Syarat-Terbaru-Naik-Pesawat-Saat-Pandemi

Syarat Naik Pesawat dan KA Terbaru – Update 2 November 2021

Punya keperluan yang mengharuskan bepergian di tengah pandemi? Pastikan kamu sudah memenuhi syarat perjalanan yang diterapkan oleh maskapai penerbangan atau PT KAI yang sudah Wego rangkum di bawah ini. Selain itu, selama perjalanan kamu wajib untuk mematuhi protokol kesehatan seketat mungkin.

Wego App Download

[Baca juga: Harus Melakukan Perjalanan di Tengah Pandemi? Lihat Dulu Tipsnya!]

Klik maskapai yang akan kamu gunakan dan lihat syaratnya di artikel ini sebelum melakukan perjalanan.

Perlu diingat bahwa hasil tes negatif hanya berlaku apabila dikeluarkan oleh laboratorium jejaring pemeriksa COVID-19 yang terhubung dengan sistem NAR Kementerian Kesehatan. Sebanyak 742 laboratorium tersebar di seluruh Indonesia. Lihat daftarnya di sini.

Daftar Maskapai

AirAsia
Garuda Indonesia
Citilink
Lion Air Group
Sriwijaya Air
Lihat Juga: Kereta Jarak Jauh

AirAsia

(Update 2 November 2021. Sumber: Situs resmi AirAsia)

PERSYARATAN TERBANG

DOMESTIK

Sehubungan dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), seluruh pelaku perjalanan udara dalam negeri wajib menunjukkan persyaratan berikut ini

Syarat naik Pesawat AirAsia terbaru

Calon penumpang diimbau untuk memperhatikan hal-hal berikut:

  • Tes Covid-19 harus dilakukan oleh fasilitas kesehatan yang disebutkan dalam keputusan Menkes RI di sini dan calon penumpang harus memastikan hasil tes telah tersedia di aplikasi Peduli Lindungi sebelum keberangkatan

  • Menunjukan sertifikat vaksin melalui aplikasi Peduli Lindungi

  • Mengisi kartu kewaspadaan kesehatan elektronik (e-HAC) melalui aplikasi Peduli Lindungi sebelum penerbangan

  • Pelaku perjalanan usia di bawah 12 (dua belas) tahun wajib didampingi oleh orang tua/keluarga yang dibuktikan dengan Kartu Keluarga, serta memenuhi persyaratan tes Covid-19.

  • Kewajiban untuk menunjukkan kartu vaksin dikecualikan bagi:

    • Pelaku perjalanan usia di bawah 12 (dua belas) tahun

    • Pelaku perjalanan dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan pelaku perjalanan tidak dapat menerima vaksin, dengan persyaratan wajib melampirkan surat keterangan dokter dari Rumah Sakit Pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi Covid-19.

 

 

INTERNASIONAL

KE INDONESIA

Sesuai Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan Covid-19  No.20 Tahun 2021

Izin Masuk dan Visa

  1. Pelaku perjalanan internasional yang berstatus Warga Negara Indonesia (WNI) dari luar negeri diizinkan memasuki Indonesia dengan tetap mengikuti protokol kesehatan ketat sebagaimana ditetapkan Pemerintah.

  2. Larangan memasuki wilayah Indonesia, baik secara langsung maupun transit di negara asing tetap diberlakukan bagi pelaku perjalanan internasional yang berstatus Warga Negara Asing (WNA) kecuali yang memenuhi kriteria sebagai berikut:

  • Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 34 Tahun 2021 tentang Pemberian Visa dan Izin Tinggal Keimigrasian dalam Masa Penanganan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, yaitu:

  • Pemegang visa diplomatik, visa dinas dan visa kunjungan;

  • Pemegang izin tinggal diplomatik dan izin tinggal dinas;

  • Pemegang izin tinggal terbatas (KITAS) dan izin tinggal tetap (KITAP);

  • Pemegang Kartu Perjalanan Pebisnis Asia-Pacific Economic Cooperation (KPP APEC); dan

  • Awak alat angkut yang datang dengan alat angkutnya.

  • Sesuai skema perjanjian bilateral Travel Corridor Arrangement (TCA); dan/atau

  • Mendapatkan pertimbangan/izin khusus secara tertulis dari Kementerian/Lembaga.

 

PeduliLindungi

Seluruh Pelaku Perjalanan Internasional, baik yang berstatus Warga Negara Indonesia (WNI) maupun Warga Negara Asing (WNA)

  1. Wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat melakukan perjalanan internasional masuk ke wilayah Indonesia; 

  2. Mengisi e-HAC Internasional melalui aplikasi PeduliLindungi atau secara manual di bandar udara keberangkatan (Negara Asal);

Hasil Tes Covid-19

Menunjukkan hasil negatif melalui tes RT-PCR di negara asal yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam sebelum jam keberangkatan dan dilampirkan pada saat pemeriksaan kesehatan atau e- HAC Internasional Indonesia.

Sertifikat Vaksin

Menunjukkan kartu atau sertifikat (fisik maupun digital) telah menerima vaksin COVID-19 dosis lengkap seminimalnya 14 (empat belas) hari sebelum keberangkatan sebagai persyaratan memasuki Indonesia dengan ketentuan sebagai berikut:

  • WNI wajib menunjukkan kartu atau sertifikat (fisik maupun digital) telah menerima vaksin COVID-19 dosis lengkap sebagai persyaratan memasuki Indonesia, serta dalam hal WNI belum mendapat vaksin di luar negeri maka akan divaksinasi di tempat karantina setibanya di Indonesia setelah dilakukan pemeriksaan RT-PCR kedua dengan hasil negatif;

  • WNA wajib menunjukkan kartu atau sertifikat (fisik maupun digital) telah menerima vaksin COVID-19 dosis lengkap sebagai persyaratan memasuki Indonesia;

  • Dalam hal WNA belum mendapat vaksin di luar negeri maka akan divaksinasi di tempat karantina setibanya di Indonesia setelah dilakukan pemeriksaan RT-PCR kedua dengan hasil negatif, dengan ketentuan sebagai berikut:

    • WNA berusia 12 – 17 tahun;

    • Pemegang izin tinggal diplomatik dan izin tinggal dinas; dan/atau

    • Pemegang kartu izin tinggal terbatas (KITAS) dan kartu izin tinggal tetap (KITAP).

  • WNA yang sudah berada di Indonesia dan akan melakukan perjalanan, baik domestik maupun internasional, diwajibkan untuk melakukan vaksinasi melalui skema program atau gotong royong sesuai peraturan perundang-undangan;

  • Kewajiban menunjukkan kartu atau sertifikat vaksinasi COVID-19 (fisik maupun digital) sebagai persyaratan memasuki Indonesia dikecualikan kepada:

    • WNA pemegang visa diplomatik dan visa dinas yang terkait dengan kunjungan resmi/kenegaraan pejabat asing setingkat menteri keatas dan WNA yang masuk ke Indonesia dengan skema Travel Corridor Arrangement, sesuai prinsip resiprositas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat;

    • WNA yang belum melakukan vaksinasi dan bermaksud untuk melakukan perjalanan domestik dan melanjutkan dengan tujuan mengikuti penerbangan internasional keluar dari wilayah Rl, diperbolehkan untuk tidak menunjukkan kartu/sertifikat vaksinasi COVID-19 selama tidak keluar dari area bandara selama transit menunggu penerbangan internasional yang hendak diikuti, dengan persyaratan:

  • telah diizinkan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan setempat untuk melaksanakan perjalanan domestik dengan tujuan agar dapat meneruskan penerbangannya keluar dari Indonesia; dan

  • menunjukkan jadwal tiket penerbangan ke luar Indonesia untuk direct transit dari kota keberangkatan menuju bandara internasional di wilayah RI dengan tujuan akhir ke negara tujuan.

  • Pelaku perjalanan internasional usia di bawah 18 tahun; dan

  • Pelaku perjalanan internasional dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan pelaku perjalanan tidak dapat menerima vaksin, dengan persyaratan wajib melampirkan surat keterangan dokter dari Rumah Sakit Pemerintah negara keberangkatan yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi COVID-19.

  • Kartu atau sertifikat (fisik maupun digital) telah menerima vaksin COVID-19 dosis lengkap ditulis dalam bahasa Inggris, selain dengan bahasa negara asal.

 

Karantina

Pelaku perjalanan internasional akan menjalani tes ulang pada saat kedatangan dan diwajibkan menjalani karantina selama 5 x 24 jam, dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Bagi WNI, yaitu Pekerja Migran Indonesia (PMI); Pelajar/mahasiswa; atau Pegawai Pemerintah yang kembali dari perjalanan dinas luar negeri sesuai dengan Surat Keputusan Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Nomor 14 Tahun 2021 tentang Pintu Masuk (Entry Point), Tempat Karantina, dan Kewajiban RT-PCR bagi Warga Negara Indonesia Pelaku Perjalanan Internasional dengan biaya ditanggung oleh pemerintah.

  2. Bagi WNI di luar kriteria yang disebutkan di atas, dan bagi WNA, termasuk diplomat asing, diluar kepala perwakilan asing dan keluarga kepala perwakilan asing menjalani karantina di tempat akomodasi karantina.

  3. Bagi WNI dan WNA dilakukan tes RT-PCR kedua pada hari ke-4 karantina;

  4. Jika tes menunjukkan hasil positif maka dilakukan perawatan di fasilitas isolasi terpusat untuk orang tanpa gejala dan orang dengan gejala ringan dan rumah sakit rujukan untuk orang dengan gejala sedang dan berat, bagi WNI dengan biaya ditanggung oleh pemerintah dan bagi WNA dengan biaya seluruhnya ditanggung mandiri.

Pintu Masuk

Pintu masuk (entry point) perjalanan penumpang internasional hanya dapat dilakukan melalui:

  1. Bandar Udara Soekarno Hatta, Tangerang dan Bandar Udara Sam Ratulangi, Manado hanya menjadi pintu masuk (entry point) perjalanan penumpang internasional bagi WNI dan WNA dengan tujuan selain wisata;

  2. Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Bandar Udara Hang Nadim, Batam, dan Bandar Udara Raja Haji Fisabilillah, Tanjung Pinang hanya menjadi pintu masuk (entry point) perjalanan penumpang internasional bagi WNA dengan tujuan wisata.

 

Ketentuan Tambahan untuk WNA dengan Tujuan Perjalanan Wisata

Pelaku Perjalanan Internasional berstatus Warga Negara Asing (WNA) dengan tujuan perjalanan wisata wajib melampirkan:

  1. Visa Kunjungan Singkat atau izin masuk lainnya sesuai peraturan perundangan yang berlaku;

  2. Bukti kepemilikan asuransi kesehatan dengan nilai pertanggungan minimal USD 100.000 yang mencakup pembiayaan penanganan COVID-19; dan

  3. Bukti konfirmasi pemesanan dan pembayaran (booking) tempat akomodasi dari penyedia akomodasi selama menetap di Indonesia.

[Tiket murah AirAsia]

 

Garuda Indonesia

(Update 29 Oktober 2021 dari situs Garuda Indonesia)

Peraturan dibawah ini adalah persyaratan dokumen untuk penerbangan domestik pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga pemberitahuan selanjutnya

Perhatian: Hasil Negatif tes COVID-19 wajib diterbitkan oleh Fasilitas Pelayanan Kesehatan (fasyankes) yang disebutkan dalam Keputusan MENKES RI (lihat daftarnya di sini) dan penumpang harus memastikan bahwa hasil tes di upload ke sistem eHAC oleh fasyankes terkait.

Syarat penerbangan untuk rute dari/ke Pulau Jawa:

  • Wajib sertifikat vaksin minimal dosis 1
  • RT – PCR negatif maksimal 3 x 24 jam

Syarat penerbangan untuk rute dari/ke daerah selain Jawa dan Bali:

  • Wajib sertifikat vaksin minimal dosis 1
  • RT – PCR negatif maksimal 3 x 24 jam atau Rapid Antigen maksimal 1 x 24 jam

 

Hal-hal yang perlu diperhatikan:

  1. Hasil Negatif tes COVID-19 wajib diterbitkan oleh Fasilitas Pelayanan Kesehatan (fasyankes) yang disebutkan dalam Keputusan MENKES RI (lihat daftarnya di sini) dan penumpang harus memastikan bahwa hasil tes di upload ke sistem eHAC yang terintegrasi ke aplikasi PeduliLindungi oleh fasyankes terkait
  2. Jika terdapat perbedaan persyaratan antara daerah asal dan tujuan keberangkatan, maka peraturan mengikuti yang lebih ketat atau sesuai dengan kebijakan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) setempat
  3. Semua penumpang harus mengisi Electronic Health Alert Card (eHAC) yang terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi, aplikasi PeduliLindungi yang dapat diunduh di: Android dan iOS
  4. Penumpang berusia di bawah 18 tahun tetap diwajibkan mengikuti persyaratan dokumen yang berlaku sesuai daerah tujuan
  5. Penumpang berusia di bawah 12 tahun diperbolehkan melakukan perjalanan selama didampingi keluarga yang dibuktikan dengan Kartu Keluarga dan menunjukkan hasil tes COVID-19 sesuai syarat rute penerbangan (tanpa sertifikat vaksin)
  6. Penumpang dengan kepentingan khusus yang tidak atau belum divaksin dengan alasan medis berdasarkan surat keterangan dokter dari Rumah Sakit Pemerintah dapat melakukan perjalanan dengan menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid antigen sesuai ketentuan destinasi tujuan
  7. Penumpang yang berangkat dari wilayah yang tidak memiliki faisilitas tes RT-PCR yang dapat menerbitkan hasil dengan waktu singkat dihimbau memastikan kebijakan otoritas bandara keberangkatan dengan menghubungi kantor cabang Garuda Indonesia setempat
  8. Penumpang yang berangkat dari wilayah perbatasan dan daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) tidak berlaku ketentuan surat kesehatan sebagaimana yang diharuskan
  9. Penumpang dengan penerbangan domestik transit (tidak keluar bandara/tidak ganti penerbangan) maka mengacu pada persyaratan tujuan akhir penerbangan
  10. Penumpang penerbangan internasional masuk ke Indonesia yang memiliki penerbangan lanjutan domestik agar mengikuti persyaratan masuk Indonesia (mohon dapat melihat syarat Penerbangan Internasional Masuk ke Indonesia di bawah) dan juga mengikuti persyaratan daerah tujuan akhir
  11. Penumpang WNA dibawah 12 tahun untuk sementara tidak diperkenankan masuk ke Indonesia karena akan menimbulkan masalah ketika akan melakukan penerbangan domestik lanjutan
  12. Penumpang WNA yang akan meninggalkan Indonesia melalui penerbangan transit domestik tidak diwajibkan untuk menunjukkan sertifikat vaksinasi COVID-19 selama tidak keluar bandara selama transit dan diizinkan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di bandara keberangkatan

Garuda Indonesia tidak bertanggung jawab atas kesalahan atau kekurangan dokumen persyaratan dan berhak untuk membatalkan penerbangan penumpang yang tidak memenu hi persyaratan yang dimaksud.

[Pantau terus harga tiket murah Garuda Indonesia di sini]

Update 29 Oktober 2021 dari situs Citilink.

Peraturan dibawah ini adalah persyaratan dokumen untuk penerbangan domestik pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berlaku sejak tanggal 26 Juli 2021 hingga pemberitahuan selanjutnya

Perhatian: Hasil Negatif tes COVID-19 wajib diterbitkan oleh Fasilitas Pelayanan Kesehatan (fasyankes) yang disebutkan dalam Keputusan MENKES RI (lihat daftarnya di sini) dan penumpang harus memastikan bahwa hasil tes di upload ke sistem eHAC oleh fasyankes terkait.

Rute Penerbangan

Kartu Vaksinasi COVID-19

Hasil Negatif Tes COVID-19 (waktu sejak pengambilan sampel)

Persyaratan Tambahan

RT-PCR

RAPID ANTIGEN

PPKM Semua Level
• Antar kota di dalam Pulau Jawa dan Pulau Bali • Dari atau menuju Pulau Jawa
• Dari atau menuju Pulau Bali

Minimal Dosis Pertama

3 x 24 Jam

Tidak berlaku

Khusus tujuan Bali:
- Surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR harus dilengkapi dengan barcode/ QRCode
- vaksin di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai (DPS) Bali tidak dapat terbang di hari yang sama dengan vaksinasi
- Penumpang yang pernah terpapar COVID-19 tiga bulan terakhir dapat membawa Surat Keterangan Penyintas COVID-19 sebagai referensi tidak dapat vaksinas
- WNA yang berangkat dari Bali dengan tujuan internasional melalui penerbangan domestik dan transit tidak lebih dari 24 jam di bandara transit, tidak wajib menunjukkan sertifikat vaksin


Khusus tujuan Pontianak: 
Surat keterangan harus tercantum di dalam aplikasi e-HAC penumpang dan di surat keterangan harus tertera QRCode apabila penumpang tidak dapat menunjukkan validasi (barcode) digital pada surat keterangan hasil negatif RT-PCR di e-HAC, maka tidak dapat melanjutkan penerbangan atau dapat melakukan tes RT-PCR ulang dan menunjukkan barcode dan akan dilakukan tes RT-PCR secara acak pada saat kedatangan.

Khusus tujuan Banjarmasin:
Berlaku ketentuan wajib test PCR mulai tanggal 19 Oktober - 08 November 2021


Khusus tujuan Manado:
Pada saat kedatangan di Bandara Sam Ratulangi, penumpang akan di wajibkan untuk melakukan tes Rapid Antigen oleh otoritas setempat


Khusus tujuan Gorontalo: 
Akan dilakukan tes Rapid Antigen disaat kedatangan dan apabila hasilnya positif akan dilakukan tes RT-PCR dan wajib isolasi menunggu hasil

Antar Kota di luar Pulau Jawa dan Pulau Bali

Minimal Dosis Pertama

3 x 24 Jam

1 x 24 Jam
(hasil tes Rapid Antigen tidak berlaku untuk penerbangan dari/menuju Jawa/Bali)

Khusus tujuan Lombok: 
Surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR/Rapid Antigen harus dilengkapi dengan barcode/ QRCode

Khusus tujuan Biak, Merauke, Jayapura: 
1) Wajib dilengkapi Surat Keterangan Perjalanan dari pejabat tertinggi instansi tempat bekerja (bagi yang berdinas) atau dari instansi yang memiliki kepentingan (bagi yang berkepentingan khusus) atau dari pemerintah daerah asal (bagi yang bertempat tinggal/ber-KTP/berindentitas selain Provinsi Papua). 
2) Akan dilakukan tes RT-PCR atau Rapid Antigen pada saat kedatangan dan jika hasilnya positif akan dilakukan isolasi terpusat dengan biaya ditanggung penumpang

Khusus tujuan Labuan Bajo: 
untuk perjalanan wisata wajib dilengkapi dengan pendaftaran pada portal daring registrasi kunjungan wisata Labuan Bajo yang dapat di akses di sini

Mohon untuk dapat memperhatikan hal-hal berikut:

  1. Hasil Negatif tes COVID-19 wajib diterbitkan oleh Fasilitas Pelayanan Kesehatan (fasyankes) yang disebutkan dalam Keputusan MENKES RI (lihat daftarnya di sini) dan penumpang harus memastikan bahwa hasil tes di upload ke sistem eHAC yang terintegrasi ke aplikasi PeduliLindungi oleh fasyankes terkait.
  2. Jika terdapat perbedaan persyaratan antara daerah asal dan tujuan keberangkatan, maka peraturan mengikuti yang lebih ketat atau sesuai dengan kebijakan otoritas daerah setempat.
  3. Semua penumpang harus mengisi Electronic Health Alert Card (eHAC) yang terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi, aplikasi PeduliLindungi yang dapat diunduh di: Android dan iOS.
  4. Penumpang berusia di bawah 12 tahun diperbolehkan melakukan perjalanan selama didampingi keluarga yang dibuktikan dengan Kartu Keluarga dan menunjukkan hasil tes COVID-19 sesuai syarat rute penerbangan (tanpa sertifikat vaksin).
  5. Penumpang dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan pelaku perjalanan tidak dapat menerima vaksin, dengan persyaratan wajib melampirkan surat keterangan dokter dari Rumah Sakit Pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi Covid-19 serta wajib melengkapi dokumen hasil test Covid-19 sesuai dengan ketentuan destinasi tujuan.
  6. Penumpang yang berangkat dari wilayah yang tidak memiliki faisilitas tes RT-PCR yang dapat menerbitkan hasil dengan waktu singkat dihimbau memastikan kebijakan otoritas bandara keberangkatan dengan menghubungi petugas Satgas Covid-19 di Bandara Keberangkatan.
  7. Penumpang yang berangkat dari wilayah perbatasan dan daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) tidak berlaku ketentuan surat kesehatan sebagaimana yang diharuskan.
  8. Penumpang dengan penerbangan domestik transit (tidak keluar bandara/tidak ganti penerbangan) maka mengacu pada persyaratan tujuan akhir penerbangan.
  9. Penumpang penerbangan internasional masuk ke Indonesia yang memiliki penerbangan lanjutan domestik agar mengikuti persyaratan masuk Indonesia (mohon dapat melihat syarat Penerbangan Internasional Masuk ke Indonesia di bawah) dan juga mengikuti persyaratan daerah tujuan akhir.
  10. Penumpang WNA yang akan meninggalkan Indonesia melalui penerbangan transit domestik tidak diwajibkan untuk menunjukkan sertifikat vaksinasi COVID-19 selama tidak keluar bandara selama transit dan diizinkan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di bandara keberangkatan.

Selain persyaratan diatas, sesampainya di bandara tujuan, penumpang dimungkinkan mendapatkan pemeriksaan tambahan dari otoritas setempat atau mengisi form/surat pernyataan lainnya sesuai dengan ketentuan lokal pemerintah/otoritas setempat.

Penumpang mohon dapat mengunduh dan menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk proses pemeriksaan dokumen persyaratan penerbangan (sertifikat vaksin dan hasil negatif tes COVID-19) di bandara keberangkatan. Kami menyarankan agar penumpang tetap membawa print out (hasil cetak) dokumen persyaratan asli (sertifikat vaksin dan hasil negatif tes COVID-19) sebelum tiba di bandara keberangkatan sebagai antisipasi apabila dibutuhkan.

Citilink Indonesia tidak bertanggung jawab atas kesalahan atau kekurangan dokumen persyaratan dan berhak untuk membatalkan penerbangan penumpang yang tidak memenuhi persyaratan yang dimaksud.

 

Internasional

Persyaratan masuk Indonesia sesuai ketentuan pada laman resmi IATA :

  • WNI
    Seluruh Warga Negara Indonesia diperbolehkan masuk Indonesia.
    Khusus bagi WNI memiliki riwayat perjalanan ke wilayah India dalam kurun waktu 14 (empat belas) hari, hanya dapat memasuki wilayah Indonesia melalui:
    a. TPI Bandar Udara Soekarno-Hatta Tangerang (CGK)
    b. TPI Bandar Udara Juanda Surabaya (SUB)
    c. TPI Bandar Udara Kualanamu Medan (KNO)
    d. TPI Bandar Udara Sam Ratulangi Manado (MDC)
  • WNA
    Pelaku perjalanan WNA dari seluruh negara asing yang akan memasuki Indonesia, baik secara langsung maupun transit di negara asing, untuk sementara dilarang memasuki Indonesia kecuali yang memenuhi salah satu kriteria sebagai berikut:
    – Sesuai ketentuan dalam Permenkumham No. 27 Tahun 2020 yang menyebutkan bahwa adanya pembatasan bagi WNA untuk masuk atau transit ke wilayah Indonesia selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat, hal ini dikecualikan bagi: WNA pemegang Visa dan/atau Izin Tinggal yang sah dan berlaku (terdiri atas Visa Dinas, Visa Diplomatik, Visa Tinggal Dinas, Izin Tinggal Dinas, Izin Tinggal Diplomatik, Izin Tinggal Terbatas, Izin Tinggal Tetap), WNA dengan tujuan kesehatan dan kemanusiaan (setelah mendapat rekomendasi dari kementerian/lembaga yang menyelenggarakan fungsi COVID-19), dan awak alat angkut yang datang dengan alat angkutnya.
    – Sesuai skema perjanjian bilateral Travel Corridor Agreement (TCA).
    – Mendapatkan pertimbangan/izin khusus secara tertulis dari Kementerian/Lembaga.

Protokol Kesehatan untuk Penumpang Penerbangan Internasional tujuan Indonesia:
Seluruh Pelaku Perjalanan Internasional, baik yang berstatus Warga Negara Indonesia (WNI) maupun Warga Negara Asing (WNA) harus mengikuti ketentuan/persyaratan sebagai berikut:

  1. Mematuhi ketentuan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah.
  2. Menunjukkan hasil negatif melalui tes RT-PCR di negara asal yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam sebelum jam keberangkatan dan dilampirkan pada saat pemeriksaan kesehatana tau e-HAC Internasional Indonesia;
  3. Menunjukkan sertifikat vaksinasi COVID-19 lengkap (seluruh dosis), jika penumpang tidak dapat menunjukkan sertifikat vaksinasi COVID-19, maka berlaku peraturan sebagai berikut:
    1. Bagi WNI, tetap diperbolehkan memasuki Indonesia dan akan divaksinasi di tempat karantina saat tiba di Indonesia
    2. Bagi WNA, tidak diperbolehkan memasuki Indonesia. WNA yang sudah berada di wilayah Indonesia dan akan melakukan perjalanan baik domestik maupun internasional harus melakukan vaksinasi melalui skema program Gotong Royong sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Dikecualikan dari kewajiban menunjukkan sertifikat vaksin adalah:
      – Pemegang Visa Diplomatik
      – Pemegang Visa Dinas yang terkait dengan kunjungan resmi atau kenegaraan pejabat asing setingkat menteri ke atas
      – WNA yang masuk ke Indonesia dengan skema Travel Corridor Arrangement (TCA), sesuai prinsip resprositas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dengan keta
      – WNA berusia di bawah 12 tahun yang masuk ke Indonesia dan memiliki penerbangan lanjutan dengan syarat didampingi orang tua yang memiliki hasil negatif tes RT-PCR
  4. Pada saat kedatangan, dilakukan tes ulang RT-PCR bagi pelaku perjalanan internasional dan diwajibkan menjalani karantina terpusat selama 8 x 24 jam, dengan ketentuan sebagai berikut:
    1. Bagi WNI, yaitu Pekerja Migran Indonesia (PMI); Pelajar/mahasiswa; atau Pegawai Pemerintah yang kembali dari perjalanan dinas luar negeri di Wisma Pademangan sesuai dengan Surat Keputusan Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Nomor 8 Tahun 2021 dengan biaya ditanggung oleh Pemerintah.
    2. Bagi WNI diluar kriteria sebagaimana disebutkan diatas dan bagi WNA, termasuk diplomat asing, diluar kepala perwakilan asing dan keluarga kepala perwakilan asing menjalani karantina di tempat akomodasi karantina yang telah mendapatkan sertifikasi penyelenggaran akomodasi karantina COVID-19 oleh Kementerian Kesehatan dengan biaya seluruhnya ditanggung mandiri.
  5. Dalam hal kepala perwakilan asing dan keluarga yang bertugas di Indonesia dapat melakukan karantina mandiri di kediaman masing-masing selama 8 x 24 jam sebagaimana dimaksud pada point nomor 3;
  6. Dalam hal hasil pemeriksaan ulang RT-PCR pada saat kedatangan menunjukkan hasil positif maka dilakukan perawatan di rumah sakit bagi WNI dengan biaya ditanggung oleh pemerintah dan bagi WNA dengan biaya seluruhnya ditanggung mandiri;
  7. Dalam hal Warga Negara Asing (WNA) tidak dapat membiayai karantina mandiri dan/atau perawatannya di Rumah Sakit, maka pihak sponsor, kementerian/lembaga/BUMN yang memberikan pertimbangan izin masuk bagi WNA tersebut dapat dimintakan pertanggungjawaban yang dimaksud.
  8. Pada hari ke-7 karantina, bagi WNI dan WNA dilakukan pemeriksaan ulang RT-PCR.
    1. Dalam hal hasil negatif: maka bagi WNI dan WNA diperkenankan untuk melanjutkan perjalanan dan dianjurkan untuk melakukan karantina mandiri selama 14 hari serta menerapkan protokol kesehatan;
    2. Dalam hal hasil positif: maka dilakukan perawatan di rumah sakit bagi WNI dengan biaya ditanggung oleh pemerintah dan bagi WNA dengan biaya seluruhnya ditanggung mandiri;

Ketentuan ini berdasarkan SE Satuan Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Nomor 8 Tahun 2021 beserta addendumnya dan berlaku mulai 6 Juli 2021 hingga pemberitahuan selanjutnya.

Selain persyaratan diatas, sesampainya di bandara tujuan, penumpang dimungkinkan mendapatkan pemeriksaan tambahan dari otoritas setempat atau mengisi form/surat pernyataan lainnya sesuai dengan ketentuan lokal pemerintah/otoritas setempat. Penumpang mohon untuk dapat menyiapkan copy seluruh dokumen persyaratan beserta aslinya sebelum tiba di bandara keberangkatan untuk dilaporkan dan diserahkan ke Petugas Check-in Counter. Citilink Indonesia tidak bertanggung jawab atas kesalahan atau kekurangan dokumen persyaratan dan berhak untuk membatalkan penerbangan penumpang yang tidak memenuhi persyaratan yang dimaksud.

[Temukan harga tiket pesawat Citilink terbaik hanya di Wego.co.id]

 

Lion Air Group

(Update 29 Oktober 2021 dari situs Lion Air Group)

Syarat Penerbangan Domestik:

– Rute dari/ke/antar daerah Pulau Jawa & Bali: Hasil negatif PCR maksimal 3×24 jam dan sertifikat vaksin minimal dosis 1

– Rute antardaerah di luar wilayah Pulau Jawa dan Bali: Rapid Antigen 1×24 jam atau PCR 3×24 jam, serta sertifikat vaksin minimal dosis 1

  • Hasil tes COVID-19 dan sertifikat vaksin ditunjukkan melalui aplikasi PeduliLindungi
  • Penumpang yang tidak bisa divaksin karena alasan medis wajib menunjukkan surat keterangan dari dokter di rumah sakit pemerintah
  • Penumpang berusia di bawah 12 tahun wajib didampingi oleh orang tua/keluarga dengan menyertakan Kartu Keluarga dan tidak wajib menunjukkan sertifikat  vaksin.

Perubahan Jadwal Penerbangan dan Kebijakan Refund

Dengan meningkatnya kasus COVID-19, banyak negara termasuk Indonesia memperketat aturan penerbangan. Tindakan ini dilakukan sebagai respon dan kepatuhan terhadap rekomendasi kesehatan serta aturan dari pemerintah Indonesia, organisasi kesehatan dunia, dan otoritas lain yang relevan. Kami melakukan tinjauan harian dan akan memberikan update secara berkala kepada penumpang jika terjadi perubahan.

Pembatalan Penerbangan

Dalam situasi dimana kami terpaksa membatalkan penerbangan, kami akan melakukan yang terbaik untuk menginformasikan kepada Anda secara cepat agar Anda dapat membuat rencana penerbangan alternatif. Pemberitahuan mengenai pembatalan penerbangan akan dikirim melalui pesan teks atau e-mail, serta melalui website kami.

Kebijakan Refund

Lion Air Group memahami bahwa Anda mungkin tidak dapat bepergian sesuai rencana dan jadwal yang telah ditetapkan. Berikut kebijakan khusus:

  1. Berlaku untuk penerbangan Lion Air (JT-990), Batik Air (ID-938) dan Wings Air (IW-513).
  2. Kebijakan pembatalan tiket:
    1. a. Mengirimkan permohonan Refund ke https://www.lionair.co.id/kelola-pemesanan/pengajuan-pengembalian
    2. b. Pengembalian 100% dari nilai harga tiket, kedalam bentuk Voucher.
    3. c. Masa berlaku voucher adalah 1 (satu) tahun dari tanggal penerbitan.
  3. Perubahan jadwal dan perubahan route:
    1. a. Maksimum 2 kali perubahan jadwal, sebelum merubah tiket (kecuali Agent portal dan Website).
    2. b. Dibebaskan dari biaya perubahan/ No Change fee .
    3. c. Biaya selisih dibayarkan, kecuali untuk kelas pembukuan dan rute dari Airlines yang sama.
    4. d. Reroute hanya berlaku untuk Titik asal/ keberangkatan yang sama, dengan Airlines yang sama.
  4. Service tambahan:
    1. a. Tiket bagasi yang belum dipergunakan, masih berlaku untuk penerbangan yang akan datang (jika ada).
    2. b. Pelanggan dengan tiket kursi berbayar akan diatur ulang sesuai ketersediaan alokasi kursi. .
    3. c. Semua nomor dokumen Ancillaries harus disimpan dan ditunjukkan ke Airlines (jika dibutuhkan).

Penjadwalan ulang dan pembatalan penerbangan dapat dilakukan melalui website kami > Lion Air > Ubah Jadwal Penerbangan. Pelanggan yang melakukan pemesanan melalui travel agent dapat menghubungi pihak travel agent untuk bantuan lebih lanjut.

[Klik di sini untuk memantau harga tiket murah Lion Air untuk bepergian di masa pandemi]

Sriwijaya Air

Update 29 Oktober 2021

Syarat Penerbangan Domestik:

– Rute dari/ke/antar daerah Pulau Jawa & Bali: Hasil negatif PCR maksimal 3×24 jam dan sertifikat vaksin minimal dosis 1

– Rute antardaerah di luar wilayah Pulau Jawa dan Bali: Rapid Antigen 1×24 jam atau PCR 3×24 jam, serta sertifikat vaksin minimal dosis 1

  • Hasil tes COVID-19 dan sertifikat vaksin ditunjukkan melalui aplikasi PeduliLindungi
  • Penumpang yang tidak bisa divaksin karena alasan medis wajib menunjukkan surat keterangan dari dokter di rumah sakit pemerintah
  • Penumpang berusia di bawah 12 tahun wajib didampingi oleh orang tua/keluarga dengan menyertakan Kartu Keluarga dan tidak wajib menunjukkan sertifikat  vaksin.

[Klik di sini untuk memantau harga tiket murah Sriwijaya Air]

Kereta Jarak Jauh

Update 31 Oktober 2021 dari situs Kereta Api Indonesia (KAI)

Syarat naik kereta api jarak jauh selama masa PPKM antara lain:

1. Sudah divaksinasi Covid-19 minimal dosis pertama. Bagi pelanggan dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan tidak dapat menerima vaksin, wajib melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi Covid-19.

2. Menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR maksimal 3×24 jam atau Rapid Test Antigen maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan.

3. Bagi anak usia di bawah 12 tahun, wajib didampingi oleh orang tua/keluarga yang dibuktikan dengan Kartu Keluarga.

Untuk memesan tiket, seluruh pelanggan kereta api harus memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada kolom nomor identitas. Penggunaan NIK ini berlaku bagi pelanggan dewasa ataupun anak-anak untuk memvalidasi status vaksinasi dan pemeriksaan Covid-19 calon pelanggan. Hal tersebut dikarenakan, KAI telah mengintegrasikan aplikasi PeduliLindungi dengan sistem boarding KAI.

Selama menggunakan layanan KAI, pelanggan diminta untuk mematuhi protokol kesehatan yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas, menghindari makan bersama, dan menggunakan hand sanitizer.

Pelanggan juga harus dalam kondisi sehat (tidak menderita flu, pilek, batuk, hilang daya penciuman, diare, dan demam), dan suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celsius.

Pelanggan wajib menggunakan masker kain 3 lapis atau masker medis yang menutupi hidung dan mulut. Pelanggan juga tidak diperkenankan untuk berbicara satu arah maupun dua arah melalui telepon ataupun secara langsung sepanjang perjalanan. Tidak diperkenankan untuk makan dan minum sepanjang perjalanan bagi perjalanan yang kurang dari 2 jam, terkecuali bagi individu yang wajib mengkonsumsi obat dalam rangka pengobatan yang jika tidak dilakukan dapat membahayakan keselamatan dan kesehatan orang tersebut.

Untuk informasi lebih lanjut terkait syarat naik KA di masa pandemi Covid-19, masyarakat dapat menghubungi Contact Center KAI melalui telepon di 121, WhatsApp 08111-2111-121, email [email protected], atau media sosial KAI121.

Daftar stasiun yang menyediakan layanan rapid test antigen:

  1.  Stasiun Gambir
  2. Pasar Senen
  3. Bandung
  4. Kiaracondong
  5. Tasikmalaya
  6. Banjar
  7. Cirebon
  8. Cirebon Prujakan
  9. Jatibarang
  10. Semarang Poncol
  11. Semarang Tawang
  12. Tegal
  13. Pekalongan
  14. Cepu
  15. Purwokerto
  16. Kebumen
  17. Kutoarjo
  18. Kroya
  19. Yogyakarta
  20. Lempuyangan
  21. Solo Balapan
  22. Purwosari
  23. Klaten
  24. Madiun
  25. Blitar
  26. Jombang
  27. Kediri
  28. Kertosono
  29. Tulungagung
  30. Surabaya Gubeng
  31. Surabaya Pasar Turi
  32. Malang
  33. Sidoarjo
  34. Mojokerto
  35. Jember
  36. Ketapang
  37. Kertapati
  38. Lahat
  39. Lubuk Linggau
  40. Muara Enim
  41. Prabumulih
  42. Tebing Tinggi
  43. Tanjungkarang
  44. Kotabumi
  45. Baturaja.

 

Tentang Travel Blog Wego Indonesia

Wego App Download

Travel Blog Wego Indonesia adalah media daring milik Wego Indonesia yang menyajikan informasi seputar perjalanan, ditulis oleh tim redaksi dan kontributor. Saat ini  didukung kanal media sosial Wego ID di TwitterFacebook, dan Instagram.Wego sendiri adalah situs dan aplikasi pembanding harga tiket pesawat serta hotel. Wego menyajikan informasi harga dari ratusan situs agen wisata, maskapai, dan jaringan hotel dunia, dalam satu tampilan sederhana. Dengan menggunakan Wegomencari tiket pesawat dan hotel sesuai bujet dan preferensi akan lebih cepat dan mudah!Punya cerita menarik tentang tempat asal kamu? Atau ingin berbagi tips seputar liburan dan jalan-jalan? Kirim ke [email protected] supaya lebih banyak orang bisa membaca tulisanmu!