Tetap Nyeni Selama #dirumahaja, Ini Museum dan Galeri Indonesia + Luar Negeri yang Dapat Kamu Kunjungi Secara Virtual

 

Kita bepergian karena berbagai alasan; beberapa untuk makanan, beberapa untuk bertualang di alam, dan beberapa lagi untuk menyelami warisan artistik dan budaya dunia di museum dan galeri. Jika kamu termasuk golongan yang terakhir, pandemi virus korona beserta larangan perjalanan dan penutupan sementara lembaga seni pasti terasa seperti tamparan keras.

 

Namun, ada sepotong berita baik: Google memungkinkan pengunjung museum dan siapa saja yang tertarik dengan seni dan budaya untuk mengunjungi museum-museum paling terkenal di dunia melalui koleksi Seni dan Budaya Google. Selain itu, beberapa museum juga memiliki fitur tur virtual sendiri yang diintegrasikan ke situs web masing-masing.

Daftar tur virtual museum yang paling direkomendasikan ini dapat berfungsi sebagai pengingat bahwa ketika segalanya menjadi lebih baik di dunia, karya agungnya akan ada di sana, menunggu untuk dikunjungi.

Tur Virtual dari Museum dan Galeri di Indonesia

Untuk yang berskala lokal, berikut ini adalah museum dan galeri seni di Indonesia yang sudah menyediakan virtual tur.

Museum Nasional

Museum yang dulu dikenal dengan nama Museum Gajah ini adalah salah satu yang terdepan dalam merespons aturan penutupan fasilitas publik karena pandemi COVID-19. Museum ini memiliki aset-aset digital yang dapat diakses berupa:

  1. Tur Virtual Museum Nasional: berisi foto 360 derajat dengan resolusi tinggi dan detail yang cukup baik.
  2. Pameran daring dan tur virtual di Google Art: Kemendikbud telah bekerja sama dengan Google Indonesia untuk membuat Situs Cagar Budaya yang menampilkan koleksi terpilih dalam format foto resolusi tinggi sehingga pengunjung dapat melihat dengan detail.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Museum Nasional Indonesia (@museum_nasional_indonesia) on

Museum Maritim

Pasti banyak Wegonesia yang belum pernah ke Museum Maritim. Museum yang berlokasi di depan Pelabuhan Tanjung Priok ini menyimpan koleksi dan pengetahuan seputar perdagangan laut pasca revolusi industri. Melalui tur virtual Museum Maritim, kamu dapat melihat foto-foto pelabuhan dan sejarah kelautan dari tahun 1850 hingga tahun 2018.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Museum Maritim Indonesia (@museummaritim) on

 

Museum Kepresidenan

Di dalam kompleks Istana Bogor, ada Museum Kepresidenan yang sangat bagus dan terawat. Biasanya, kamu perlu mengajukan izin terlebih dahulu jika ingin berkunjung. Namun sekarang sudah ada tur virtual Museum Kepresidenan yang akan membawa kamu masuk ke ruangan-ruangan yang didedikasikan untuk presiden Indonesia terdahulu. Setiap ruangan berisi tayangan multimedia yang berisi prestasi para presiden Indonesia mulai dari Soekarno sampai Susilo Bambang Yudhoyono.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Museum Kepresidenan RI ?? (@balaikirti) on

Museum Sri Baduga

Tertarik mengenal budaya Sunda? Kamu harus coba tur virtual Museum Sri Baduga. Museum ini menampilkan sejarah budaya dan alam Jawa Barat mulai dari masa prasejarah hingga masa Hindu-Buddha. Koleksi-koleksi museum ini juga dapat kamu lihat melalui foto yang detail, lho.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Museum Sri Baduga (@sribaduga1980) on

 

Museum Kasepuhan Cirebon

Tur virtual Museum Kasepuhan Cirebon akan membawa kamu melihat detail-detail cantik interior Keraton Kasepuhan. Keraton yang sudah ada sejak tahun 1447 ini memiliki perpaduan gaya arsitektur Sunda, Jawa, Islam, Tiongkok, dan Belanda. Meski tidak banyak informasi tertulis atau multimedia di tur virtual ini, kamu pasti akan dibuat takjub dengan detail lantai marmer, lampu gantung bergaya Prancis, serta atap tumpang sari yang indah.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Keraton Kasepuhan Cirebon (@kasepuhanpalace) on

 

Museum MACAN

Museum dan galeri seni kontemporer ini turut berpartisipasi dalam gerakan global #MuseumFromHome. Melalui program #MuseumFromHome Museum MACAN, kamu akan diajak melihat, mendengar, dan belajar dari rumah. Mau “melihat” pameran yang sedang berlangsung didampingi pemandu? Bisa! Ada juga podcast dengan tema seni, serta panduan aktivitas untuk anak-anak dalam format PDF. Tinggal kamu cetak dan mainkan bersama si kecil.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Museum MACAN (@museummacan) on

Komunitas Salihara

Sedikit berbeda dengan museum dan galeri di atas, Komunitas Salihara punya program STAY A(R)T HOME yang dapat kamu nikmati melalui IGTV dan YouTube Komunitas Salihara. Ada pertunjukan tari dokumenter, pertunjukan teater, diskusi seni, serta obrolan ringan ala Podcast.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Komunitas Salihara (@komunitas_salihara) on

Tur Virtual dari Museum dan Galeri di Luar Negeri

Nah, kalau sudah selesai dengan yang tur virtual dari galeri dan museum di Indonesia, waktunya kamu menjelajah museum-museum ikonik di luar negeri berikut ini:

The Metropolitan Museum of Art, New York

Menawarkan koleksi lebih dari dua juta item, The Metropolitan Museum of Art adalah museum terbesar di Western Hemisphere. Koleksinya yang luas berkisar dari artefak Mesir kuno, karya Vermeer yang berkilauan, Rembrandt dan Botticelli, hingga karya mashyur ‘Adam dan Hawa’ oleh Albrecht Dürer.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by MoMA The Museum of Modern Art (@themuseumofmodernart) on

 

Ikut turnya sekarang!

 

The Uffizi Gallery, Florence

Ketika bicara tentang Uffizi Gallery, kata ‘galeri’ mungkin sedikit kelura karena Uffizi menyimpan koleksi lukisan paling indah dari era Renaissance. Kamu akan menemukan semua nama seniman terbesar Italia di sini, dan beberapa lukisan di era barok. Sebagai permulaan, kami rekomendasikan ‘The Birth of Venus’ karya Botticelli untuk mengawal tur virtualmu.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Gallerie degli Uffizi (@uffizigalleries) on

 

 

Ikut turnya sekarang!

Rijksmuseum, Amsterdam

Museum kenamaan Belanda ini menyimpan sekitar 900.000 (dan terus bertambah) item. Rijksmuseum yang terkenal merupakan rumah yang menampilkan karya-karya Johannes Vermeer, Ruysdael, dan yang paling terkenal, Rembrandt van Rijn. Untuk lihat ahlinya karya manipulasi cahaya, coba lihat ‘The Night Watch’ dari Rembrandt.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Rijksmuseum (@rijksmuseum) on


Ikut turnya sekarang!

Le Louvre, Paris

Berawal sebagai istana/benteng untuk raja-raja Perancis, Louvre sekarang menjadi benteng bagi mahakarya seni dan budaya paling mashyur di dunia. Pasalnya, museum ini menyimpan beberapa karya seni paling terkenal di muka bumi, yaitu ‘Mona Lisa,’ ‘Venus de Milo’ dan ‘Winged Victory of Samothrace.’ Louvre juga melindungi artefak dan benda-benda dari Mesir kuno dan yang berasal dari abad pertengahan.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Musée du Louvre (@museelouvre) on

 

Ikut turnya sekarang!

The Acropolis Museum, Athens

Acropolis merupakan sebuah museum sekaligus situs penggalian arkeologi. Lantai kaca transparan memungkinkan pengunjung untuk mengamati situs penggalian dan memberikan wawasan tentang bagaimana orang Athena kuno pernah hidup di bawah bayang-bayang Acropolis. Sementara banyak yang tertarik dengan Parthenon, coba tengok tablet tanah liat yang dicat atau dikenal dengan ‘Dedication to Nymphe, protectress of marriage’, justru lebih memikat.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Acropolis Museum (@theacropolismuseum) on

 

Ikut turnya sekarang!

The British Museum, London

British Museum memiliki beragam peninggalan dan artefak yang berasal dari beragam budaya yang tersebar di empat penjuru dunia yang disimpan dan dipelihara dengan baik. Pengunjung diteleportasi melintasi ruang dan waktu setelah melihat berbagai lukisan, patung, patung, dan jenis karya seni lainnya. Galeri-galeri Mesir dan Yunani bisa dibilang yang paling populer karena ratusan pengunjung berduyun-duyun memadati dua galeri ini.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by British Museum (@britishmuseum) on

 

Ikut turnya sekarang!

Smithsonian Institution, Washington, D.C.

Institusi Smithsonian sebenarnya terdiri dari 19 museum, taman zoologi, dan beberapa fasilitas penelitian. Tema museum yang paling produktif adalah sejarah Amerika, dengan barang-barang seperti Star-Spangled Banner asli, koleksi gaun First Ladies, dan bahkan modul perintah Apollo 11 terpajang siap ditampilkan.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Smithsonian (@smithsonian) on

 

Ikut turnya sekarang!

State Hermitage, St. Petersburg

Museum State Hermitage St. Petersburg mendedikasikan sekitar 120 ruang yang mencakup empat bangunan untuk memamerkan karya besar van Gogh, Cézanne, Picasso, da Vinci, dan bahkan Rembrandt. Sementara karya-karya Eropa Barat ini menginspirasi, koleksi milik Treasure Gallery’s Gold Rooms juga tak kalah menawan.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Эрмитаж / Hermitage Museum (@hermitage_museum) on

 

Ikut turnya sekarang!

 

Musée d’Orsay, Paris

Museum Musée d’Orsay yang menawan pada dasarnya adalah kebalikan dari Louvre yang megah dalam hal gaya arsitektur. Secara garis besar, Musée d’Orsay condong ke masa Impresionis, yang tak terhindarkan mencakup karya-karya artistik Renoir, Monet, van Gogh, dan Cézanne. ‘Olympia’ karya Édouard Manet jadi sangat mencolok dengan kontroversi yang mengelilinginya.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Musée d’Orsay (@museeorsay) on

 

Ikut turnya sekarang!

The Museum of Modern Art, New York

Seperti namanya, Museum Seni Modern (MoMA) adalah museum yang didedikasikan untuk seni modern. Koleksinya yang luas dan beragam mencakup seni kontemporer, patung, foto, desain, dan bahkan seni pertunjukan. Meskipun demikian, salah satu pameran paling terkenal di museum tidak lain adalah ‘Starry Night’ karya Vincent van Gogh.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by MoMA The Museum of Modern Art (@themuseumofmodernart) on

 

Bonus: The Metropolitan Opera, New York

Selain mengunjungi museum secara virtual, mulai dari 16 Maret kamu bisa menonton Opera Metropolitan saat mereka melakukan streaming pertunjukan virtual secara gratis. Streaming opera gratis yang diadakan komunitas opera akan menampilkan beberapa pertunjukan mereka yang paling terkenal dalam kualitas HD sebagai upaya untuk memberikan hiburan bagi pecinta opera di masa-masa yang penuh tantangan ini. Kunjungi situs web resmi mereka untuk jadwal dan daftar lengkapnya.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by The Metropolitan Opera (@metopera) on

 

 

Seni Adalah Bentuk Pengharapan yang Tinggi

Jika kamu merasa terinspirasi atau tercerahkan oleh apa yang dapat disulap oleh kreativitas dan ekspresi manusia, mungkin sekarang memang saat yang tepat bagimu untuk mulai merencanakan kunjungan berikutnya ke museum bersama orang-orang yang kamu cintai; Sebuah perjalanan di waktu ketika semua hal telah membaik seperti sedia kala.

 

Pelukis Jerman Gerhard Richter menghubungkan seni dengan optimisme manusia, menyatakan bahwa seni adalah media yang sempurna untuk hiburan dan kenyamanan. Jadi, meskipun kecil hati, sedih, atau bahkan takut karena peristiwa akhir-akhir ini, biarkan seni menginspirasi dan menanamkan harapan dalam dirimu dan orang yang kamu cintai.

 

Pada akhirnya, seni mengajarkan kita bahwa betapa pun buruknya situasi saat ini, percayalah  bahwa ini semua pun pasti akan berlalu.

Tentang Travel Blog Wego Indonesia:

Travel Blog Wego Indonesia adalah media daring milik Wego Indonesia yang menyajikan informasi seputar perjalanan, ditulis oleh tim redaksi dan kontributor. Saat ini  didukung kanal media sosial Wego ID di TwitterFacebook, dan Instagram.

Wego sendiri adalah situs dan aplikasi pembanding harga tiket pesawat serta hotel. Wego menyajikan informasi harga dari ratusan situs agen wisata, maskapai, dan jaringan hotel dunia, dalam satu tampilan sederhana. Dengan menggunakan Wegomencari tiket pesawat dan hotel sesuai bujet dan preferensi akan lebih cepat dan mudah!

Punya cerita menarik tentang tempat asal kamu? Atau ingin berbagi tips seputar liburan dan jalan-jalan? Kirim ke [email protected] supaya lebih banyak orang bisa membaca tulisanmu!