Syarat-Terbaru-Naik-Pesawat-Saat-Pandemi

Syarat Naik Pesawat dan KA Terbaru – Update 14 Oktober 2021

Punya keperluan yang mengharuskan bepergian di tengah pandemi? Pastikan kamu sudah memenuhi syarat perjalanan yang diterapkan oleh maskapai penerbangan atau PT KAI yang sudah Wego rangkum di bawah ini. Selain itu, selama perjalanan kamu wajib untuk mematuhi protokol kesehatan seketat mungkin.

Wego App Download

[Baca juga: Harus Melakukan Perjalanan di Tengah Pandemi? Lihat Dulu Tipsnya!]

Klik maskapai yang akan kamu gunakan dan lihat syaratnya di artikel ini sebelum melakukan perjalanan.

Perlu diingat bahwa hasil tes negatif hanya berlaku apabila dikeluarkan oleh laboratorium jejaring pemeriksa COVID-19 yang terhubung dengan sistem NAR Kementerian Kesehatan. Sebanyak 742 laboratorium tersebar di seluruh Indonesia. Lihat daftarnya di sini.

Daftar Maskapai

AirAsia
Garuda Indonesia
Citilink
Lion Air Group
Sriwijaya Air
Lihat Juga: Kereta Jarak Jauh

AirAsia

(Update 23 September 2021. Sumber: Situs resmi AirAsia)

PERSYARATAN TERBANG

DOMESTIK

Sehubungan dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), seluruh pelaku perjalanan udara dalam negeri wajib menunjukkan persyaratan berikut ini:

Syarat Penerbangan AirAsia

Calon penumpang diimbau untuk memperhatikan hal-hal berikut:

  • Tes Covid-19 harus dilakukan oleh fasilitas kesehatan yang disebutkan dalam keputusan Menkes RI di sini dan calon penumpang harus memastikan hasil tes telah tersedia di aplikasi Peduli Lindungi sebelum keberangkatan

  • Menunjukan sertifikat vaksin melalui aplikasi Peduli Lindungi

  • Mengisi kartu kewaspadaan kesehatan elektronik (e-HAC) melalui aplikasi Peduli Lindungi sebelum penerbangan

  • Anak-anak usia 12 tahun ke bawah untuk sementara dibatasi

  • Penumpang dengan kepentingan khusus yang tidak atau belum divaksin dengan alasan medis berdasarkan surat keterangan dokter dari Rumah Sakit Pemerintah dapat melakukan perjalanan dengan menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid antigen sesuai ketentuan destinasi tujuan.

 

INTERNASIONAL

KE INDONESIA

  1. Sesuai ketentuan dalam Permenkumham No. 34 Tahun 2021 pelaku perjalanan Warga Negara Asing (WNA) dari seluruh negara untuk sementara dilarang masuk ke Indonesia, kecuali yang memenuhi salah satu kriteria sebagai berikut:

    1. Pemegang visa diplomatik, visa dinas dan visa kunjungan;

    2. Pemegang izin tinggal diplomatik dan izin tinggal dinas;

    3. Pemegang izin tinggal terbatas (KITAS) dan izin tinggal tetap (KITAP);

    4. Pemegang Kartu Perjalanan Pebisnis Asia-Pacific Economic Cooperation (KPP APEC); dan

    5. Awak alat angkut yang datang dengan alat angkutnya.

  2. Menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR di negara asal yang sampelnya diambil paling lama 3 x 24 jam sebelum jam keberangkatan dan dilampirkan pada saat pemeriksaan kesehatan atau e-HAC Indonesia.

    1. Menunjukkan kartu vaksin COVID-19 (dosis lengkap), jika penumpang tidak dapat menunjukkan sertifikat vaksinasi COVID-19 karena belum divaksinasi, maka berlaku peraturan sebagai berikut:

    • Bagi WNI, tetap diperbolehkan memasuki Indonesia dan akan divaksinasi di tempat karantina saat tiba di Indonesia

    • Bagi WNA, akan divaksinasi di tempat karantina setibanya di Indonesia setelah melakukan tes RT-PCR dengan hasil negatif, dengan syarat:

      1. WNA berusia 12 – 17 tahun

      2. Pemegang Izin Tinggal Diplomatik atau Izin Tinggal Dinas dan/atau pemegang Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) atau Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP)

      3. Pemegang Visa Dinas yang terkait dengan kunjungan resmi atau kenegaraan pejabat asing setingkat menteri ke atas

      4. Dikecualikan dari kewajiban menunjukkan sertifikat vaksin adalah:

        1. WNA pemegang Visa Diplomatik dan Visa Dinas yang terkait dengan kunjungan resmi atau kenegaraan pejabat asing setingkat menteri ke atas

        2. WNA yang masuk ke Indonesia dengan skema Travel Corridor Arrangement (TCA), sesuai prinsip resprositas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat

        3. WNI/WNA berusia di bawah 18 tahun yang masuk ke Indonesia dan memiliki penerbangan lanjutan dengan syarat didampingi orang tua yang memiliki hasil negatif tes RT-PCR

        4. WNI/WNA dengan kondisi kesehatan khusus atau mengidap penyakit komorbid yang tidak atau belum divaksin dengan alasan medis berdasarkan surat keterangan dokter dari Rumah Sakit Pemerintah Negara Keberangkatan

    4. Mengisi kartu kewaspadaan kesehatan elektronik (e-HAC) sebelum penerbangan melalui aplikasi Peduli Lindungi.

    5. Dalam rangka untuk mengetahui status kesehatan pelaku perjalanan internasional pada saat keluar bandar udara, dilakukan tes molekuler isotermal (NAAT/jenis lainnya) di bandar udara kedatangan yang hasilnya dapat diterbitkan dalam waktu paling lama 1 jam atau tes RT-PCR, dan diwajibkan menjalani karantina terpusat selama 8 x 24 jam

    6. WNI Pekerja Migran Indonesia, Pelajar/Mahasiswa, atau pegawai pemerintah yang kembali dari perjalanan dinas luar negeri dikarantina di tempat akomodasi karantina khusus yang telah disediakan oleh pemerintah. WNI lainnya atau WNA wajib menjalani karantina di tempat akomodasi karantina (hotel/penginapan) yang telah disertifikasi dengan biaya mandiri. Pada hari ketujuh karantina akan dilakukan tes RT-PCR kembali, dan jika hasil tes negatif diperbolehkan melanjutkan perjalanan.

    7. Dalam hal hasil pemeriksaan tes molekuler isotermal (NAAT/jenis lainnya) atau tes RT-PCR pada saat kedatangan di bandar udara menunjukkan hasil positif, maka dilakukan perawatan di rumah sakit bagi WNI dengan biaya ditanggung oleh pemerintah dan bagi WNA dengan biaya seluruhnya ditanggung mandiri.

IMBAUAN DIREKTORAT JENDERAL BEA & CUKAI, KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

  • Penumpang WNI dan WNA yang akan memasuki wilayah Indonesia dengan membawa perangkat telekomunikasi seluler (handphone, tablet, dll) yang dibeli di luar Indonesia diimbau untuk mendaftarkan nomor IMEI (International Mobile Equipment Identity) perangkat selulernya di negara asal sebelum keberangkatan ke Indonesia melalui situs https://www.beacukai.go.id/register-imei.html.

 

TERKINI  :

Tujuan : MALAYSIA

  • Calon penumpang dengan penerbangan dari Indonesia ke Malaysia, silakan menghubungi Kedutaan Kerajaan Malaysia di Jakarta untuk mendapatkan informasi persyaratan lengkap yang harus dipenuhi.

Unduh dan aktifkan aplikasi seluler ‘MySejahtera’ (App Store |Play Store).

 

KETENTUAN DAN PROSEDUR KESELAMATAN AIRASIA

Kesehatan dan keselamatan Anda adalah prioritas utama kami. Untuk memastikan bahwa standar keselamatan dan kesehatan tertinggi selalu terpenuhi, AirAsia telah melakukan sejumlah langkah pengetatan prosedur baik di darat maupun di udara.

  • Kewajiban penggunaan masker

Semua tamu AirAsia wajib membawa dan menggunakan masker pribadi dengan benar (menutupi hidung dan mulut) sebelum, selama, dan sesudah penerbangan, termasuk saat check-in dan mengambil bagasi. Tamu yang tidak mengenakan masker tidak akan diperbolehkan naik ke pesawat. Jenis masker yang digunakan adalah masker kain 3 lapis atau masker medis.

  • Pemeriksaan suhu tubuh

Pemeriksaan suhu tubuh akan dilakukan di beberapa titik, termasuk di gerbang keberangkatan. Awak kabin juga akan menjalankan pemeriksaan suhu tubuh sebelum bertugas.

  • Marka jaga jarak

Marka jaga jarak tersedia di sejumlah titik, termasuk di area ruang tunggu penumpang, konter dan kios check-in. Kami juga akan memfasilitasi konter check-in tambahan dan mengembangkan inovasi layanan check-in yang bebas kontak langsung.

  • Layanan check-in web atau aplikasi dan waktu kedatangan di bandara

Check-in melalui web dan aplikasi untuk mengurangi kontak fisik dan kontak dengan permukaan pada saat proses check-in dan masuk pesawat. Mohon tiba lebih awal di bandara, setidaknya 3 jam sebelum jadwal keberangkatan, agar memiliki waktu luang untuk menjalankan rangkaian proses pemeriksaan yang diperlukan. Konter check-in manual masih tersedia di bandara.

  • Ketentuan bagasi kabin
    Kami telah memperbarui kebijakan terkait ketentuan bagasi kabin. Mulai 7 Juli 2020, setiap tamu diperbolehkan membawa dua (2) buah barang bawaan ke dalam kabin pesawat yang berat total keduanya tidak melebihi 7kg.
    Tamu dapat membawa satu (1) buah tas kabin dengan ukuran tidak melebihi 56cm x 36cm x 23cm atau panjang linear maksimal 115cm serta dapat dimasukkan ke dalam kompartemen bagasi di dalam kabin pesawat, DAN satu (1) buah tas laptop atau (1) buah tas kecil dengan ukuran tidak melebihi 40cm x 30cm x 23cm atau panjang linear maksimal 80cm serta dapat diletakkan di bawah kursi di depan Anda. Untuk informasi selengkapnya, silakan klik di sini.
    Barang bawaan di luar ketentuan tersebut harus dibagasikan.

  • Pesan makanan sebelum terbang secara online

Makanan hangat di dalam pesawat atau inflight hot meals tidak tersedia untuk pembelian di dalam pesawat Silakan memesan makanan melalui Pembelian Saya setidaknya 24 jam sebelum keberangkatan. Tidak diperkenankan makan dan minum untuk penerbangan kurang dari 2 jam kecuali mengkonsumsi obat.

  • Kebersihan pesawat

Seluruh armada AirAsia menjalankan prosedur desinfeksi secara rutin yang semakin diintensifkan lagi di tengah situasi saat ini.

Semua produk pembersih, sanitasi dan desinfektan yang digunakan telah disetujui oleh otoritas kesehatan dan pihak pabrikan pesawat Airbus. Seluruh pesawat AirAsia dilengkapi dengan fitur penyaring udara HEPA berstandar rumah sakit, yang dapat menyaring 99.9% partikel dan kontaminan di udara seperti virus dan bakteri.

PILIHAN FLEKSIBILITAS

CARA UBAH JADWAL MANDIRI*

Bagi calon penumpang yang penerbangannya masih beroperasi sesuai jadwal namun ingin mengubah jadwal penerbangannya, silakan pelajari cara mudah mengubah jadwal penerbangan secara mandiri melalui halaman ini : https://www.airasia.com/aa/campaign/id/id/no-flight-change-fee.html

JIKA PENERBANGAN DIBATALKAN

Bagi calon penumpang yang penerbangannya dibatalkan, AirAsia menawarkan fleksibilitas pilihan berupa Akun Kredit dengan masa berlaku hingga 730 hari (2 tahun) dan kesempatan untuk mengubah jadwal tanpa batas dengan ketentuan:

Ubah Jadwal: Ubah jadwal penerbangan ke tanggal lainnya sampai dengan 30 September 2021 di rute yang sama, dapat dilakukan tidak terbatas dan tanpa biaya tambahan, sesuai ketersediaan kursi; ATAU

Akun Kredit: Dapatkan deposit senilai harga tiket dalam akun AirAsia BIG yang dapat digunakan untuk pembelian tiket AirAsia berikutnya. Akun kredit dapat digunakan untuk pemesanan tiket dengan tanggal keberangkatan kapan saja hingga 730 hari kalender (2 tahun) sejak diterbitkan selama penerbangannya telah tersedia di airasia.com.

Pelanggan yang memenuhi persyaratan dapat memeriksa Panduan Perubahan Penerbangan terkait COVID-19 untuk mengetahui informasi seputar cara mengajukan pilihan kompensasi perjalanan yang tersedia melalui AVA yang tersedia di support.airasia.com atau web/aplikasi airasia.com atau melalui Twitter @AVA_AirAsia.

*Syarat dan ketentuan berlaku.

[Tiket murah AirAsia]

 

Garuda Indonesia

(Update 5 Oktober 2021 dari situs Garuda Indonesia)

Peraturan dibawah ini adalah persyaratan dokumen untuk penerbangan domestik pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga pemberitahuan selanjutnya

Perhatian: Hasil Negatif tes COVID-19 wajib diterbitkan oleh Fasilitas Pelayanan Kesehatan (fasyankes) yang disebutkan dalam Keputusan MENKES RI (lihat daftarnya di sini) dan penumpang harus memastikan bahwa hasil tes di upload ke sistem eHAC oleh fasyankes terkait.

Rute Penerbangan

Sertifikat Vaksin COVID-19


Hasil Negatif Tes COVID-19
(waktu sejak pengambilan sampel)

Persyaratan Tambahan

RT-PCR

RAPID ANTIGEN

JAWA & BALI - (terdiri dari PPKM Level 4 & Level 3)

• Antar kota di dalam Pulau Jawa
• Dari Pulau Jawa ke Pulau Bali
(dan sebaliknya

  Dosis Pertama

2 x 24 Jam

Tidak Berlaku

Khusus tujuan Bali: surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR/Rapid Antigen harus dilengkapi dengan barcode/ QRCode

Dosis

Kedua

Dosis

Kedua

2 x 24 Jam

1 x 24 Jam

Ke/Dari Pulau Jawa
(Pulau lain selain Pulau Bali)

Min. Dosis Pertama

2 x 24 Jam

Tidak Berlaku

Dari pulau lain ke Pulau Bali (selain Pulau Jawa) dan sebaliknya

Min. Dosis Pertama

2 x 24 Jam

Tidak Berlaku*

*Hasil negatif tes Rapid Antigen berlaku 1 x 24 jam jika diizinkan oleh KKP bandara keberangkatan dan dilengkapi sertifikat vaksin COVID-19 dosis lengkap (dosis kedua)
Surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR harus dilengkapi dengan barcode/ QRCode
Peserta vaksin di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai (DPS) Bali tidak dapat terbang di hari yang sama dengan vaksinasi
Penumpang yang pernah terpapar COVID-19 tiga bulan terakhir dapat membawa Surat Keterangan Penyintas COVID-19 sebagai referensi tidak dapat vaksinasi
Khusus keberangkatan dari Bali ke daerah asal penumpang:
WNA yang berangkat dari Bali dengan tujuan internasional melalui penerbangan domestik dan transit tidak lebih dari 24 jam di bandara transit, tidak wajib menunjukkan sertifikat vaksin

LUAR JAWA & BALI - PPKM LEVEL 4 & 3

Ke/Dari daerah PPKM Level 4:
Balikpapan, Banjarmasin
Ke/Dari daerah PPKM Level 3:
Banda Aceh, Batam, Jambi, Kupang, Merauke, Palu, Palangkaraya, Tanjung Pinang, Timika

Min. Dosis Pertama

2 x 24 Jam

Tidak Berlaku


Ke Tarakan

Min. Dosis Pertama

2 x 24 Jam

Tidak Berlaku

Akan dilakukan tes RT-PCR atau Rapid Antigen pada saat kedatangan oleh Satgas COVID-19 dengan biaya ditanggung penumpang

Dari/Ke Manokwari

Min. Dosis Pertama

2 x 24 Jam

Tidak Berlaku*

Penduduk yang bukan berdomisili KTP Papua Barat tanpa kepentingan yang mendesak dilarang masuk ke Papua Barat dan penduduk yang berdomisili KTP Papua Barat tanpa kepentingan mendesak dilarang keluar dari Papua Barat, kepentingan mendesak adalah perjalanan dinas/sakit/kedukaan dan wajib mendapatkan surat izin perjalanan dari Ketua Harian Satgas COVID-19 Papua Barat yang bisa di dapat dengan menghubungi Call Center Hallo Masker 1500141 atau 08114850141
*Keberangkatan dari Manokwari menuju daerah Level 1/Level 2 diperbolehkan menggunakan hasil tes Rapid Antigen 1 x 24 Jam

Ke Pangkal Pinang & Tanjung Pandan (Belitung)

Min. Dosis Pertama

2 x 24 Jam

Tidak Berlaku*

*Hasil negatif tes Rapid Antigen berlaku 1 x 24 jam jika diizinkan oleh KKP bandara keberangkatan dan dilengkapi sertifikat vaksin COVID-19 dosis lengkap (dosis kedua)

Ke Merauke

Min. Dosis Pertama

2 x 24 Jam

Tidak Berlaku

Wajib dilengkapi Surat Keterangan Perjalanan dari pejabat tertinggi instansi tempat bekerja (bagi yang berdinas) atau dari instansi yang memiliki kepentingan (bagi yang berkepentingan khusus) atau dari pemerintah daerah asal (bagi yang bertempat tinggal/ber-KTP/berindentitas selain Provinsi Papua)
Akan dilakukan tes RT-PCR atau Rapid Antigen pada saat kedatangan dan jika hasilnya positif akan dilakukan isolasi terpusat dengan biaya ditanggung penumpang

Ke Manado

Min. Dosis Pertama

2 x 24 Jam

Tidak Berlaku

Pada saat kedatangan di Bandara Sam Ratulangi, penumpang akan di wajibkan
untuk melakukan tes Rapid Antigen oleh otoritas setempat

Ke Banjarmasin

Min. Dosis Pertama

2 x 24 Jam

Tidak Berlaku

Penumpang yang berasal dari daerah level 3 dan level 4 berdasarkan instruksi MENDAGRI tentang PPKM Darurat wajib melakukan isolasi mandiri selama lima hari dan boleh beraktifitas jika kemudian hasil tes RT-PCR negatif

Ke Kupang & Labuan Bajo
(dari luar provinsi NTT

Min. Dosis Pertama

2 x 24 Jam

Tidak Berlaku*

Khusus tujuan Labuan Bajo: untuk perjalanan wisata wajib dilengkapi dengan pendaftaran pada portal daring registrasi kunjungan wisata Labuan Bajo yang dapat di akses di sini
*Hasil negatif tes Rapid Antigen berlaku 1 x 24 jam jika diizinkan oleh KKP bandara keberangkatan dan dilengkapi sertifikat vaksin COVID-19 minimal dosis pertama

LUAR JAWA & BALI - PPKM LEVEL 2 & 1
[Untuk rute penerbangan dari/menuju daerah Level 3/4, maka persyaratan mengikuti peraturan daerah Level 3/4 di atas]

Ke / Dari daerah PPKM Level 2:
Ambon, Kendari, Mamuju, Gunungsitoli, Labuan Bajo, Lampung, Mataram, Makassar, Padang, Pekanbaru, Palembang, Samarinda, Sibolga, Sorong, Ternate


Ke / Dari daerah PPKM Level 1:
Medan (Kualanamu)

-

2 x 24 Jam

1 x 24 Jam

[Untuk rute penerbangan dari/menuju daerah Level 3/4, maka persyaratan mengikuti peraturan daerah Level 3/4 di atas]

Ke Bengkulu

Min. Dosis Pertama

2 x 24 Jam

Tidak Berlaku*

*Hasil negatif tes Rapid Antigen berlaku 1 x 24 jam jika diizinkan oleh KKP bandara keberangkatan dan dilengkapi sertifikat vaksin COVID-19 dosis lengkap (dosis kedua)


[Untuk rute penerbangan dari/menuju daerah Level 3/4, maka persyaratan mengikuti peraturan daerah Level 3/4 di atas]

Ke Lombok

-

2 x 24 Jam

1 x 24 Jam

Surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR/Rapid Antigen harus dilengkapi dengan barcode/ QRCode


[Untuk rute penerbangan dari/menuju daerah Level 3/4, maka persyaratan mengikuti peraturan daerah Level 3/4 di atas]

Ke Gorontalo

-

2 x 24 Jam

1 x 24 Jam

Akan dilakukan tes Rapid Antigen disaat kedatangan dan apabila hasilnya positif akan dilakukan tes RT-PCR dan wajib isolasi menunggu hasil


[Untuk rute penerbangan dari/menuju daerah Level 3/4, maka persyaratan mengikuti peraturan daerah Level 3/4 di atas]

Ke Pontianak

-

2 x 24 Jam

1 x 24 Jam

Surat keterangan harus tercantum di dalam aplikasi e-HAC penumpang dan di surat keterangan harus tertera QRCode apabila penumpang tidak dapat menunjukkan validasi (barcode) digital pada surat keterangan hasil negatif RT-PCR di e-HAC, maka tidak dapat melanjutkan penerbangan atau dapat melakukan tes RT-PCR ulang dan menunjukkan barcode


Akan dilakukan tes RT-PCR secara acak pada saat kedatangan.
[Untuk rute penerbangan dari/menuju daerah Level 3/4, maka persyaratan mengikuti peraturan daerah Level 3/4 di atas]

Ke Jayapura & Biak

-

2 x 24 Jam

1 x 24 Jam

Wajib dilengkapi Surat Keterangan Perjalanan dari pejabat tertinggi instansi tempat bekerja (bagi yang berdinas) atau dari instansi yang memiliki kepentingan (bagi yang berkepentingan khusus) atau dari pemerintah daerah asal (bagi yang bertempat tinggal/ber-KTP/berindentitas selain Provinsi Papua)


Akan dilakukan tes RT-PCR atau Rapid Antigen pada saat kedatangan dan jika hasilnya positif akan dilakukan isolasi terpusat dengan biaya ditanggung penumpang


[Untuk rute penerbangan dari/menuju daerah Level 3/4, maka persyaratan mengikuti peraturan daerah Level 3/4 di atas]

Ke Nabire

Min. Dosis Pertama

2 x 24 Jam

Tidak Berlaku*

Wajib dilengkapi Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) dari Gugus Tugas COVID-19 dengan menghubungi nomor berikut: Efraim (082239584499 ) / Kristo Patiung (082199021991) / Piet Nabot (081280466247)


[Untuk rute penerbangan dari/menuju daerah Level 3/4, maka persyaratan mengikuti peraturan daerah Level 3/4 di atas]

Hal-hal yang perlu diperhatikan:

  1. Hasil Negatif tes COVID-19 wajib diterbitkan oleh Fasilitas Pelayanan Kesehatan (fasyankes) yang disebutkan dalam Keputusan MENKES RI (lihat daftarnya di sini) dan penumpang harus memastikan bahwa hasil tes di upload ke sistem eHAC yang terintegrasi ke aplikasi PeduliLindungi oleh fasyankes terkait
  2. Jika terdapat perbedaan persyaratan antara daerah asal dan tujuan keberangkatan, maka peraturan mengikuti yang lebih ketat atau sesuai dengan kebijakan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) setempat
  3. Semua penumpang harus mengisi Electronic Health Alert Card (eHAC) yang terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi, aplikasi PeduliLindungi yang dapat diunduh di: Android dan iOS
  4. Penumpang berusia di bawah 18 tahun tetap diwajibkan mengikuti persyaratan dokumen yang berlaku sesuai daerah tujuan
  5. Penumpang berusia di bawah 12 tahun sementara dilarang melakukan penerbangan domestik
  6. Penumpang dengan kepentingan khusus yang tidak atau belum divaksin dengan alasan medis berdasarkan surat keterangan dokter dari Rumah Sakit Pemerintah dapat melakukan perjalanan dengan menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid antigen sesuai ketentuan destinasi tujuan
  7. Penumpang yang berangkat dari wilayah yang tidak memiliki faisilitas tes RT-PCR yang dapat menerbitkan hasil dengan waktu singkat dihimbau memastikan kebijakan otoritas bandara keberangkatan dengan menghubungi kantor cabang Garuda Indonesia setempat
  8. Penumpang yang berangkat dari wilayah perbatasan dan daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) tidak berlaku ketentuan surat kesehatan sebagaimana yang diharuskan
  9. Penumpang dengan penerbangan domestik transit (tidak keluar bandara/tidak ganti penerbangan) maka mengacu pada persyaratan tujuan akhir penerbangan
  10. Penumpang penerbangan internasional masuk ke Indonesia yang memiliki penerbangan lanjutan domestik agar mengikuti persyaratan masuk Indonesia (mohon dapat melihat syarat Penerbangan Internasional Masuk ke Indonesia di bawah) dan juga mengikuti persyaratan daerah tujuan akhir
  11. Penumpang WNA dibawah 12 tahun untuk sementara tidak diperkenankan masuk ke Indonesia karena akan menimbulkan masalah ketika akan melakukan penerbangan domestik lanjutan
  12. Penumpang WNA yang akan meninggalkan Indonesia melalui penerbangan transit domestik tidak diwajibkan untuk menunjukkan sertifikat vaksinasi COVID-19 selama tidak keluar bandara selama transit dan diizinkan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di bandara keberangkatan

Selain persyaratan diatas, sesampainya di bandara tujuan, penumpang dimungkinkan mendapatkan pemeriksaan tambahan dari otoritas setempat atau mengisi form/surat pernyataan lainnya sesuai dengan ketentuan lokal pemerintah/otoritas setempat.

Penumpang mohon dapat mengunduh dan menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk proses pemeriksaan dokumen persyaratan penerbangan (sertifikat vaksin dan hasil negatif tes COVID-19) di bandara keberangkatan. Kami menyarankan agar penumpang tetap membawa print out (hasil cetak) dokumen persyaratan asli (sertifikat vaksin dan hasil negatif tes COVID-19) sebelum tiba di bandara keberangkatan sebagai antisipasi apabila dibutuhkan.

Garuda Indonesia tidak bertanggung jawab atas kesalahan atau kekurangan dokumen persyaratan dan berhak untuk membatalkan penerbangan penumpang yang tidak memenu hi persyaratan yang dimaksud.

Gunakan Masker Saat di Dalam Penerbangan & Area Bandara

Setiap penumpang wajib menggunakan masker baik selama penerbangan maupun ketika penumpang berada di bandara. Garuda Indonesia turut mengimbau para penumpang untuk dapat mempersiapkan kebutuhan masker tersebut serta alat penunjang kebersihan diri lainnya sesuai kebutuhan masing-masing sebelum melaksanakan penerbangan.

Kartu Kewaspadaan Kesehatan Elektronik (E-HAC)

Setiap penumpang yang datang dari luar negeri atau bepergian di wilayah domestik diharuskan mengisi Kartu Kewaspadaan Kesehatan dari Kementerian Kesehatan RI. Pengisian secara manual sudah tidak dapat dilakukan, maka dari itu untuk dapat menggunakan Kartu Kewaspadaan Kesehatan Elektronik (E-HAC) anda dapat mengaksesnya di:
  •   Website resmi Kementerian Kesehatan RI
atau dengan menginstall aplikasi E-HAC di smartphone Anda yang dapat di unduh di:
  •   Android Play Store
  •   Apple App Store
Pengisian E-HAC dapat dilakukan sebelum melakukan perjalanan yaitu pada saat proses keberangkatan atau proses kedatangan sebelum Penumpang melalui titik pemeriksaan KKP.

Verifikasi & Validasi Surat Kesehatan

Validasi Manual Surat Kesehatan di KKP

  • Untuk penerbangan domestik, di beberapa bandara penumpang diwajibkan melalui proses verifikasi & validasi Surat Kesehatan Bebas COVID-19 oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan atau otoritas setempat.
  • Untuk penerbangan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK),  proses verifikasi dan validasi dilakukan di Kantor Kesehatan Pelabuhan Soekarno-Hatta yang ada di Gate 3 gedung Terminal 3.

Validasi Elektronik Surat Kesehatan dengan E-HAC

  1. Kini Anda dapat validasi langsung hasil tes kesehatan pada aplikasi e-HAC di konter check-in Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta (CGK) jika Anda sudah memiliki QR Code hasil tes kesehatan.
  2. Berikut langkah-langkah validasi elektronik:
    1. Tunjukkan hasil tes pada: Menu Health Passport > List of Lab Test > Hasil Tes yang berlaku akan muncul warna hijau, ATAU
    2. Scan barcode pada: Menu VaksinKu > QR Code Certificate
  3. Apabila Anda tidak menemukan hasil tes Covid-19 seperti langkah-langkah di atas, Anda wajib melakukan validasi secara manual di konter KKP.

[Pantau terus harga tiket murah Garuda Indonesia di sini]

Update 8 September 2021 dari situs Citilink.

Peraturan dibawah ini adalah persyaratan dokumen untuk penerbangan domestik pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berlaku sejak tanggal 26 Juli 2021 hingga pemberitahuan selanjutnya

Perhatian: Hasil Negatif tes COVID-19 wajib diterbitkan oleh Fasilitas Pelayanan Kesehatan (fasyankes) yang disebutkan dalam Keputusan MENKES RI (lihat daftarnya di sini) dan penumpang harus memastikan bahwa hasil tes di upload ke sistem eHAC oleh fasyankes terkait.

Rute Penerbangan

Kartu Vaksinasi COVID-19 (min. dosis pertama)

Hasil Negatif Tes COVID-19 (waktu sejak pengambilan sampel)

Persyaratan Tambahan

RT-PCR

RAPID ANTIGEN

JAWA & BALI - (terdiri dari PPKM Level 4 & Level 3)

• Antar kota di dalam Pulau Jawa • Dari Pulau Jawa ke Pulau Bali (dan sebaliknya)

✔*

2 x 24 Jam

1 x 24 Jam* *Hanya berlaku jika memiliki sertifikat vaksin dosis kedua

*Hasil tes Rapid Antigen hanya berlaku jika penumpang memiliki sertifikat vaksin dosis kedua, jika hanya memiliki sertifikat vaksin dosis pertama maka hasil tes COVID-19 yang berlaku adalah hasil tes RT-PCR. Khusus tujuan Bali: surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR/Rapid Antigen harus dilengkapi dengan barcode/ QRCode.

Ke / Dari Pulau Jawa (selain Pulau Bali)

✔*

2 x 24 Jam

Tidak Berlaku

Ke / Dari Pulau Bali (selain Pulau Jawa)

✔

2 x 24 Jam

Tidak Berlaku

Surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR harus dilengkapi dengan barcode/ QRCode Peserta vaksin di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai (DPS) Bali tidak dapat terbang di hari yang sama dengan vaksinasi. Penumpang yang pernah terpapar COVID-19 tiga bulan terakhir dapat membawa Surat Keterangan Penyintas COVID-19 sebagai referensi tidak dapat vaksinasi. Khusus keberangkatan dari Bali ke daerah asal penumpang: WNA yang berangkat dari Bali dengan tujuan internasional melalui penerbangan domestik dan transit tidak lebih dari 24 jam di bandara transit, tidak wajib menunjukkan sertifikat vaksin.

PPKM LEVEL 4

Ke / Dari: Banda Aceh, Balikpapan, Jambi, Makassar, Palembang, Palu, Pekanbaru, Samarinda, Sibolga

✔

2 x 24 Jam

Tidak Berlaku

Ke Tarakan

✔

2 x 24 Jam

Tidak Berlaku

Akan dilakukan tes RT-PCR atau Rapid Antigen pada saat kedatangan oleh Satgas COVID-19 dengan biaya ditanggung penumpang.

Ke Banjarmasin

✔

2 x 24 Jam

Tidak Berlaku

Penumpang yang berasal dari daerah level 3 dan level 4 berdasarkan instruksi MENDAGRI tentang PPKM Darurat wajib melakukan isolasi mandiri selama lima hari dan boleh beraktifitas jika kemudian hasil tes RT-PCR negatif.

Dari / Ke Palangkaraya

✔

Maksimal 2 x 24 Jam

Tidak Berlaku

Hasil negatif tes RT-PCR harus dilengkapi dengan Cap Basah/ BarCode/ QRCode yang diterbitkan fasilitas kesehatan yang terdaftar di Dinas Kesehatan daerah asal penumpang. Penumpang dari luar negeri menuju wilayah Provinsi Kalimantan Tengah wajib menjalani karantina di tempat yang disediakan atau ditentukan oleh pemerintah daerah/ perusahaan/ badan usaha/ swasta dengan biaya mandiri selama 14x24 jam. Kecuali untuk pelaku perjalanan dalam kategori berikut (harus disertai surat keterangan dari instansi terkait): - Perjalanan Dinas (TNI/Polri/ASN/BUMN/BUMD) - Kunjungan keluarga sakit - Kunjungan duka anggota keluarga meninggal - Ibu hamil yang didampingi satu orang keluarga - Kepentingan persalinan yang didampingi dua orang - Kepentingan tertentu lainnya Penumpang yang menginap di hotel/ penginapan/ wisma/ fasilitas sejenis lainnya wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif RT-PCR/ rapid antigen berlaku 3x24 jam dan menunjukkan Sertifikat Vaksinasi COVID-19 sebagai syarat menginap. Perjalanan keluar dari provinsi Kalimantan Tengah wajib dilengkapi surat keterangan perjalanan dari aparat setempat (Camat / Kapolsek / Komandan Koramil / Kades / Lurah).

Dari / Ke Manokwari

✔

2 x 24 Jam

Tidak Berlaku*

Penduduk yang bukan berdomisili KTP Papua Barat tanpa kepentingan yang mendesak dilarang masuk ke Papua Barat dan penduduk yang berdomisili KTP Papua Barat tanpa kepentingan mendesak dilarang keluar dari Papua Barat, kepentingan mendesak adalah perjalanan dinas/sakit/kedukaan dan wajib mendapatkan surat izin perjalanan dari Ketua Harian Satgas COVID-19 Papua Barat yang bisa di dapat dengan menghubungi Call Center Hallo Masker 1500141 atau 08114850141. *Keberangkatan dari Manokwari menuju daerah Level 1/Level 2 diperbolehkan menggunakan hasil tes Rapid Antigen 1 x 24 Jam.

PPKM LEVEL 3

Ke / Dari: Ambon, Batam, Bengkulu, Berau, Gunungsitoli, Kendari, Lampung, Mamuju, Medan (Kualanamu), Padang, Sorong, Ternate, Tanjung Pinang, Timika

✔

2 x 24 Jam

Tidak Berlaku*

*Keberangkatan antar kota di Provinsi Bangka Belitung; hasil tes COVID-19 bisa menggunakan hasil negatif tes Rapid Antigen berlaku 1 x 24 jam sejak pengambilan sampel. *Keberangkatan ke Timika dari dalam Provinsi Papua; hasil tes COVID-19 bisa menggunakan hasil negatif tes Rapid Antigen berlaku 1 x 24 jam sejak pengambilan sampel.

Ke Manado

✔

2 x 24 Jam

Tidak Berlaku

Pada saat kedatangan di Bandara Sam Ratulangi, penumpang akan di wajibkan untuk melakukan tes Rapid Antigen oleh otoritas setempat.

Ke Lombok

✔

2 x 24 Jam

Tidak Berlaku*

*Hasil negatif tes Rapid Antigen berlaku 1 x 24 jam jika diizinkan oleh KKP bandara keberangkatan dan dilengkapi sertifikat vaksin COVID-19 dosis lengkap (dosis kedua).

Ke Pangkal Pinang & Tanjung Pandan (Belitung)

✔

2 x 24 Jam

Tidak Berlaku*

*Hasil negatif tes Rapid Antigen berlaku 1 x 24 jam jika diizinkan oleh KKP bandara keberangkatan dan dilengkapi sertifikat vaksin COVID-19 minimal dosis pertama.

Ke / Dari Gorontalo

✔

2 x 24 Jam

Tidak Berlaku*

Akan dilakukan tes Rapid Antigen disaat kedatangan dan apabila hasilnya positif akan dilakukan tes RT-PCR dan wajib isolasi menunggu hasil. *Keberangkatan dari Gorontalo menuju daerah Level 1/Level 2 diperbolehkan menggunakan hasil tes Rapid Antigen 1 x 24 Jam.

Ke Pontianak

✔

2 x 24 Jam

Tidak Berlaku

Surat keterangan harus tercantum di dalam aplikasi e-HAC penumpang dan di surat keterangan harus tertera QRCode apabila penumpang tidak dapat menunjukkan validasi (barcode) digital hasil negatif RT-PCR pada e-HAC, maka tidak dapat melanjutkan penerbangan atau dapat melakukan tes RT-PCR ulang dan menunjukkan barcode. Akan dilakukan tes RT-PCR secara acak pada saat kedatangan.

Ke Kupang & Labuan Bajo (dari luar provinsi NTT)

✔

2 x 24 Jam

Tidak Berlaku*

Khusus tujuan Labuan Bajo: untuk perjalanan wisata wajib dilengkapi dengan pendaftaran pada portal daring registrasi kunjungan wisata Labuan Bajo yang dapat di akses di sini. *Hasil negatif tes Rapid Antigen berlaku 1 x 24 jam jika diizinkan oleh KKP bandara keberangkatan dan dilengkapi sertifikat vaksin COVID-19 minimal dosis pertama.

Ke Jayapura, Merauke & Biak (Biak PPKM 2)

✔

2 x 24 Jam

Tidak Berlaku

Wajib dilengkapi Surat Keterangan Perjalanan dari pejabat tertinggi instansi tempat bekerja (bagi yang berdinas) atau dari instansi yang memiliki kepentingan (bagi yang berkepentingan khusus) atau dari pemerintah daerah asal (bagi yang bertempat tinggal/ber-KTP/berindentitas selain Provinsi Papua). Akan dilakukan tes RT-PCR atau Rapid Antigen pada saat kedatangan dan jika hasilnya positif akan dilakukan isolasi terpusat dengan biaya ditanggung penumpang.

Dari / ke Nabire

✔

2 x 24 Jam

Tidak Berlaku*

Wajib dilengkapi Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) dari Gugus Tugas COVID-19 dengan menghubungi nomor berikut: Efraim (082239584499 ) / Kristo Patiung (082199021991) / Piet Nabot (081280466247). *Keberangkatan dari Gorontalo menuju daerah Level 1/Level 2 diperbolehkan menggunakan hasil tes Rapid Antigen 1 x 24 Jam.

PPKM LEVEL 1 ATAU LEVEL 2

N/A

-

undefined

Mohon untuk dapat memperhatikan hal-hal berikut:

  1. Hasil Negatif tes COVID-19 wajib diterbitkan oleh Fasilitas Pelayanan Kesehatan (fasyankes) yang disebutkan dalam Keputusan MENKES RI (lihat daftarnya di sini) dan penumpang harus memastikan bahwa hasil tes di upload ke sistem eHAC oleh fasyankes terkait.
  2. Jika terdapat perbedaan persyaratan antara daerah asal dan tujuan keberangkatan, maka peraturan mengikuti yang lebih ketat atau sesuai dengan kebijakan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) setempat.
  3. Semua penumpang harus mengisi Electronic Health Alert Card (eHAC) yang bisa ditemukan di sini.
  4. Semua penumpang yang berangkat dari bandara yang dikelola Angkasa Pura II (lihat di sini) wajib memiliki aplikasi PeduliLindungi yang dapat diunduh di: Android dan iOS.
  5. Penumpang berusia di bawah 18 tahun tetap diwajibkan mengikuti persyaratan dokumen yang berlaku sesuai daerah tujuan.
  6. Penumpang berusia di bawah 12 tahun untuk sementara tidak diperkenankan melakukan perjalanan dalam negeri antar batas wilayah administrasi provinsi / kabupaten / kota.
  7. Penumpang dengan kepentingan khusus yang tidak atau belum divaksin dengan alasan medis berdasarkan surat keterangan dokter spesialis dapat melakukan perjalanan dengan menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid antigen sesuai ketentuan destinasi tujuan.
  8. Penumpang yang berangkat dari wilayah yang tidak memiliki faisilitas tes RT-PCR yang dapat menerbitkan hasil dengan waktu singkat diimbau memastikan kebijakan otoritas bandara keberangkatan dengan menghubungi Contact Center Citilink.
  9. Penumpang yang berangkat dari wilayah perbatasan dan daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) tidak berlaku ketentuan surat kesehatan sebagaimana yang diharuskan.
  10. Penumpang dengan penerbangan domestik transit (tidak keluar bandara/tidak ganti penerbangan) maka mengacu pada persyaratan tujuan akhir penerbangan.
  11. Penumpang penerbangan internasional masuk ke Indonesia yang memiliki penerbangan lanjutan domestik agar mengikuti persyaratan masuk Indonesia (mohon dapat melihat syarat Penerbangan Internasional Masuk ke Indonesia di bawah) dan juga mengikuti persyaratan daerah tujuan akhir.
  12. Penumpang WNA dibawah 12 tahun yang masuk ke Indonesia dan memiliki penerbangan lanjutan domestik tidak diwajibkan untuk menunjukkan sertifikat vaksinasi COVID-19 dengan syarat didampingi orang tua dengan hasil negatif tes RT-PCR.
  13. Penumpang WNA yang akan meninggalkan Indonesia melalui penerbangan transit domestik tidak diwajibkan untuk menunjukkan sertifikat vaksinasi COVID-19 selama tidak keluar bandara selama transit dan diizinkan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di bandara keberangkatan.

Selain persyaratan diatas, sesampainya di bandara tujuan, penumpang dimungkinkan mendapatkan pemeriksaan tambahan dari otoritas setempat atau mengisi form/surat pernyataan lainnya sesuai dengan ketentuan lokal pemerintah/otoritas setempat.

Penumpang mohon untuk dapat menyiapkan print out (dicetak) seluruh dokumen persyaratan beserta aslinya sebelum tiba di bandara keberangkatan untuk dilaporkan dan diserahkan ke Petugas Check-in Counter. Citilink Indonesia tidak bertanggung jawab atas kesalahan atau kekurangan dokumen persyaratan dan berhak untuk membatalkan penerbangan penumpang yang tidak memenuhi persyaratan yang dimaksud.

Internasional

Persyaratan masuk Indonesia sesuai ketentuan pada laman resmi IATA :

  • WNI
    Seluruh Warga Negara Indonesia diperbolehkan masuk Indonesia.
    Khusus bagi WNI memiliki riwayat perjalanan ke wilayah India dalam kurun waktu 14 (empat belas) hari, hanya dapat memasuki wilayah Indonesia melalui:
    a. TPI Bandar Udara Soekarno-Hatta Tangerang (CGK)
    b. TPI Bandar Udara Juanda Surabaya (SUB)
    c. TPI Bandar Udara Kualanamu Medan (KNO)
    d. TPI Bandar Udara Sam Ratulangi Manado (MDC)
  • WNA
    Pelaku perjalanan WNA dari seluruh negara asing yang akan memasuki Indonesia, baik secara langsung maupun transit di negara asing, untuk sementara dilarang memasuki Indonesia kecuali yang memenuhi salah satu kriteria sebagai berikut:
    – Sesuai ketentuan dalam Permenkumham No. 27 Tahun 2020 yang menyebutkan bahwa adanya pembatasan bagi WNA untuk masuk atau transit ke wilayah Indonesia selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat, hal ini dikecualikan bagi: WNA pemegang Visa dan/atau Izin Tinggal yang sah dan berlaku (terdiri atas Visa Dinas, Visa Diplomatik, Visa Tinggal Dinas, Izin Tinggal Dinas, Izin Tinggal Diplomatik, Izin Tinggal Terbatas, Izin Tinggal Tetap), WNA dengan tujuan kesehatan dan kemanusiaan (setelah mendapat rekomendasi dari kementerian/lembaga yang menyelenggarakan fungsi COVID-19), dan awak alat angkut yang datang dengan alat angkutnya.
    – Sesuai skema perjanjian bilateral Travel Corridor Agreement (TCA).
    – Mendapatkan pertimbangan/izin khusus secara tertulis dari Kementerian/Lembaga.

Protokol Kesehatan untuk Penumpang Penerbangan Internasional tujuan Indonesia:
Seluruh Pelaku Perjalanan Internasional, baik yang berstatus Warga Negara Indonesia (WNI) maupun Warga Negara Asing (WNA) harus mengikuti ketentuan/persyaratan sebagai berikut:

  1. Mematuhi ketentuan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah.
  2. Menunjukkan hasil negatif melalui tes RT-PCR di negara asal yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam sebelum jam keberangkatan dan dilampirkan pada saat pemeriksaan kesehatana tau e-HAC Internasional Indonesia;
  3. Menunjukkan sertifikat vaksinasi COVID-19 lengkap (seluruh dosis), jika penumpang tidak dapat menunjukkan sertifikat vaksinasi COVID-19, maka berlaku peraturan sebagai berikut:
    1. Bagi WNI, tetap diperbolehkan memasuki Indonesia dan akan divaksinasi di tempat karantina saat tiba di Indonesia
    2. Bagi WNA, tidak diperbolehkan memasuki Indonesia. WNA yang sudah berada di wilayah Indonesia dan akan melakukan perjalanan baik domestik maupun internasional harus melakukan vaksinasi melalui skema program Gotong Royong sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Dikecualikan dari kewajiban menunjukkan sertifikat vaksin adalah:
      – Pemegang Visa Diplomatik
      – Pemegang Visa Dinas yang terkait dengan kunjungan resmi atau kenegaraan pejabat asing setingkat menteri ke atas
      – WNA yang masuk ke Indonesia dengan skema Travel Corridor Arrangement (TCA), sesuai prinsip resprositas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dengan keta
      – WNA berusia di bawah 12 tahun yang masuk ke Indonesia dan memiliki penerbangan lanjutan dengan syarat didampingi orang tua yang memiliki hasil negatif tes RT-PCR
  4. Pada saat kedatangan, dilakukan tes ulang RT-PCR bagi pelaku perjalanan internasional dan diwajibkan menjalani karantina terpusat selama 8 x 24 jam, dengan ketentuan sebagai berikut:
    1. Bagi WNI, yaitu Pekerja Migran Indonesia (PMI); Pelajar/mahasiswa; atau Pegawai Pemerintah yang kembali dari perjalanan dinas luar negeri di Wisma Pademangan sesuai dengan Surat Keputusan Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Nomor 8 Tahun 2021 dengan biaya ditanggung oleh Pemerintah.
    2. Bagi WNI diluar kriteria sebagaimana disebutkan diatas dan bagi WNA, termasuk diplomat asing, diluar kepala perwakilan asing dan keluarga kepala perwakilan asing menjalani karantina di tempat akomodasi karantina yang telah mendapatkan sertifikasi penyelenggaran akomodasi karantina COVID-19 oleh Kementerian Kesehatan dengan biaya seluruhnya ditanggung mandiri.
  5. Dalam hal kepala perwakilan asing dan keluarga yang bertugas di Indonesia dapat melakukan karantina mandiri di kediaman masing-masing selama 8 x 24 jam sebagaimana dimaksud pada point nomor 3;
  6. Dalam hal hasil pemeriksaan ulang RT-PCR pada saat kedatangan menunjukkan hasil positif maka dilakukan perawatan di rumah sakit bagi WNI dengan biaya ditanggung oleh pemerintah dan bagi WNA dengan biaya seluruhnya ditanggung mandiri;
  7. Dalam hal Warga Negara Asing (WNA) tidak dapat membiayai karantina mandiri dan/atau perawatannya di Rumah Sakit, maka pihak sponsor, kementerian/lembaga/BUMN yang memberikan pertimbangan izin masuk bagi WNA tersebut dapat dimintakan pertanggungjawaban yang dimaksud.
  8. Pada hari ke-7 karantina, bagi WNI dan WNA dilakukan pemeriksaan ulang RT-PCR.
    1. Dalam hal hasil negatif: maka bagi WNI dan WNA diperkenankan untuk melanjutkan perjalanan dan dianjurkan untuk melakukan karantina mandiri selama 14 hari serta menerapkan protokol kesehatan;
    2. Dalam hal hasil positif: maka dilakukan perawatan di rumah sakit bagi WNI dengan biaya ditanggung oleh pemerintah dan bagi WNA dengan biaya seluruhnya ditanggung mandiri;

Ketentuan ini berdasarkan SE Satuan Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Nomor 8 Tahun 2021 beserta addendumnya dan berlaku mulai 6 Juli 2021 hingga pemberitahuan selanjutnya.

Selain persyaratan diatas, sesampainya di bandara tujuan, penumpang dimungkinkan mendapatkan pemeriksaan tambahan dari otoritas setempat atau mengisi form/surat pernyataan lainnya sesuai dengan ketentuan lokal pemerintah/otoritas setempat. Penumpang mohon untuk dapat menyiapkan copy seluruh dokumen persyaratan beserta aslinya sebelum tiba di bandara keberangkatan untuk dilaporkan dan diserahkan ke Petugas Check-in Counter. Citilink Indonesia tidak bertanggung jawab atas kesalahan atau kekurangan dokumen persyaratan dan berhak untuk membatalkan penerbangan penumpang yang tidak memenuhi persyaratan yang dimaksud.

[Temukan harga tiket pesawat Citilink terbaik hanya di Wego.co.id]

 

 

Lion Air Group

(Update 23 September 2021 dari situs Lion Air Group)

Syarat Penerbangan Domestik:

  • Penerbangan hanya untuk pelaku perjalanan berusia di atas 12 tahun.
  • Penumpang antarkota di Pulau Jawa dan Bali dapat menunjukkan hasil negatif tes rapid antigen (pengambilan sampel maksimum 24 jam sebelum terbang) dan kartu vaksinasi COVID-19 (lengkap 2 dosis), atau hasil negatif tes PCR (pengambilan sampel maksimum 2×24 jam sebelum terbang) dan kartu vaksinasi COVID-19 (dosis pertama).
  • Antardaerah di Pulau Jawa dan Bali, dan dari/ke NTB: hasil negatif tes rapid antigen (1×24 jam) dan kartu vaksinasi COVID-19 lengkap 2 dosis, atau hasil negatif tes PCR (2×24 jam) dan kartu vaksinasi COVID-19 dosis pertama.
  • Dari/ke Pulau Jawa dan Bali serta daerah PPKM Level 3 dan 4: Hasil negatif tes PCR (2×24 jam) dan kartu vaksinasi COVID-19 (maksimum dosis pertama).
  • Antardaerah PPKM Level 2 (di luar Pulau Jawa dan Bali): Hasil negatif tes PCR (2×24 jam) atau hasil negatif tes rapid antigen (1×24 jam).
  • Antardaerah di NTT: Hasil negatif tes rapid antigen (1×24 jam)
  • Dari/ke Luwuk: hasil negatif tes PCR (2×24 jam) atau rapid antigen (1×24 jam), dan kartu vaksinasi COVID-19 minimum dosis pertama.
  • Antardaerah di Maluku dan dari/ke Morotai: hasil negatif tes rapid antigen (1×24 jam) dan kartu vaksinasi COVID-19 minimum dosis pertama.
  • Antardaerah di Papua: Hasil negatif tes PCR (5×24 jam) dan kartu vaksinasi COVID-19 minimum dosis pertama.
  • Syarat tambahan terbang dari/ke Papua Barat bagi pemilik KTP non-Papua Barat wajib menunjukkan SIKM
  • Mengunduh dan meregistrasi aplikasi PeduliLindungi
  • Tes COVID-19 di lab yang terafiliasi dengan Kementerian Kesehatan. Lihat daftarnya di bit.ly/LabTesCovid
  • Jika tidak dapat divaksinasi karena alasan medis wajib menunjukkan surat keterangan resmi dari dokter spesialis
  • Anak-anak berusia di bawah 12 tahun tidak dapat melakukan penerbangan.

Perubahan Jadwal Penerbangan dan Kebijakan Refund

Dengan meningkatnya kasus COVID-19, banyak negara termasuk Indonesia memperketat aturan penerbangan. Tindakan ini dilakukan sebagai respon dan kepatuhan terhadap rekomendasi kesehatan serta aturan dari pemerintah Indonesia, organisasi kesehatan dunia, dan otoritas lain yang relevan. Kami melakukan tinjauan harian dan akan memberikan update secara berkala kepada penumpang jika terjadi perubahan.

Pembatalan Penerbangan

Dalam situasi dimana kami terpaksa membatalkan penerbangan, kami akan melakukan yang terbaik untuk menginformasikan kepada Anda secara cepat agar Anda dapat membuat rencana penerbangan alternatif. Pemberitahuan mengenai pembatalan penerbangan akan dikirim melalui pesan teks atau e-mail, serta melalui website kami.

Kebijakan Refund

Lion Air Group memahami bahwa Anda mungkin tidak dapat bepergian sesuai rencana dan jadwal yang telah ditetapkan. Berikut kebijakan khusus:

  1. Berlaku untuk penerbangan Lion Air (JT-990), Batik Air (ID-938) dan Wings Air (IW-513).
  2. Kebijakan pembatalan tiket:
    1. a. Mengirimkan permohonan Refund ke https://www.lionair.co.id/kelola-pemesanan/pengajuan-pengembalian
    2. b. Pengembalian 100% dari nilai harga tiket, kedalam bentuk Voucher.
    3. c. Masa berlaku voucher adalah 1 (satu) tahun dari tanggal penerbitan.
  3. Perubahan jadwal dan perubahan route:
    1. a. Maksimum 2 kali perubahan jadwal, sebelum merubah tiket (kecuali Agent portal dan Website).
    2. b. Dibebaskan dari biaya perubahan/ No Change fee .
    3. c. Biaya selisih dibayarkan, kecuali untuk kelas pembukuan dan rute dari Airlines yang sama.
    4. d. Reroute hanya berlaku untuk Titik asal/ keberangkatan yang sama, dengan Airlines yang sama.
  4. Service tambahan:
    1. a. Tiket bagasi yang belum dipergunakan, masih berlaku untuk penerbangan yang akan datang (jika ada).
    2. b. Pelanggan dengan tiket kursi berbayar akan diatur ulang sesuai ketersediaan alokasi kursi. .
    3. c. Semua nomor dokumen Ancillaries harus disimpan dan ditunjukkan ke Airlines (jika dibutuhkan).

Penjadwalan ulang dan pembatalan penerbangan dapat dilakukan melalui website kami > Lion Air > Ubah Jadwal Penerbangan. Pelanggan yang melakukan pemesanan melalui travel agent dapat menghubungi pihak travel agent untuk bantuan lebih lanjut.

[Klik di sini untuk memantau harga tiket murah Lion Air untuk bepergian di masa pandemi]

Sriwijaya Air

Update 19 Agustus 2021 dari akun Instagram @sriwijayaair

Bagi kamu yang akan melakukan penerbangan dari/ke Pulau Jawa dan Bali dan wilayah PPKM Level 3-4:

  • Kartu vaksin (minimal vaksin dosis pertama)
  • Hasil tes negatif PCR maksimal 2 x 24 jam sebelum keberangkatan.

Bagi kamu yang akan melakukan perjalanan antarkota atau antar kabupaten di dalam wilayah Pulau Jawa dan Bali:

  • Kartu vaksin minimal dosis pertama dan
  • Hasil negatif tes PCR maksimal 2 x 24 jam sebelum keberangkatan.

Atau

  • Kartu vaksin dosis kedua dan
  • Hasil negatif tes antigen maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan.

[Klik di sini untuk memantau harga tiket murah Sriwijaya Air]

Kereta Jarak Jauh

Update 8 Oktober 2021 dari situs Kereta Api Indonesia (KAI)

Syarat naik kereta api jarak jauh selama masa PPKM antara lain:

1. Sudah divaksinasi Covid-19 minimal dosis pertama. Bagi pelanggan dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan tidak dapat menerima vaksin, wajib melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi Covid-19.
2. Menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR maksimal 2×24 jam atau Rapid Test Antigen maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan.

Mulai Oktober 2021, penumpang tidak perlu lagi menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Sertifikat vaksinasi dan status hasil tes COVID-19 baik PCR maupun antigen dapat diindentifikasi melalui Nomor Induk Kependudukan (NIK). Scan QR code atau memberikan bukti vaksinasi sudah tidak lagi diperlukan.

Untuk informasi lebih lanjut terkait layanan KAI, masyarakat dapat menghubungi Contact Center KAI melalui telepon di (021)121, WhatsApp 08111-2111-121, email [email protected], atau media sosial KAI121.

Daftar stasiun yang menyediakan layanan rapid test antigen:

  1.  Stasiun Gambir
  2. Pasar Senen
  3. Bandung
  4. Kiaracondong
  5. Tasikmalaya
  6. Banjar
  7. Cirebon
  8. Cirebon Prujakan
  9. Jatibarang
  10. Semarang Poncol
  11. Semarang Tawang
  12. Tegal
  13. Pekalongan
  14. Cepu
  15. Purwokerto
  16. Kebumen
  17. Kutoarjo
  18. Kroya
  19. Yogyakarta
  20. Lempuyangan
  21. Solo Balapan
  22. Purwosari
  23. Klaten
  24. Madiun
  25. Blitar
  26. Jombang
  27. Kediri
  28. Kertosono
  29. Tulungagung
  30. Surabaya Gubeng
  31. Surabaya Pasar Turi
  32. Malang
  33. Sidoarjo
  34. Mojokerto
  35. Jember
  36. Ketapang
  37. Kertapati
  38. Lahat
  39. Lubuk Linggau
  40. Muara Enim
  41. Prabumulih
  42. Tebing Tinggi
  43. Tanjungkarang
  44. Kotabumi
  45. Baturaja.

 

Tentang Travel Blog Wego Indonesia

Wego App Download

Travel Blog Wego Indonesia adalah media daring milik Wego Indonesia yang menyajikan informasi seputar perjalanan, ditulis oleh tim redaksi dan kontributor. Saat ini  didukung kanal media sosial Wego ID di TwitterFacebook, dan Instagram.Wego sendiri adalah situs dan aplikasi pembanding harga tiket pesawat serta hotel. Wego menyajikan informasi harga dari ratusan situs agen wisata, maskapai, dan jaringan hotel dunia, dalam satu tampilan sederhana. Dengan menggunakan Wegomencari tiket pesawat dan hotel sesuai bujet dan preferensi akan lebih cepat dan mudah!Punya cerita menarik tentang tempat asal kamu? Atau ingin berbagi tips seputar liburan dan jalan-jalan? Kirim ke [email protected] supaya lebih banyak orang bisa membaca tulisanmu!