Perpustakaan Alternatif yang Wajib Dikunjungi Traveler Pencinta Buku

Tahukah kamu kalau sejak 1995, Presiden Soeharto menetapkan 14 September sebagai Hari Kunjung Perpustakaan dan bulan September sebagai bulan Gemar Membaca?

Buat kamu yang suka membaca buku, ini dia bulan yang kamu banget! Kali ini, TelusuRI ingin membagikan informasi tentang tempat-tempat yang bisa kamu kunjungi kalau kamu seorang pencinta buku yang senang jalan-jalan.

Yuk, simak informasinya!

1. Kineruku, Bandung

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Kineruku (@kineruku) on

 

Kineruku adalah sebuah perpustakaan dan toko buku yang berlokasi di Kota Kembang, Bandung. Perpustakaan ini berada di bangunan oldies yang mempunyai halaman bernuansa hijau segar. Maka dari itu, jika kamu berkunjung ke tempat ini kamu akan merasakan sensasi seperti sedang liburan di rumah nenek yang sejuk dan asri.

Di Kineruku, terdapat koleksi 4.000 buku, mulai dari buku filsafat, cerpen, puisi, sejarah, hingga buku berbahasa asing yang di pasaran sangat mahal harganya. Tak hanya buku saja, kamu juga akan menemukan beragam koleksi CD lagu dan film hingga ribuan judul yang bisa kamu pinjam sewaktu-waktu. Tak jarang ada konser musik mini dari band-band indie yang diselenggarakan di sini.

Uniknya, kamu juga bisa mengunjungi toko barang antik yang berada di halaman belakang Kineruku. Selain untuk konser, biasanya halaman ini juga sering dijadikan tempat untuk berdiskusi buku dan peluncuran album.

Perpaduan antara perpustakaan, dunia sinema, serta musik menjadikan tempat ini sangat cocok untuk kamu yang sedang mencari inspirasi. Apalagi jika kamu bekerja sebagai penulis atau desainer grafis dijamin akan membuat hasil kerjamu jauh lebih berkualitas. Selain itu, tempat ini juga cocok banget untuk kamu menghabiskan waktu bersama teman-temanmu.

Selama pandemi ini, Kineruku tutup untuk sementara waktu. Pantau terus kapan Kineruku buka melalui informasi yang dibagikan pada akun Instagram @kineruku.

 

 

2. Kata Kerja, Makassar

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Meet Me at the Library (@katakerja) on

Untuk kamu pencinta film AADC 2 (Ada Apa Dengan Cinta 2) pasti sudah tidak asing dengan nama Aan Mansyur yang puisinya ikut menghiasi film tersebut. Puisinya yang sangat mengena membuat namanya tambah dikenal oleh masyarakat luas setelah dipopulerkan melalui film tersebut.

Selain menjadi penulis puisi, Aan Mansyur juga bekerja sebagai seorang aktivis literasi dan telah mendirikan sebuah komunitas bernama Kata Kerja. Komunitas ini telah mempunyai perpustakaan yang terbuka untuk umum dan berisi kegiatan-kegiatan positif dan bermanfaat, seperti belajar Bahasa Inggris, menulis kreatif, kelas kerajinan tangan, hingga teknik daur ulang. Seru, ya, selain bisa membaca buku sepuasnya, kamu juga bisa ikut kegiatan-kegiatan yang dapat mengasah keterampilan.

Kata Kerja juga mempunyai ruang untuk diskusi atau rapat dan tempat ini menjadi sebuah jembatan penghubung antar komunitas-komunitas di Makassar. Untuk kamu yang suka film dan puisi bisa juga ikut klub film dan puisi aktif yang didirikan di bawah naungan Kata Kerja.

 

3. Museum Kata Andrea Hirata, Belitung Timur

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Museum Kata Andrea Hirata (@museumkataandreahirata) on

Museum Kata didirikan pada tahun 2012 dan lebih terkenal dengan nama Museum Kata Andrea Hirata. Walau terletak di pelosok, museum ini selalu ramai oleh pengunjung terutama para pencinta buku dan orang yang ingin merasakan sensasi seperti berada di tengah film Laskar Pelangi.

Kamu akan diajak napak tilas perjalanan proses pembuatan novel Laskar pelangi hingga menjadi sebuah film. Di beberapa ruangan terpanjang potongan-potongan foto adegan dari film. Adapula novel Laskar Pelangi berbahasa asing dari Amerika Serikat hingga Jerman yang bisa kamu baca.

Tak hanya itu, bangunan yang pintunya dicat berwarna-warni ini juga menampilkan berbagai pernak-pernik khas kepulauan Belitung. Kata-kata asli Belitung yang sudah jarang diucapkan pun juga ikut menghiasi museum ini. Jika kamu penasaran dengan geografi Belitung Timur, kamu bisa membaca buku geografi yang disediakan dan melihat contoh bebatuan aslinya secara langsung.

Lukisan kontemporer dan klasik juga ditampilkan di beberapa ruangan. Ada sekitar 200 koleksi lukisan yang sangat menawan. Maka dari itu, Museum Andrea Hirata dijuluki sebagai museum sastra pertama di Indonesia.

 

4. Rumah Dunia, Serang

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Rumah Dunia (@rumahdunia) on

Gola Gong, penulis “Balada Si Roy” yang populer di era 80-an, adalah nama pena dari Heri Hendrayana Harris. Cerpen yang awalnya terbit di Majalah Hai tersebut akhirnya dibukukan menjadi sepuluh jilid novelet “Balada Si Roy”. Cerita ini terinspirasi dari kisah sang penulis sendiri yang sering bepergian ke berbagai daerah.

Setelah puas bertualang, Gola Gong kembali ke Serang dan mendirikan sebuah sanggar yang bernama Rumah Dunia. Sanggar yang dibangun di area seluas 3.000 meter persegi ini terdiri dari perpustakaan, teater terbuka, pendopo, dan gedung kesenian. Sanggar ini juga sering mengadakan kegiatan dan pelatihan secara gratis.

Kamu bisa ikut pelatihan-pelatihan, seperti kelas blogger, lakon, dongeng, dan gambar. Hebatnya, pelatihan dari Rumah Dunia sudah berlindung di lini sosial dari Yayasan Pena Dunia. Perpustakaannya sendiri telah memiliki kurang lebih 10.000 judul buku dari berbagai jenis genre. Selain itu, di beberapa kesempatan juga ada berbagai lomba literasi yang diadakan Rumah Dunia.

 

5. Rumah Puisi Taufiq Ismail, Bukittinggi

Rumah Puisi Taufiq Ismail
Rumah Puisi Taufiq Ismail via Wikimedia.org

Jika kamu tinggal di Sumatera Barat atau sekitarnya, tempat yang cocok untuk kamu kunjungi adalah Rumah Puisi yang didirikan oleh Taufiq Ismail di Bukittinggi. Rumah yang didirikan oleh mantan aktivis dan dosen ini berdiri sejak tahun 2008 dan kini telah mempunyai 7.000 koleksi buku karya para sastrawan terkenal.

Selain berisi ribuan judul buku, Rumah Puisi juga menyimpan poster-poster nukilan puisi dari para sastrawan. Tak hanya itu, bangunan berdinding kaca ini juga menyajikan pemandangan indah dari teras terbukanya berupa Gunung Marapi, Singgalang, dan Tandikek di kejauhan.

Rumah Puisi juga sering mengadakan pelatihan untuk guru dan siswa, contohnya pelatihan menulis, membaca, dan apresiasi sastra. Jika kamu ingin menghabiskan waktu lebih lama di sini, kamu juga bisa bermalam karena ada penginapan yang jaraknya hanya 15 meter dari Rumah Puisi Taufiq Ismail.

Artikel ini adalah kerja sama Wego dengan TelusuRI. Baca artikel asli di situs TelusuRI.

Tentang Travel Blog Wego Indonesia:

Download App Wego

Travel Blog Wego Indonesia adalah media daring milik Wego Indonesia yang menyajikan informasi seputar perjalanan, ditulis oleh tim redaksi dan kontributor. Saat ini  didukung kanal media sosial Wego ID di TwitterFacebook, dan Instagram.

Wego sendiri adalah situs dan aplikasi pembanding harga tiket pesawat serta hotel. Wego menyajikan informasi harga dari ratusan situs agen wisata, maskapai, dan jaringan hotel dunia, dalam satu tampilan sederhana. Dengan menggunakan Wegomencari tiket pesawat dan hotel sesuai bujet dan preferensi akan lebih cepat dan mudah!

Punya cerita menarik tentang tempat asal kamu? Atau ingin berbagi tips seputar liburan dan jalan-jalan? Kirim ke [email protected] supaya lebih banyak orang bisa membaca tulisanmu!