta, Museum Wayang, Museum Bank Indonesia, dan Museum Bank Mandiri.

Selain museum dan Taman Fatahillah, kawasan Kota Tua juga menawarkan berbagai macam pilihan kuliner, mulai dari jajanan kaki lima, hingga kafe dan restoran yang menyajikan menu khas Nusantara.

Beristirahat di Hotel Kapsul Bandara

Hotel Kapsul Bandara
Digital Airport Hotel, hotel kapsul di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Foto: Digital Airport Hotel

Opsi lain jika memiliki waktu sangat singkat di Jakarta untuk menunggu penerbangan berikutnya adalah dengan beristirahat di hotel kapsul Digital Airport Hotel yang terletak di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Hotel dengan kesan futuristik ini adalah alternatif terbaru dan terdekat untuk menunggu jadwal penerbangan berikutnya.

Selain untuk beristirahat atau tidur, kamu juga bisa menonton hiburan di televisi di dalam kapsulmu. Meski bilik yang disediakan hanya berkapasitas satu orang, setiap kapsul memiliki fasilitas kasur dan bantal yang empuk, selimut hangat, juga dilengkapi televisi, lampu baca, 2 soket listrik USB, dan soket untuk earphone. Seperti hotel kapsul pada umumnya, fasilitas kamar mandi dan toilet di Digital Airport Hotel tersedia terpisah dari kamar. Tentunya, kamar mandi dan toilet pria dan wanita letaknya terpisah.

Tidak perlu khawatir tentang durasi istirahatmu di hotel kapsul ini. Jika hotel lain menyewakan kamar dengan hitungan minimal 1 malam, Di Digital Airport Hotel, kamu dapat menyewa kamar selama 6 jam saja dengan tarif Rp250 ribu per kapsul.

Baca juga:

– Jakarta City Philharmonic: Musik Orkestra untuk Siapa Saja

– 5 Rekomendasi Hotel Kapsul di Jakarta

– Tempat Wisata di Jakarta yang Dilewati Jalur Busway

– Pengalaman Naik Kereta Bandara dan Panduannya