Seberapa Aman Kualitas Udara di Pesawat?

Ketika pandemi virus Corona melanda dunia, terjadi larangan, pembatalan, dan penangguhan perjalanan di mana-mana. Pejalan di seluruh dunia dihantui kekhawatiran dan kebingungan. Banyak yang bersegera membatalkan rencana mereka untuk terbang jarak jauh, terutama jika dianggap berisiko tinggi. Pembatalan konvensi dan acara juga terjadi hampir di semua tempat.

dari dalam pesawat

Ketika ada wabah seperti ini rasanya wajar jika kita merasa curiga saat berada di tempat umum, terutama saat naik pesawat. 

Kesalahpahaman yang umum terjadi tentang perjalanan udara adalah bahwa satu orang yang sakit bisa menularkan penyakitnya kepada orang lain. Pasalnya, mereka berbagi lingkungan tertutup yang sama dan menghirup udara yang sama.

Padahal, ini tidak sepenuhnya benar.

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu kamu ketahui tentang kualitas udara di pesawat.

 

Sistem sirkulasi udara di pesawat terbang

 

sistem filter di dalam pesawat

Banyak pesawat memiliki sistem filtrasi atau penyaringan yang efisien. Kecuali jenis pesawat yang lebih kecil atau pesawat baru, sebagian besar pesawat dilengkapi dengan Real High-Efficiency Particle Filters (True HEPA) atau High-Efficienty Particle Filters (HEPA). Penyaringan semacam itu bisa menjebak dan menyirkulasi kembali debu dari kabin untuk menggantinya dengan udara segar. Semakin tinggi jarak tempuh yang dimiliki filter HEPA, semakin efektif dalam mengatasi beban penumpang. Sistem sirkulasi udara HEPA jauh lebih baik daripada yang dipasang di moda transportasi lain dan gedung perkantoran.

 

Tentang udara yang berputar di pesawat

Rasio udara segar dan udara yang berputar di pesawat adalah 50-50. Sebagian udara hasil sirkulasi dibuang ke udara sementara sisanya dipompa keluar melalui filter udara HEPA bersama dengan lebih dari 99% kotoran dan bakteri lainnya. Oleh karena itu, peluang kamu tertular penyakit melalui udara di pesawat lebih kecil daripada di ruang tertutup lainnya berkat kombinasi filter dan sirkulasi udara.

 

Kabin cukup lembap

lampu tanda pemberitahuan

 

Kita semua tahu bahwa virus flu berkembang pada tingkat kelembaban yang lebih rendah, di mana mereka lebih mudah hinggap dan bertahan lebih lama. Jadi, udara kering adalah biang keladinya. Penggunaan material komposit di kabin pesawat baru memungkinkan mereka untuk meningkatkan kelembaban sehingga mengurangi efek dehidrasi tidak sehat dari pesawat yang sudah lama. Kabin pesawat terbang baru dirancang mampu mempertahankan kelembaban sekitar 25%, meningkat dibanding sebelumnya yang sebesar 20%, karena badan material kompositnya, badan pesawat tidak berkarat seperti pada logam di bawah kelembaban tinggi.

Lebih banyak cahaya, lebih tidak mudah lelah

 

pencahayaan di dalam pesawat

Pencahayaan memainkan peran biologis dan psikologis dalam pesawat terbang. Penggunaan material komposit memungkinkan pemasangan jendela yang lebih besar pada badan pesawat, sehingga memberikan dorongan signifikan bagi kenyamanan penumpang. Bersama dengan sistem pencahayaan canggih yang dapat mereplikasi siklus normal sehari, cara umum untuk memerangi jet lag, jendelanya membuat orang merasa nggak mudah lelah dan membantu menyesuaikan ritme sirkadian. (Ritme sirkadian adalah waktu 24 jam yang berjalan di dalam tubuhmu, yang bergantian antara kantuk dan waspada secara berkala).

 

Tekanan udara yang ideal

tata cahaya di dalam pesawat

Tekanan udara dalam kabin adalah sesuatu yang tidak dipikirkan banyak penumpang, kecuali ketika telinga kita berdengung saat lepas landas dan mendarat. Padahal di suatu perjalanan udara, hal ini sangat penting. Tanpa tekanan udara, kita tidak akan bisa terbang jauh lebih tinggi dari 10.000 kaki. Untuk membuat perjalanan udara lebih nyaman, perusahaan seperti Boeing sedang mengembangkan pesawat modern yang cukup besar untuk mempertahankan tekanan kabin rendah di ketinggian tinggi tanpa menyebabkan kerugian struktural. Tekanan kabin pesawat baru menyimulasikan ketinggian hanya 6.000 kaki,  20% di bawah pesawat sejenis. Hal ini luar biasa bermanfaat untuk kenyamanan penumpang.

Pada akhirnya, keputusan untuk bepergian adalah keputusan pribadi. Di saat krisis COVID-19 seperti sekarang, sangat penting bagi semua pejalan untuk mengetahui informasi terbaru mengenai larangan perjalanan. Kamu harus menghindari semua perjalanan yang tidak perlu dan siapkan tindakan pencegahan jika kamu benar-benar harus terbang. Untuk informasi lebih lanjut tentang tindakan pencegahan, klik di sini. Lihat juga larangan bepergian yang diterapkan negara-negara lain di sini. 

 

Tentang Travel Blog Wego Indonesia:

Travel Blog Wego Indonesia adalah media daring milik Wego Indonesia yang menyajikan informasi seputar perjalanan, ditulis oleh tim redaksi dan kontributor. Saat ini  didukung kanal media sosial Wego ID di TwitterFacebook, dan Instagram.

Wego sendiri adalah situs dan aplikasi pembanding harga tiket pesawat serta hotel. Wego menyajikan informasi harga dari ratusan situs agen wisata, maskapai, dan jaringan hotel dunia, dalam satu tampilan sederhana. Dengan menggunakan Wegomencari tiket pesawat dan hotel sesuai bujet dan preferensi akan lebih cepat dan mudah!

Punya cerita menarik tentang tempat asal kamu? Atau ingin berbagi tips seputar liburan dan jalan-jalan? Kirim ke [email protected] supaya lebih banyak orang bisa membaca tulisanmu!