Syarat-Terbaru-Naik-Pesawat-Saat-Pandemi

Syarat Naik Pesawat dan KA Terbaru – Update 22 Juli 2021

Punya keperluan yang mengharuskan bepergian di tengah pandemi? Pastikan kamu sudah memenuhi syarat perjalanan yang diterapkan oleh maskapai penerbangan atau PT KAI yang sudah Wego rangkum di bawah ini. Selain itu, selama perjalanan kamu wajib untuk mematuhi protokol kesehatan seketat mungkin.

Wego App Download

[Baca juga: Harus Melakukan Perjalanan di Tengah Pandemi? Lihat Dulu Tipsnya!]

Klik maskapai yang akan kamu gunakan dan lihat syaratnya di artikel ini sebelum melakukan perjalanan.

Perlu diingat bahwa hasil tes negatif hanya berlaku apabila dikeluarkan oleh laboratorium jejaring pemeriksa COVID-19 yang terhubung dengan sistem NAR Kementerian Kesehatan. Sebanyak 742 laboratorium tersebar di seluruh Indonesia. Lihat daftarnya di sini.

Daftar Maskapai

AirAsia
Garuda Indonesia
Citilink
Lion Air Group
Sriwijaya Air
Lihat Juga: Kereta Jarak Jauh

AirAsia

(Update 2 Juli 2021. Sumber: Situs resmi AirAsia)

PERSYARATAN TERBANG

DOMESTIK

IMBAUAN PENTING : Sehubungan dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, mulai 3 Juli 2021 seluruh pelaku perjalanan udara dari dan ke Pulau Jawa dan Bali wajib menunjukkan kartu vaksin minimal dosis pertama dan hasil negatif PCR Test yang berlaku 2 (dua) x 24 jam sebelum keberangkatan.

  • Khusus ke Bali wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif uji swab berbasis PCR yang dilengkapi dengan barcode/QRCode.

  • Khusus ke Pontianak wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif uji swab berbasis PCR dalam bentuk digital yang telah terintegrasi dengan e-HAC.

  • Mengisi kartu kewaspadaan kesehatan elektronik (e-HAC) sebelum penerbangan, yang dapat diakses melalui aplikasi seluler e-HAC Indonesia (Play Store | App Store) atau http://sinkarkes.kemkes.go.id/ehac.

Untuk informasi mengenai fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan AirAsia, silakan klik di sini.

INTERNASIONAL

KE INDONESIA

  1. Pelaku perjalanan Warga Negara Asing (WNA) dari seluruh negara untuk sementara dilarang masuk ke Indonesia kecuali pemegang visa diplomatik, visa dinas terkait kunjungan resmi setingkat menteri ke atas, pemegang izin tinggal diplomatik dan izin tinggal dinas, pemegang kartu izin tinggal terbatas (KITAS) dan kartu izin tinggal tetap (KITAP).

  2. Menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR di negara asal yang sampelnya diambil paling lama 3 x 24 jam sebelum jam keberangkatan dan dilampirkan pada saat pemeriksaan kesehatan atau e-HAC Indonesia.

  3. Mengisi kartu kewaspadaan kesehatan elektronik (e-HAC) sebelum penerbangan, yang dapat diakses melalui aplikasi seluler e-HAC Indonesia (Play Store | App Store) atau http://sinkarkes.kemkes.go.id/ehac.

  4. Menjalani pemeriksaan RT-PCR pada saat kedatangan.

  5. Selama masa tunggu hasil RT-PCR, WNI wajib menjalani karantina di tempat akomodasi karantina khusus yang telah disediakan oleh pemerintah dan WNA di tempat akomodasi karantina (hotel/penginapan) yang telah disertifikasi dengan biaya mandiri. Pada hari kelima karantina akan dilakukan tes RT-PCR kembali, dan jika hasil tes negatif diperbolehkan melanjutkan perjalanan.

  6. Bila hasil pemeriksaan ulang RT-PCR positif, maka dilakukan perawatan di rumah sakit atas biaya pemerintah untuk WNI, dan atas biaya mandiri untuk WNA.

IMBAUAN DIREKTORAT JENDERAL BEA & CUKAI, KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

  • Penumpang WNI dan WNA yang akan memasuki wilayah Indonesia dengan membawa perangkat telekomunikasi seluler (handphone, tablet, dll) yang dibeli di luar Indonesia diimbau untuk mendaftarkan nomor IMEI (International Mobile Equipment Identity) perangkat selulernya di negara asal sebelum keberangkatan ke Indonesia melalui situs https://www.beacukai.go.id/register-imei.html.

 

TERKINI  :

Tujuan : MALAYSIA

  • Calon penumpang dengan penerbangan dari Indonesia ke Malaysia, silakan menghubungi Kedutaan Kerajaan Malaysia di Jakarta untuk mendapatkan informasi persyaratan lengkap yang harus dipenuhi.

Unduh dan aktifkan aplikasi seluler ‘MySejahtera’ (App Store |Play Store).

KETENTUAN DAN PROSEDUR KESELAMATAN AIRASIA

Kesehatan dan keselamatan Anda adalah prioritas utama kami. Untuk memastikan bahwa standar keselamatan dan kesehatan tertinggi selalu terpenuhi, AirAsia telah melakukan sejumlah langkah pengetatan prosedur baik di darat maupun di udara.

  • Kewajiban penggunaan masker

Semua tamu AirAsia wajib membawa dan menggunakan masker pribadi dengan benar (menutupi hidung dan mulut) sebelum, selama, dan sesudah penerbangan, termasuk saat check-in dan mengambil bagasi. Tamu yang tidak mengenakan masker tidak akan diperbolehkan naik ke pesawat. Jenis masker yang digunakan adalah masker kain 3 lapis atau masker medis.

  • Pemeriksaan suhu tubuh

Pemeriksaan suhu tubuh akan dilakukan di beberapa titik, termasuk di gerbang keberangkatan. Awak kabin juga akan menjalankan pemeriksaan suhu tubuh sebelum bertugas.

  • Marka jaga jarak

Marka jaga jarak tersedia di sejumlah titik, termasuk di area ruang tunggu penumpang, konter dan kios check-in. Kami juga akan memfasilitasi konter check-in tambahan dan mengembangkan inovasi layanan check-in yang bebas kontak langsung.

  • Layanan check-in web atau aplikasi dan waktu kedatangan di bandara

Check-in melalui web dan aplikasi untuk mengurangi kontak fisik dan kontak dengan permukaan pada saat proses check-in dan masuk pesawat. Mohon tiba lebih awal di bandara, setidaknya 3 jam sebelum jadwal keberangkatan, agar memiliki waktu luang untuk menjalankan rangkaian proses pemeriksaan yang diperlukan. Konter check-in manual masih tersedia di bandara.

  • Ketentuan bagasi kabin
    Kami telah memperbarui kebijakan terkait ketentuan bagasi kabin. Mulai 7 Juli 2020, setiap tamu diperbolehkan membawa dua (2) buah barang bawaan ke dalam kabin pesawat yang berat total keduanya tidak melebihi 7kg.
    Tamu dapat membawa satu (1) buah tas kabin dengan ukuran tidak melebihi 56cm x 36cm x 23cm atau panjang linear maksimal 115cm serta dapat dimasukkan ke dalam kompartemen bagasi di dalam kabin pesawat, DAN satu (1) buah tas laptop atau (1) buah tas kecil dengan ukuran tidak melebihi 40cm x 30cm x 23cm atau panjang linear maksimal 80cm serta dapat diletakkan di bawah kursi di depan Anda. Untuk informasi selengkapnya, silakan klik di sini.
    Barang bawaan di luar ketentuan tersebut harus dibagasikan.

  • Pesan makanan sebelum terbang secara online

Makanan hangat di dalam pesawat atau inflight hot meals tidak tersedia untuk pembelian di dalam pesawat Silakan memesan makanan melalui Pembelian Saya setidaknya 24 jam sebelum keberangkatan. Tidak diperkenankan makan dan minum untuk penerbangan kurang dari 2 jam kecuali mengkonsumsi obat.

  • Kebersihan pesawat

Seluruh armada AirAsia menjalankan prosedur desinfeksi secara rutin yang semakin diintensifkan lagi di tengah situasi saat ini.

Semua produk pembersih, sanitasi dan desinfektan yang digunakan telah disetujui oleh otoritas kesehatan dan pihak pabrikan pesawat Airbus. Seluruh pesawat AirAsia dilengkapi dengan fitur penyaring udara HEPA berstandar rumah sakit, yang dapat menyaring 99.9% partikel dan kontaminan di udara seperti virus dan bakteri.

PILIHAN FLEKSIBILITAS

CARA UBAH JADWAL MANDIRI*

Bagi calon penumpang yang penerbangannya masih beroperasi sesuai jadwal namun ingin mengubah jadwal penerbangannya, silakan pelajari cara mudah mengubah jadwal penerbangan secara mandiri melalui halaman ini : https://www.airasia.com/aa/campaign/id/id/no-flight-change-fee.html

JIKA PENERBANGAN DIBATALKAN

Bagi calon penumpang yang penerbangannya dibatalkan, AirAsia menawarkan fleksibilitas pilihan berupa Akun Kredit dengan masa berlaku hingga 730 hari (2 tahun) dan kesempatan untuk mengubah jadwal tanpa batas dengan ketentuan:

Ubah Jadwal: Ubah jadwal penerbangan ke tanggal lainnya sampai dengan 30 September 2021 di rute yang sama, dapat dilakukan tidak terbatas dan tanpa biaya tambahan, sesuai ketersediaan kursi; ATAU

Akun Kredit: Dapatkan deposit senilai harga tiket dalam akun AirAsia BIG yang dapat digunakan untuk pembelian tiket AirAsia berikutnya. Akun kredit dapat digunakan untuk pemesanan tiket dengan tanggal keberangkatan kapan saja hingga 730 hari kalender (2 tahun) sejak diterbitkan selama penerbangannya telah tersedia di airasia.com.

Pelanggan yang memenuhi persyaratan dapat memeriksa Panduan Perubahan Penerbangan terkait COVID-19 untuk mengetahui informasi seputar cara mengajukan pilihan kompensasi perjalanan yang tersedia melalui AVA yang tersedia di support.airasia.com atau web/aplikasi airasia.com atau melalui Twitter @AVA_AirAsia.

*Syarat dan ketentuan berlaku.

[Tiket murah AirAsia]

 

Garuda Indonesia

(Update 19 Juli 2021 dari situs Garuda Indonesia)

Pada Masa Pembatasan Aktivitas Masyarakat selama libur Hari Raya Idul Adha yaitu pada tanggal 19 Juli – 25 Juli 2021 perjalanan orang dibatasi untuk semua orang (termasuk yang di bawah usia 18 tahun) dan hanya dikecualikan bagi dua kategori pada Tabel 1 berikut dan wajib memenuhi persyaratan dokumen sesuai ketentuan yang berlaku

Tabel 1. Kategori Orang yang Dikecualikan

Kategori Persyaratan
Orang dengan keperluan aktivitas bekerja di sektor esensial dan kritikal 1. Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) – atau surat keterangan lainnya yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah setempat atau Surat Perintah Tugas dari Pimpinan Instansi setingkat Eselon II
2. Persyaratan dokumen kesehatan sesuai daerah keberangkatan/tujuan penerbangan (Tabel 2 di bawah)
Orang dengan keperluan mendesak, yaitu:
a. Pasien dengan kondisi sakit keras
b. Ibu hamil yang didampingi oleh satu (1) orang anggota keluarga
c. Kepentingan persalinan yang didampingi maksimal dua (2) orang
d. Pengantar jenazah non COVID-19 dengan jumlah maksimal lima (5) orang
1. Surat Keterangan Perjalanan – ditandatangani pejabat atau otoritas terkait antara lain:
a. Surat Rujukan Rumah Sakit
b. Surat Pengantar dari Perangkat Daerah setempat
c. Surat Keterangan Kematian
d. Surat Keterangan lainnya
2. Persyaratan dokumen kesehatan sesuai daerah keberangkatan/tujuan penerbangan (Tabel 2 di bawah)

Tabel 2. Ketentuan Kartu Vaksinasi & Hasil Negatif Tes COVID-19 Daerah Keberangkatan/Tujuan Penerbangan
Perhatian: Hasil negatif tes COVID-19 wajib diterbitkan oleh Fasilitas Pelayanan Kesehatan (fasyankes) yang disebutkan dalam KEMENKES RI yang dapat di akses di sini dan penumpang harus memastikan bahwa hasil diupload ke sistem yang terintegrasi dengan eHAC oleh fasyankes terkait.

Rute Penerbangan Kartu
Vaksinasi COVID-19
(min. dosis pertama)
Hasil Negatif Tes COVID-19
Persyaratan Tambahan
RT-PCR
(waktu sejak diterbitkan fasilitas kesehatan)
RAPID ANTIGEN
(waktu sejak pengambilan sampel)
Dari / Ke Pulau Jawa 2 x 24 Jam Tidak Berlaku Khusus keberangkatan dari Semarang: hasil tes wajib diterbitkan dari fasilitas pelayanan kesehatan yang direkomendasikan Dinas Kesehatan Semarang yang dapat diakses di sini
Dari / Ke Pulau Bali 2 x 24 Jam Tidak Berlaku Surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR harus dilengkapi dengan barcode/ QRCode yang diterbitkan Fasilitas Kesehatan terkait
WNA yang berangkat dari Bali dengan tujuan internasional melalui penerbangan domestik dan transit tidak lebih dari 24 jam di bandara transit, tidak wajib menunjukkan kartu vaksinasi
Penumpang yang pernah terpapar COVID-19 tiga bulan terakhir dapat membawa Surat Keterangan Penyintas COVID-19 sebagai referensi tidak dapat vaksinasi
Peserta vaksin di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai (DPS) Bali tidak dapat terbang di hari yang sama dengan vaksinasi
SUMATERA
Ke Pekanbaru 2 x 24 Jam Tidak Berlaku
Ke Lampung 2 x 24 Jam Tidak Berlaku
Dari/Ke Sibolga 2 x 24 Jam Tidak Berlaku
Ke Batam & Ke Tanjung Pinang
(dari luar Kep. Riau)
2 x 24 Jam Tidak Berlaku
SULAWESI
Ke Makassar 2 x 24 Jam Tidak Berlaku
Ke Manado 2 x 24 Jam Tidak Berlaku Pada saat kedatangan di Bandara Sam Ratulangi, penumpang akan di wajibkan
untuk melakukan Test Rapid Antigen oleh otoritas setempat.
Dari / Ke Palu Mengikuti syarat
asal/tujuan keberangkatan
Mengikuti syarat
asal/tujuan keberangkatan
Wajib kartu vaksin dosis pertama, namun untuk hasil tes negatif COVID-19 mengikuti persyaratan daerah keberangkatan/tujuan
Ke Gorontalo 2 x 24 Jam Tidak Berlaku Akan dilakukan tes Rapid Antigen disaat kedatangan dan apabila hasilnya positif akan dilakukan tes RT-PCR dan wajib isolasi menunggu hasil
Dari Gorontalo Mengikuti syarat tujuan Mengikuti syarat tujuan Wajib kartu vaksin dosis pertama, namun untuk hasil tes negatif COVID-19 mengikuti persyaratan daerah tujuan
Ke Kendari 2 x 24 Jam Tidak Berlaku
KALIMANTAN
Ke Pontianak 2 x 24 Jam
(sejak pengambilan sampel)
Tidak Berlaku Surat keterangan harus tercantum di dalam aplikasi e-HAC penumpang dan di surat keterangan harus tertera QRCode apabila penumpang tidak dapat menunjukkan validasi (barcode) digital hasil negatif RT-PCR pada e-HAC, maka tidak dapat melanjutkan penerbangan atau dapat melakukan tes RT-PCR ulang dan menunjukkan barcode atau tetap melanjutkan perjalanan ke Pontianak dan akan dilakukan tes rapid antigen di kedatangan atas biaya sendiri
Akan dilakukan tes RT-PCR secara acak pada saat kedatangan.
Ke Banjarmasin 2 x 24 Jam Tidak Berlaku Penumpang yang berasal dari daerah level 3 dan level 4 berdasarkan instruksi MENDAGRI tentang PPKM Darurat wajib melakukan isolasi mandiri selama lima hari dan boleh beraktifitas jika kemudian hasil tes RT-PCR negatif
Ke Tarakan 2 x 24 Jam 1 x 24 Jam Akan dilakukan tes RT-PCR / tes Rapid Antigen ulang oleh Satgas COVID-19 Kota Tarakan di saat kedatangan dengan biaya ditanggung penumpang
Ke Palangkaraya
(lihat persyaratan tambahan)
Maksimal
2 x 24 Jam
Tidak Berlaku Hasil negatif tes RT-PCR harus dilengkapi dengan Cap Basah/ BarCode/ QRCode yang diterbitkan fasilitas kesehatan yang terdaftar di Dinas Kesehatan daerah asal perlaku perjalanan
Penumpang wajib menjalani karantina
di tempat yang disediakan atau ditentukan oleh pemerintah daerah/ perusahaan/ badan usaha/swasta dengan biaya mandiri selama 5 x 24 jam untuk Warga Negara Indonesia dan 10 x 24 jam untuk Warga Negara Asing. Kecuali untuk pelaku perjalanan dalam kategori berikut (harus disertai surat keterangan dari instansi terkait):
– Perjalanan Dinas (TNI/Polri/ASN/BUMN/BUMD)
– Kunjungan keluarga sakit
– Kunjungan duka anggota keluarga meninggal
– Ibu hamil yang didampingi satu orang keluarga
– Kepentingan persalinan yang didampingi dua orang
– Kepentingan tertentu lainnya
Penumpang yang menginap di hotel/ penginapan/ wisma/ fasilitas sejenis lainnya wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif RT-PCR/ rapid antigen berlaku 3×24 jam dan menunjukkan Sertifikat Vaksinasi COVID-19 sebagai syarat menginap
Sertifikat vaksin khusus bagi pelaku perjalanan dari luar negeri menuju wilayah Provinsi Kalimantan Tengah dan wajib menjalani karantina di tempat yang disediakan atau ditentukan oleh pemerintah daerah/ perusahaan/ badan usaha/ swasta dengan biaya mandiri selama 14×24 jam.
Ke Kalimantan Timur
(Balikpapan / Berau)
Maksimal
2 x 24 Jam
1 x 24 jam Khusus tujuan Balikpapan: akan dilakukan tes RT-PCR/Rapid Antigen secara acak saat kedatangan
NUSA TENGGARA, MALUKU & PAPUA
Dari/Ke Nusa Tenggara Barat (termasuk Lombok) Mengikuti syarat
asal/tujuan keberangkatan
Mengikuti syarat
asal/tujuan keberangkatan
Wajib kartu vaksin dosis pertama, namun untuk hasil tes negatif COVID-19 mengikuti persyaratan daerah keberangkatan/tujuan
Ke Nusa Tenggara Timur
(dari luar Nusa Tenggara Timur)
2 x 24 Jam Tidak berlaku Khusus tujuan Labuan Bajo: untuk perjalanan wisata wajib dilengkapi dengan pendaftaran pada portal daring registrasi kunjungan wisata Labuan Bajo yang dapat di akses di sini
Ke Ambon Mengikuti syarat
asal keberangkatan
Mengikuti syarat
asal keberangkatan
Wajib kartu vaksin dosis pertama, namun untuk hasil tes negatif COVID-19 mengikuti persyaratan daerah keberangkatan
Ke Jayapura 2 x 24 Jam 1 x 24 Jam
(lihat persyaratan tambahan)
Hasil tes Rapid Antigen hanya berlaku untuk penumpang yang bertempat tinggal atau penduduk ber-KTP/identitas atau berdinas (termasuk suami atau istri dan anak) di Provinsi Papua
Ke Sorong 2 x 24 Jam 1 x 24 Jam
(lihat persyaratan tambahan)
Penduduk yang bukan berdomisili KTP Papua Barat tanpa kepentingan yang mendesak dilarang masuk ke Sorong. Kepentingan mendesak (seperti perjalanan dinas/sakit/kedukaan) wajib mendapatkan surat izin perjalanan dari Gubernur/Bupati/Walikota atau Ketua Harian Satgas COVID-19 Kota Sorong
Hasil tes Rapid Antigen hanya berlaku untuk penerbangan Intra Papua Barat dan untuk penumpang dengan domisili KTP Papua Barat
Dari Sorong 2 x 24 Jam 1 x 24 Jam
(lihat persyaratan tambahan)
Hasil tes Rapid Antigen hanya berlaku untuk penerbangan Intra Papua Barat
Ke Biak 2 x 24 Jam 1 x 24 Jam
Ke Timika 2 x 24 Jam 1 x 24 Jam
(lihat persyaratan tambahan)
Hasil negatif tes Rapid Antigen hanya berlaku untuk penerbangan dari Jayapura, Merauke, Biak & Nabire, berlaku 1 x 24 jam
Ke Papua Barat
(dari luar Papua Barat)
1 x 24 Jam Tidak Berlaku Penduduk yang bukan berdomisili KTP Papua Barat tanpa kepentingan yang mendesak dilarang masuk ke Papua Barat. Kepentingan mendesak (seperti perjalanan dinas/sakit/kedukaan) wajib mendapatkan surat izin perjalanan dari Ketua Harian Satgas COVID-19 Papua Barat yang bisa di dapat dengan menghubungi Call Center Hallo Masker 1500141 atau 08114850141
Dari Papua Barat &
Intra Papua Barat
2 x 24 Jam 1 x 24 Jam
(lihat persyaratan tambahan)
Penduduk yang berdomisili KTP Papua Barat tanpa kepentingan yang mendesak dilarang keluar dari Papua Barat. Kepentingan mendesak (seperti perjalanan dinas/sakit/kedukaan) wajib mendapatkan surat izin perjalanan dari Ketua Harian Satgas COVID-19 Papua Barat.
Hasil tes Rapid Antigen hanya berlaku untuk penerbangan Intra Papua Barat
Dari/ke Nabire 2 x 24 Jam 1 x 24 Jam Wajib dilengkapi Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) dari Gugus Tugas COVID-19 dengan menghubungi nomor berikut: Efraim (082239584499 ) / Kristo Patiung (082199021991) / Piet Nabot (081280466247)
Ke Merauke 2 x 24 Jam Tidak Berlaku
Dari Merauke 2 x 24 Jam Mengikuti syarat tujuan
ASAL/TUJUAN SELAIN DI ATAS
Dari / Ke selain yang di atas
Maksimal
2 x 24 Jam
Maksimal
1 x 24 Jam

Hal-hal yang perlu diperhatikan:

Hal-hal yang perlu diperhatikan:

  1. Hasil negatif tes COVID-19 wajib diterbitkan oleh Fasilitas Pelayanan Kesehatan (fasyankes) yang disebutkan dalam KEMENKES RI yang dapat di akses di sini dan penumpang harus memastikan bahwa hasil diupload ke sistem yang terintegrasi dengan eHAC oleh fasyankes terkait
  2. Jika terdapat perbedaan persyaratan antara daerah asal dan tujuan keberangkatan, maka peraturan mengikuti yang lebih ketat atau sesuai dengan kebijakan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) setempat
  3. Semua penumpang harus mengisi Electronic Health Alert Card (eHAC) yang bisa ditemukan di sini
  4. Penumpang yang berusia dibawah 18 tahun dibatasi perjalanannya untuk sementara pada tanggal 19 Juli – 25 Juli 2021
  5. Kewajiban menunjukkan kartu vaksin dikecualikan bagi:
    – Penumpang dengan kepentingan medis khusus yang tidak/belum divaksin dengan alasan medis berdasarkan keterangan dokter spesialis
    – Pasien dengan kondisi sakit keras
    – Ibu hamil yang didampingi oleh satu (1) orang anggota keluarga
    – Kepentingan persalinan yang didampingi maksimal dua (2) orang
    – Pengantar jenazah non COVID-19 dengan jumlah maksimal lima (5) orang
  6. Penumpang yang berangkat dari wilayah perbatasan dan daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) tidak berlaku ketentuan surat kesehatan sebagaimana yang diharuskan
  7. Penumpang dengan penerbangan domestik transit (tidak keluar bandara/tidak ganti penerbangan) maka mengacu pada persyaratan tujuan akhir penerbangan
  8. Penumpang penerbangan internasional masuk ke Indonesia yang memiliki penerbangan lanjutan domestik agar mengikuti persyaratan masuk Indonesia (mohon dapat melihat syarat Penerbangan Internasional Masuk ke Indonesia di bawah) dan juga mengikuti persyaratan daerah tujuan akhir
  9. Penumpang WNA dibawah 12 tahun yang masuk ke Indonesia dan memiliki penerbangan lanjutan domestik tidak diwajibkan untuk menunjukkan kartu vaksinasi COVID-19 dengan syarat didampingi orang tua dengan hasil negatif tes RT-PCR
  10. Penumpang WNA yang akan meninggalkan Indonesia melalui penerbangan transit domestiktidak diwajibkan untuk menunjukkan kartu vaksinasi COVID-19 selama tidak keluar bandara selama transit

Selain persyaratan diatas, sesampainya di bandara tujuan, penumpang dimungkinkan mendapatkan pemeriksaan tambahan dari otoritas setempat atau mengisi form/surat pernyataan lainnya sesuai dengan ketentuan lokal pemerintah/otoritas setempat.

Penumpang mohon untuk dapat menyiapkan print out (dicetak) seluruh dokumen persyaratan beserta aslinya sebelum tiba di bandara keberangkatan untuk dilaporkan dan diserahkan ke Petugas Check-in Counter. Garuda Indonesia tidak bertanggung jawab atas kesalahan atau kekurangan dokumen persyaratan dan berhak untuk membatalkan penerbangan penumpang yang tidak memenuhi persyaratan yang dimaksud.

Gunakan Masker Saat di Dalam Penerbangan & Area Bandara

Setiap penumpang wajib menggunakan masker baik selama penerbangan maupun ketika penumpang berada di bandara. Garuda Indonesia turut mengimbau para penumpang untuk dapat mempersiapkan kebutuhan masker tersebut serta alat penunjang kebersihan diri lainnya sesuai kebutuhan masing-masing sebelum melaksanakan penerbangan.

Kartu Kewaspadaan Kesehatan Elektronik (E-HAC)

Setiap penumpang yang datang dari luar negeri atau bepergian di wilayah domestik diharuskan mengisi Kartu Kewaspadaan Kesehatan dari Kementerian Kesehatan RI. Pengisian secara manual sudah tidak dapat dilakukan, maka dari itu untuk dapat menggunakan Kartu Kewaspadaan Kesehatan Elektronik (E-HAC) anda dapat mengaksesnya di:
  •   Website resmi Kementerian Kesehatan RI
atau dengan menginstall aplikasi E-HAC di smartphone Anda yang dapat di unduh di:
  •   Android Play Store
  •   Apple App Store
Pengisian E-HAC dapat dilakukan sebelum melakukan perjalanan yaitu pada saat proses keberangkatan atau proses kedatangan sebelum Penumpang melalui titik pemeriksaan KKP.

Verifikasi & Validasi Surat Kesehatan

Validasi Manual Surat Kesehatan di KKP

  • Untuk penerbangan domestik, di beberapa bandara penumpang diwajibkan melalui proses verifikasi & validasi Surat Kesehatan Bebas COVID-19 oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan atau otoritas setempat.
  • Untuk penerbangan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK),  proses verifikasi dan validasi dilakukan di Kantor Kesehatan Pelabuhan Soekarno-Hatta yang ada di Gate 3 gedung Terminal 3.

Validasi Elektronik Surat Kesehatan dengan E-HAC

  1. Kini Anda dapat validasi langsung hasil tes kesehatan pada aplikasi e-HAC di konter check-in Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta (CGK) jika Anda sudah memiliki QR Code hasil tes kesehatan.
  2. Berikut langkah-langkah validasi elektronik:
    1. Tunjukkan hasil tes pada: Menu Health Passport > List of Lab Test > Hasil Tes yang berlaku akan muncul warna hijau, ATAU
    2. Scan barcode pada: Menu VaksinKu > QR Code Certificate
  3. Apabila Anda tidak menemukan hasil tes Covid-19 seperti langkah-langkah di atas, Anda wajib melakukan validasi secara manual di konter KKP.

[Pantau terus harga tiket murah Garuda Indonesia di sini]

Update 22 Juli 2021 dari situs Citilink.

Peraturan Penerbangan Domestik Selama Masa Libur Iduladha 1442 Hijriah 19-25 Juli 2021

Citilinkers khusus perjalanan selama masa libur hari raya Idul Adha 1442 Hijriah pada tanggal 19 Juli sampai dengan 25 Juli 2021 terdapat adanya pembatasan aktivitas masyarakat yang berlaku untuk semua orang (termasuk pelaku perjalanan yang usia dibawah 18 tahun) dan hanya dikecualikan bagi pelaku perjalanan yang dapat memenuhi persyaratan terbang yang tertuang dalam:

  • Surat Edaran Kementerian Perhubungan 53 Tahun 2021 Tentang Perubahan Atas Surat Edaran Mentri Perhubungan Nomor SE 45 Tahun 2021 Tentang Petunjuk Pelaksana Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Udara dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease (COVID-19) (Klik Disini).

Peraturan Penerbangan Domestik Selama PPKM Darurat

Pemerintah resmi menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat (PPKM Darurat).
Dimulai tanggal 03 Juli 2021, yang akan berlangsung hingga 20 Juli 2021 untuk Jawa dan Bali. Bagi penumpang yang akan melakukan perjalanan udara wajib menunjukkan Sertifikat Vaksin minimal dosis 1 (Pertama) dan hasil Test Swab PCR yang telah terdaftar dalam aplikasi PeduliLindungi (Paspor Digital) dengan masa berlaku maksimal 2×24 Jam  sebelum keberangkatan serta mengisi e-HAC. (Klik di sini)

Berikut Daftar Fasilitas Kesehatan (Faskes) yang terdata oleh Kemenkes sebagai syarat perjalanan penerbangan. (Klik di sini)

Mohon untuk dapat memperhatikan hal-hal berikut:

  • Pelaku perjalanan dengan kepentingan khusus yang tidak/belum vaksin dengan alasan medis berdasarkan keterangan dari dokter spesialis dapat melakukan perjalanan udara dengan menggunakan RT-PCR 2×24 Jam sebelum jadwal keberangkatan.
  • Bagi anak di bawah 12 (dua belas) tahun yang belum divaksin, tidak disarankan untuk berpergian selama periode PPKM Darurat. *mengacu pada ketersediaan dan tahap vaksinasi yang ditentukan Pemerintah
  • Bagi penumpang yang berangkat dari wilayah perbatasan dan daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) tidak berlaku ketentuan surat kesehatan sebagaimana yang diharuskan.
  • Bagi penumpang transit (tidak keluar bandara/tidak ganti penerbangan) maka mengacu pada persyaratan tujuan akhir penerbangan.
  • Penumpang dimungkinkan mendapatkan pemeriksaan tambahan dari otoritas setempat sesuai dengan ketentuan lokal pemerintah/otoritas setempat.

Domestik

Citilinkers bagi pelaku perjalanan udara efektif mulai tanggal 01 April 2021 diwajibkan untuk dapat memenuhi persyaratan terbang yang tertuang dalam:

  • Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Nomor 14 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Ketentuan Perjalanan Orang dalam Negeri pada Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) (Klik Disini).
  • Surat Edaran Kementerian Perhubungan 45 Tahun 2021 Tentang Petunjuk Pelaksana Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Udara dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease (COVID-19) (Klik Disini).

Khusus untuk penerbangan keberangkatan dan tujuan Kalimantan Tengah diwajibkan untuk dapat memenuhi persyaratan terbang yang tertuang dalam:

  • Surat Edaran Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 443.1/107/Satgas Covid-19 Tentang Peningkatan Upaya Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Dan Percepatan Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Di Wilayah Provinsi Kalimantan Tengah (Klik Disini)

Khusus untuk penerbangan tujuan Bali diwajibkan untuk dapat memenuhi persyaratan terbang yang tertuang dalam:

  • Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 08 Tahun 2021 Tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Desa/Kelurahan dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali (Klik Disini)

Persyaratan  Tambahan:

    • Surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR harus dilengkapi dengan barcode/ QRCode yang diterbitkan Fasilitas Kesehatan terkait

Khusus untuk penerbangan keberangkatan dan tujuan Sulawesi Utara diwajibkan untuk dapat memenuhi persyaratan terbang yang tertuang dalam:

  • Surat Edaran Gubernur Sulawesi Utara Nomor 440/21.4093/Sekr-Dinkes Tentang Ketentuan Pemeriksaan Swab PCR dan Rapid Antigen Bagi Pelaku Perjalanan di Provinsi Sulawesi Utara dalam masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) bersekala Mikro (Klik Disini)

Persyaratan Tambahan untuk penerbangan dari dan ke Sulawesi Utara:

    • Penumpang wajib menunjukkan dokumen hasil negatif RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2 x 24 jam sebelum keberangkatan.
    • Penumpang wajib menunjukkan kartu vaksin pertama (minimal vaksin dosis 1).

Khusus untuk penerbangan tujuan Sulawesi Selatan diwajibkan untuk dapat memenuhi persyaratan terbang yang tertuang dalam:

  • Surat Edaran Gubernur Sulawesi Selatan Nomor 443/6332/DISKES Tentang Ketentuan Pemeriksaan Swab RT – PCR Bagi Pelaku Perjalanan di Provinsi Sulawesi Selatan dalam masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) bersekala Mikro (Klik Disini)

Khusus untuk penerbangan keberangkatan dan tujuan Balikpapan diwajibkan untuk dapat memenuhi persyaratan terbang yang tertuang dalam:

  • Surat Edaran Walikota Balikpapan Nomor 300/2589/Pem. Tentang Penguatan Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis Mikro dan Kota untuk Pencegahan, Pengendalian dan Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Kota Balikpapan (Klik Disini)

Khusus untuk penerbangan tujuan Kupang diwajibkan untuk dapat memenuhi persyaratan terbang yang tertuang dalam;

  • Surat Edaran Walikota Kupang Nomor : 041/HK.443.1/VII/2021 Tentang Perpanjangan Penebalan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Skala Mikro Di Kota Kupang untuk pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Klik Disini)

Khusus untuk penerbangan tujuan Kepulauan Riau diwajibkan untuk dapat memenuhi persyaratan terbang yang tertuang dalam:

  • Surat Edaran Gubernur Kepulauan Riau Nomor 536/SET-STC19/VII/2021 Tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri dan Internasional Dengan Menggunakan Moda Transportasi Umum Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran COVID-19 di Provinsi Kepulauan Riau (Klik Disini)

Khusus untuk penerbangan tujuan Sorong diwajibkan untuk dapat memenuhi persyaratan terbang yang tertuang dalam:

  • Surat Edaran Walikota Sorong Nomor : 443/552 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Klik Disini)

Internasional

Menuju Indonesia

  • Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Nomor 8 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional pada Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) (Klik Disini).
  • Addendum Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Nomor 8 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional pada Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) (Klik Disini)
  • Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Nomor 9 Tahun 2021 tentang Tempat Karantina, Isolasi, dan Kewajiban RT-PCR Bagi Warga Negara Indonesia Pelaku Perjalanan Internasional (Klik Disini).
  • Surat Edaran Kementerian Perhubungan 47 Tahun 2021 Tentang Petunjuk Pelaksana Perjalanan Internasional dengan Transportasi Udara dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease (COVID-19) (Klik Disini).

Tujuan Arab Saudi

Citilinkers jamaah umrah dan non umrah dengan tujuan Arab Saudi harus memenuhi syarat berikut:

Non Umrah :

  1. Pelaku Perjalanan harus memiliki hasil negatif uji swab berbasis PCR dilakukan maksimal 72 (tujuh puluh dua) jam sebelum ketibaan di Jeddah dan mengisi formulir berikut (Klik Disini).
  2. Pelaku Perjalanan diharuskan menjalani karantina mandiri selama 3 hari di rumah setelah tiba di Arab Saudi, kemudian mengikuti tes PCR setelah 2 hari. Jika uji PCR tidak dilakukan, karantina mandiri di rumah dilanjutkan selama 7 hari.
  3. Mengunduh dan mendaftar di Aplikasi Tatamman dan Tawakkalna di Aplikasi Playstore atau Appstore.
  4. Pelaku Perjalanan harus menetapkan lokasi rumah Melalui aplikasi Tatamman dalam waktu 8 jam setelah kedatangan.
  5. Pelaku Perjalanan harus melakukan penilaian kesehatan harian di aplikasi Tatamman.

Umrah :

  1. Pelaku Perjalanan harus memiliki hasil negatif uji swab berbasis PCR dilakukan maksimal 72 (tujuh puluh dua) jam sebelum ketibaan di Jeddah dan mengisi formulir berikut (Klik Disini).
  2. Pelaku Perjalanan diharuskan menjalani karantina mandiri selama 3 hari di hotel yang telah dipilihkan oleh travel dalam paket perjalanan setelah tiba di Arab Saudi, kemudian mengikuti tes PCR setelah 2 hari. Jika hasil uji PCR dinyatakan negatif, maka dapat langsung melaksanankan ibadah umrah dan kegiatan lainnya sesuai ketentuan yang berlaku. Namun jika hasil uji PCR dinyatakan positif, maka karantina mandiri di hotel dilanjutkan selama 7 hari.
  3. Mengunduh dan mendaftar di Aplikasi Tatamman dan Tawakkalna di Aplikasi Playstore atau Appstore. Proses ini akan dibantu oleh pihak travel penyelenggara perjalanan umrah.
  4. Pelaku Perjalanan dan Travel penyelenggara perjalanan harus menetapkan lokasi Hotel melalui aplikasi Tatamman dalam waktu 8 jam setelah kedatangan.
  5. Pelaku Perjalanan dan Travel penyelenggara perjalanan harus melakukan penilaian kesehatan harian di aplikasi Tatamman.

[Temukan harga tiket pesawat Citilink terbaik hanya di Wego.co.id]

 

Lion Air Group

(Update 19 Juli 2021 dari situs Lion Air Group)

Syarat Penerbangan Domestik:

  • Penerbangan hanya untuk pelaku perjalanan berusia di atas 18 tahun dengan tujuan sebagai berikut:
  1. Aktivitas bekerja di sektor esensial dan kritikal
  2. Keperluan mendesak; pasien sakit keras, ibu hamil dengan pendamping 1 orang keluarga, kepentingan persalinan dengan pendamping maksimum 2 orang, pengantar jenazah non COVID-19 maksimum 5 orang
  • Pekerja di sektor esensial dan kritikal wajib menunjukkan Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) yang dikeluarkan oleh pemerintah setempat atau surat perintah tugas dari pimpinan perusahaan/instansi terkait.
  • Penumpang dengan keperluan mendesak wajib menunjukkan surat keterangan perjalanan sesuai kebutuhannya; surat rujukan dari rumah sakit, surat pengantar dari perangkat dari daerah setempat, surat kematian, atau surat keterangan lainnya.
  • Semua penumpang wajib mengunduh dan meregistrasikan aplikasi eHAC Indonesia dan Peduli Lindungi (jika terbang dari/ke Jakarta dan Bali).
  • Kewajiban vaksinasi dikecualikan bagi pasien sakit keras, ibu hamil, kepentingan persalinan, dan pengantar jenazah. Namun pelaku perjalanan tersebut wajib menunjukkan surat keterangan resmi dari dokter spesialis.
  • Dari/Ke/Intra Pulau Jawa & Bali wajib tes PCR (2×24 jam) dan menunjukkan kartu vaksin (minimal dosis pertama).
  • Dari/Ke Sumatra Utara wajib tes PCR (2×24 jam) dan menunjukkan kartu vaksin (minimal dosis pertama).
  • Dari/Ke Kepulauan Riau wajib tes PCR (2×24 jam). Intra-Kepulauan Riau wajib tes PCR (2×24 jam) atau tes rapid antigen (24 jam). Wajib menunjukkan kartu vaksin (minimal dosis pertama).
  • Ke NTB dari daerah PPKM Darurat wajib tes PCR (2×24 jam). Dari daerah di luar PPKM Darurat wajib tes rapid antigen (24 jam). Wajib menunjukkan kartu vaksin (minimal dosis pertama).
  • Dari/Ke NTT wajib tes PCR (2×24 jam). Intra-NTT wajib tes rapid antigen (24 jam). Wajib menunjukkan kartu vaksin (minimal dosis pertama).
  • Ke Gorontalo wajib tes PCR (2×24 jam) dan menunjukkan kartu vaksin (minimal dosis pertama).
  • Dari/Ke Sulawesi Tengah wajib tes PCR/rapid antigen (2×24 jam). Khusus dari/ke Luwuk wajib tes PCR (2×24 jam) atau tes rapid antigen (24 jam) dan menunjukkan kartu vaksin (minimal dosis pertama). Khusus ke Morowali wajib tes PCR (2×24 jam) dan menunjukkan kartu vaksin (minimal dosis pertama).
  • Ke Sulawesi Utara wajib tes PCR (3×24 jam).
  • Ke Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Selatan wajib tes PCR (2×24 jam).
  • Dari/Ke Kalimantan Tengah wajib tes PCR (3×24 jam). Khusus dari Pangkalan Bun dan Sampit wajib tes rapid antigen (24 jam).
  • Ke Tarakan wajib tes PCR (2×24 jam) atau tes rapid antigen (24 jam) dan menunjukkan kartu vaksin (minimal dosis pertama).
  • Ke Balikpapan (KTP Balikpapan) wajib tes rapid antigen (24 jam) sedangkan KTP non-Balikpapan wajib tes PCR (2×24 jam).
  • Dari/Ke Berau wajib tes PCR (2×24 jam) dan menunjukkan kartu vaksin (minimal dosis pertama).
  • Ke/Intra Maluku wajib tes rapid antigen (24 jam) dan menunjukkan kartu vaksin (minimal dosis pertama).
  • Dari Nabire keluar Papua dan sebaliknya wajib tes PCR (3×24 jam) atau tes rapid antigen (24 jam). Ke Intra-Papua dan sebaliknya wajib tes PCR (7×24 jam) atau tes rapid antigen (3×24 jam). Wajib menunjukkan kartu vaksin (minimal dosis pertama). Penumpang 0-12 tahun tidak wajib tes COVID-19 dan vaksinasi.
  • Ke Timika (dari luar Papua) wajib tes PCR (7×24 jam). Dari Intra-Papua wajib tes rapid antigen (3×24 jam). Wajib menunjukkan kartu vaksin (minimal dosis pertama).
  • Ke Merauke wajib tes PCR (2×24 jam). Dari Merauke wajib tes PCR (2×24 jam) atau tes rapid antigen (24 jam). Wajib menunjukkan kartu vaksin (minimal dosis pertama).
  • Ke Papua Barat wajib tes PCR (24 jam). Khusus ke Sorong & Manokwari (KTP non-daerah tersebut) wajib tes PCR (2×24 jam) atau tes rapid antigen (24 jam) dan memiliki SIKM. Dari Papua Barat wajib tes PCR/rapid antigen (2×24 jam). Intra-Papua Barat wajib tes rapid antigen (2×24 jam). Wajib menunjukkan kartu vaksin (minimal dosis pertama).
  • Selain rute penerbangan tersebut wajib tes PCR (2×24 jam) atau tes rapid antigen (24 jam).
  • Seluruh penumpang wajib mengisi e-HAC.

Perubahan Jadwal Penerbangan dan Kebijakan Refund

Dengan meningkatnya kasus COVID-19, banyak negara termasuk Indonesia memperketat aturan penerbangan. Tindakan ini dilakukan sebagai respon dan kepatuhan terhadap rekomendasi kesehatan serta aturan dari pemerintah Indonesia, organisasi kesehatan dunia, dan otoritas lain yang relevan. Kami melakukan tinjauan harian dan akan memberikan update secara berkala kepada penumpang jika terjadi perubahan.

Pembatalan Penerbangan

Dalam situasi dimana kami terpaksa membatalkan penerbangan, kami akan melakukan yang terbaik untuk menginformasikan kepada Anda secara cepat agar Anda dapat membuat rencana penerbangan alternatif. Pemberitahuan mengenai pembatalan penerbangan akan dikirim melalui pesan teks atau e-mail, serta melalui website kami.

Kebijakan Refund

Lion Air Group memahami bahwa Anda mungkin tidak dapat bepergian sesuai rencana dan jadwal yang telah ditetapkan. Berikut kebijakan khusus:

  1. Berlaku untuk penerbangan Lion Air (JT-990), Batik Air (ID-938) dan Wings Air (IW-513).
  2. Kebijakan pembatalan tiket:
    1. a. Mengirimkan permohonan Refund ke https://www.lionair.co.id/kelola-pemesanan/pengajuan-pengembalian
    2. b. Pengembalian 100% dari nilai harga tiket, kedalam bentuk Voucher.
    3. c. Masa berlaku voucher adalah 1 (satu) tahun dari tanggal penerbitan.
  3. Perubahan jadwal dan perubahan route:
    1. a. Maksimum 2 kali perubahan jadwal, sebelum merubah tiket (kecuali Agent portal dan Website).
    2. b. Dibebaskan dari biaya perubahan/ No Change fee .
    3. c. Biaya selisih dibayarkan, kecuali untuk kelas pembukuan dan rute dari Airlines yang sama.
    4. d. Reroute hanya berlaku untuk Titik asal/ keberangkatan yang sama, dengan Airlines yang sama.
  4. Service tambahan:
    1. a. Tiket bagasi yang belum dipergunakan, masih berlaku untuk penerbangan yang akan datang (jika ada).
    2. b. Pelanggan dengan tiket kursi berbayar akan diatur ulang sesuai ketersediaan alokasi kursi. .
    3. c. Semua nomor dokumen Ancillaries harus disimpan dan ditunjukkan ke Airlines (jika dibutuhkan).

Penjadwalan ulang dan pembatalan penerbangan dapat dilakukan melalui website kami > Lion Air > Ubah Jadwal Penerbangan. Pelanggan yang melakukan pemesanan melalui travel agent dapat menghubungi pihak travel agent untuk bantuan lebih lanjut.

[Klik di sini untuk memantau harga tiket murah Lion Air untuk bepergian di masa pandemi]

Sriwijaya Air

Update 5 Juli 2021 dari akun Instagram @sriwijayaair

Sriwijaya Air dan NAM Air siap mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Bagi kamu yang akan melakukan penerbangan dari/ke Pulau Jawa dan Bali pada periode PPKM Darurat wajib menunjukkan:

  • Kartu vaksin (minimal vaksin dosis pertama). Sertakan surat keterangan Dokter Spesialis jika belum menerima vaksin karena alasan medis.
  • Hasil tes negatif PCR maksimal 2 x 24 jam sebelum keberangkatan.
  • Mengisi e-HAC melalui aplikasi e-HAC Indonesia atau inahac.kemkes.go.id.

Bagi kamu yang akan melakukan penerbangan selain Pulau Jawa dan Bali pada periode PPKM Darurat wajib menunjukkan:

  • Hasil tes negatif antigen 1×24 jam atau
  • Hasil tes negatif PCR 2×24 jam

[Klik di sini untuk memantau harga tiket murah Sriwijaya Air]

Kereta Jarak Jauh

Update dari situs Kereta Api Indonesia (KAI)

Syarat dan ketentuan perjalanan kereta api antar kota masa pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat untuk keberangkatan tanggal 05 s.d 20 Juli 2021, sebagai berikut :

  • Syarat dan Ketentuan Perjalanan KA di pulau Jawa :
  1. Menunjukan surat hasil RT-PCR yang sampelnya diambil maksimal 2×24 jam atau rapid tes antigen sampelnya diambil maksimal 1×24 jam dari keberangkatan KA
  2. menunjukkan kartu/sertifikat vaksin minimal dosis pertama
  3. GeNose tidak berlaku sebagai syarat perjalanan KA
  • Syarat dan Ketentuan Perjalanan KA di pulau Sumatra :
  1. menunjukan surat hasil RT-PCR yang sampelnya diambil maksimal 2×24 jam atau antigen sampelnya diambil maksimal 1×24 jam dari keberangkatan KA
  2. GeNose tidak berlaku sebagai syarat perjalanan KA
    • Bagi pelaku perjalanan dibawah umur 5 (lima) tahun tidak diwajibkan untuk tes RT-PCRatau rapid test antigen sebagai syarat perjalanan
    • Bagi pelaku perjalanan di bawah umur 18 ( delapan belas ) tahun tidak diwajibkan menunjukkan kartu vaksin pertama;
    • Pelaku perjalanan kereta dengan kepentingan khusus yang tidak/belum divaksin dengan alasan medis berdasarkan keterangan dari dokter spesialis dapat menggunakan RT-PCR atau antigen saja
  1. Kereta api komuter dan aglomerasi tidak wajib syarat kartu vaksin dan test RT-PCR atau rapid test antigen dan akan di lakukan test acak (random check)
  2. Calon penumpang yang akan melakukan pemeriksaan rapid test antigen selain wajib menunjukkan kode booking atau tiket kereta api antar kota juga wajib menunjukkan kartu vaksin pertama;
  3. Syarat dan ketentuan pembatalan kereta api keberangkatan tanggal 03 s.d 20 juli 2021 sbb :
    • Dapat dilakukan di loket dan CC 121
    • Paling lambat H+30
    • Kembali penuh 100 %
  4. Bagi calon penumpang yang tidak memiliki atau tidak dapat menunjukkan surat RT-PCR atau rapid test antigen dengan hasil negative; reaktif atau positif; tidak menggunakan masker dan suhu di atas 37,3 derajat celcius pada saat proses boarding atau tidak memiliki sertifikat vaksin :
    • dapat dilakukan di loket dan cc 121
    • paling lambat H+7
    • kembali penuh 100 %
  5. Calon penumpang yang sudah melakukan pemesanan pemeriksaan genose pada aplikasi kai access untuk keberangkatan tanggal 03 s.d 20 juli 2021, yang belum melakukan pemeriksaan dapat di lakukan pada lain kesempatan sampai batas waktu yang tidak ditentukan;
  6. Kapasitas angkut penumpang ( load factor ) :
    • Kereta api antar kota maksimum 70% ( tujuh puluh persen )
    • perjalanan rutin atau komuter dalam wilayah atau kawasan aglomerasi maksimum 32%( tiga puluh dua persen ) untuk kereta rel listrik ( krl );
    • kereta api lokal perkotaan maksimum 50%;

Daftar stasiun yang menyediakan layanan rapid test antigen:

  1.  Stasiun Gambir
  2. Pasar Senen
  3. Bandung
  4. Kiaracondong
  5. Tasikmalaya
  6. Banjar
  7. Cirebon
  8. Cirebon Prujakan
  9. Jatibarang
  10. Semarang Poncol
  11. Semarang Tawang
  12. Tegal
  13. Pekalongan
  14. Cepu
  15. Purwokerto
  16. Kebumen
  17. Kutoarjo
  18. Kroya
  19. Yogyakarta
  20. Lempuyangan
  21. Solo Balapan
  22. Purwosari
  23. Klaten
  24. Madiun
  25. Blitar
  26. Jombang
  27. Kediri
  28. Kertosono
  29. Tulungagung
  30. Surabaya Gubeng
  31. Surabaya Pasar Turi
  32. Malang
  33. Sidoarjo
  34. Mojokerto
  35. Jember
  36. Ketapang
  37. Kertapati
  38. Lahat
  39. Lubuk Linggau
  40. Muara Enim
  41. Prabumulih
  42. Tebing Tinggi
  43. Tanjungkarang
  44. Kotabumi
  45. Baturaja.

Untuk info selengkapnya, pelanggan dapat menghubungi Customer Service di Stasiun, Contact Center KAI melalui telepon di 021-121, WhatsApp KAI121 di 08111- 2111-121, email [email protected], atau media sosial KAI121.

Tentang Travel Blog Wego Indonesia

Wego App Download

Travel Blog Wego Indonesia adalah media daring milik Wego Indonesia yang menyajikan informasi seputar perjalanan, ditulis oleh tim redaksi dan kontributor. Saat ini  didukung kanal media sosial Wego ID di TwitterFacebook, dan Instagram.Wego sendiri adalah situs dan aplikasi pembanding harga tiket pesawat serta hotel. Wego menyajikan informasi harga dari ratusan situs agen wisata, maskapai, dan jaringan hotel dunia, dalam satu tampilan sederhana. Dengan menggunakan Wegomencari tiket pesawat dan hotel sesuai bujet dan preferensi akan lebih cepat dan mudah!Punya cerita menarik tentang tempat asal kamu? Atau ingin berbagi tips seputar liburan dan jalan-jalan? Kirim ke [email protected] supaya lebih banyak orang bisa membaca tulisanmu!