6 Tradisi Paskah Umat Kristiani di Indonesia

Perayaan Paskah menjadi perayaan penting bagi umat Kristiani di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Paskah dimaknai dengan kalimat “Yesus disalibkan, mati dan dikuburkan, dan pada hari yang ketiga bangkit dari antara orang mati”. Kalimat tersebut dimaknai dengan sepenuh hati oleh umat Kristiani. 

Umat Kristiani di Indonesia memiliki tradisi yang unik dalam perayaan Paskah setiap tahunnya. Ada tradisi Paskah apa saja, ya, yang dilaksanakan umat Kristiani di Indonesia? Berikut Wego rangkum 6 tradisi Paskah yang unik di Indonesia!

 

1. Tradisi Kure di Nusa Tenggara Timur

Pelaksanaan Tradisi Kure oleh masyarakat setempat. (warisanbudaya.kemdikbud.go.id )

Tradisi Kure pada perayaan Paskah sudah menjadi warisan turun temurun dari nenek moyang masyarakat Kote, Kelurahan Noemuti, Nusa Tenggara Timur. Kure merupakan ritual yang menyangkut agama dan juga budaya masyarakat setempat. Kure diartikan dari bahasa Latin sebagai berdoa sambil mengunjungi keluarga. Tradisi ini dilaksanakan selama lima hari berturut-turut, dengan puncak perayaan Kure yang jatuh pada hari Kamis Putih dan Jumat Agung.

Pelaksanaan Tradisi Kure ini dilakukan masyarakat dengan membersihkan patung Bunda Maria atau patung Yesus di tempat-tempat ibadah, serta membawa makanan dan minuman untuk jadi persembahan yang nantinya akan dinikmati bersama-sama dengan warga setempat.

Tiket PP Jakarta – Maumere Rp1,7 jutaan

 

2. Tradisi Ziarah Kapel Tuan Ma

Peziarah yang berjalan lutut bergantian ke altar Kapel Tuan Ma. (jalan2liburan.com)

Sejak 500 tahun silam, masyarakat Larantuka percaya bahwa Bunda Maria datang mengunjungi tanah Larantuka di Flores Timur. Kepercayaan ini pun membangun sebuah tradisi ziarah yang dilaksanakan mulai Jumat pagi di Kapel Tuan Ma (Bunda Maria). Setiap Kamis Putih menjelang Jumat agung, jemaat akan bergantian jalan berlutut menuju altar dan memohon doa.

Para jemaat yang berziarah juga tidak dibatasi, bagi wisatawan yang ingin menyaksikan langsung, dapat mengikuti prosesi dengan khidmat. Setiap jemaat yang berziarah memanjatkan doa dengan memegang rosario di tangan dan membawa persembahan berupa makanan dan minuman yang diletakkan di sebelah altar.

 

3. Tradisi Semana Santa di Larantuka

Gereja Katedral di Larantuka, Flores Timur. (Canva.com)

Semana Santa berasal dari bahasa Portugis, “Semana” berarti “pekan” dan “Santa” berarti sebagai “suci”. Semana Santa merupakan prosesi yang dilaksanakan setelah berziarah ke Kapel Tuan Ma dan dilaksanakan mulai Minggu Palma, Rabu Abu, Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci, hingga perayaan Minggu Haleluya atau Minggu Paskah. Lalu pada pukul 12.00 WITA prosesi dilanjutkan dengan arak-arakan kapal dan perahu menuju pelabuhan yang berada di seberang Kapel Tuan Ma. 

Siang dan malam hari, setelah misa Jumat Agung, proses arak-arakan dilanjutkan menuju delapan titik Armida atau perhentian kehidupan. Selama prosesi berlangsung beribu lilin dihidupkan di sepanjang rute prosesi, dan para peziarah juga akan membawa lilin di tangan mereka.

[Baca juga: 6 Spot Wisata di Rantepao Toraja]

 

4. Jalan Salib, Wonogiri

Prosesi Jalan Salib di Gunung Gandul, Wonogiri. (Simomot)

Masyarakat Wonogiri melaksanakan tradisi napak tilas menuju puncak Gunung Gandul yang digelar tiap tahun. Napak tilas ini dimaknai masyarakat setempat sebagai bentuk memperingati di mana Tuhan Yesus memikul salib hingga ke Bukit Golgota, tempat dimana Yesus disalibkan.

Prosesi napak tilas ke puncak Gunung Gandul berjarak tiga kilometer, prosesi ini juga dilaksanakan umat nasrani di Wonogiri pada Jumat Agung. Masyarakat yang mengikuti prosesi ini akan menggambarkan penderitaan Yesus dengan aksi teatrikal dari awal hingga berakhirnya prosesi.

 

5. Tradisi Buha-Buha Ijuk, Sumatera Utara

Buha Buha Ijuk, tradisi ziarah saat subuh di tanah Batak. (Dedi Hutajulu)

Beberapa daerah di Sumatera Utara seperti, Pangan Bolon, Nagasaribu, dan Parapat memiliki tradisi Paskah yang unik. Pada pukul 04.00 WIB lonceng gereja akan dibunyikan dan masyarakat akan berjalan menuju makam keluarganya masing-masing.

Tradisi ziarah ini dimaknai masyarakat setempat sebagai perumpamaan Maria Magdalena yang pergi ke makam Yesus di pagi buta. Makam yang gelap gulita, pada hari Paskah tepatnya pukul 04.00 WIB, akan diterangi cahaya lampu dan lilin yang dihidupkan keluarga peziarah di sekitar makam. Setelah selesai berziarah penduduk pun akan melanjutkan prosesi dengan beribadah ke gereja.

 

6. Tradisi Momento Mori, Kalimantan Tengah

Tradisi Memento Mori berziarah saat subuh. (@adhele_adinegara)

Memento Mori memiliki arti “ingatlah akan kematian” dan diambil dari bahasa Latin. Tak jauh berbeda dengan tradisi Buha-Buha Ijuk di Sumatera Utara, tradisi yang diakulturasi dari zaman Belanda dari abad ke-19 ini dimulai dengan pawai di jalan, lalu mengunjungi dan membersihkan makam keluarga atau kerabat pada malam menjelang Paskah di Kalimantan Tengah. 

Menghabiskan malam di makam tersebut, dan saat subuh sekitar pukul lima pagi, pihak-pihak gereja di daerah setempat akan memfasilitasi warga dengan pelayanan ibadah subuh. Masyarakat yang beragama Muslim juga turut serta membantu kelancaran lalu lintas proses tradisi di Kalimantan Tengah ini.

__

Menarik sekali bukan keenam tradisi yang dilaksanakan masyarakat Indonesia untuk merayakan Paskah. Gimana Wegonesia? Sekarang sudah punya list untuk merayakan Paskah di kotamu? atau mau coba merayakan Paskah yang unik di kota-kota di atas? Yuk, pilih yang sudah jadi #AndalanBepergian dengan cari tiket pesawat dan hotel hanya di Wego!

 

Tentang Travel Blog Wego Indonesia

GeNose Test

Travel Blog Wego Indonesia adalah media daring milik Wego Indonesia yang menyajikan informasi seputar perjalanan, ditulis oleh tim redaksi dan kontributor. Saat ini  didukung kanal media sosial Wego ID di TwitterFacebook, dan Instagram.

Wego sendiri adalah situs dan aplikasi pembanding harga tiket pesawat serta hotel. Wego menyajikan informasi harga dari ratusan situs agen wisata, maskapai, dan jaringan hotel dunia, dalam satu tampilan sederhana. Dengan menggunakan Wego, mencari tiket pesawat dan hotel sesuai bujet dan preferensi akan lebih cepat dan mudah!

Punya cerita menarik tentang tempat asal kamu? Atau ingin berbagi tips seputar liburan dan jalan-jalan? Kirim ke [email protected] supaya lebih banyak orang bisa membaca tulisanmu!