Menjelajahi Masa Lalu di Museum Island Berlin

Selalu ada hal menarik di Berlin, Jerman, yang tidak dapat kamu temukan di tempat lain. Salah satunya adalah Museum Island atau Museumsinsel. Pulau di tengah kota ini berisi lima museum yang dapat kamu sambangi untuk melihat artefak Mesir kuno, peninggalan peradaban Yunani dan Romawi, bahkan karya seni Islam dari abad pertengahan. Jika kamu berencana ke Berlin dan tertarik untuk menjelajahi masa lalu, maka Museum Island adalah tempat yang paling tepat untuk kamu datangi!

Yuk, lihat ada museum apa saja di sana!

[Lihat promo tiket pesawat Jakarta-Berlin]

Altes Museum

Altes Museum - Museum Island Berlin
Gedung Altes Museum yang bergaya neoklasik. Image credit: Debu55y / Shutterstock.com

Kelima museum di Museum Island dibangun berkala selama hampir satu abad lamanya. Altes Museum atau Old Museum adalah museum tertua yang dibangun pada masa kekaisaran Prusia. Di museum ini, pengunjung akan diajak memasuki  kehidupan suku Etruria (suku kuno yang berdiam di Italia Utara), serta kehidupan peradaban kuno Yunani dan Romawi.

Museum Island Berlin - Altes Museum
Bagian dalam Altes Museum. Image credit: jan kranendonk / Shutterstock.com

Museum Altes yang dibangun dari tahun 1825 sampai 1830 tersebut merupakan karya besar dari Karl Friedrich Schinkel, seorang arsitek dan pematung neo-klasik Jerman. Kalau dilihat-lihat, bangunan museum ini mirip seperti kuil Yunani dengan sentuhan Romawi di dalamnya. Meskipun museum ini terkecil di antara museum yang lain, orang-orang tetap ramai berkunjung sekaligus menikmati arsitektur gedung dari lapangan depan yang luas.

Neues Museum (New Museum)

Neues Museum - Museum Island Berlin
Pengunjung mengamati langit-langit Neues Museum. Image credit: Takashi Images / Shutterstock.com

Neues Museum atau New Museum menyimpan patung Nefertiti atau Permaisuri Agung Pharaoh Amenhotep IV yang kecantikannya melegenda. Neues Museum merupakan bangunan kedua di Museum Island yang dibangun oleh Friedrich August Stuler.

Nefertiti at Neues Museum - Museum Island Berlin
Artefak dari abad ke-15 bergambar Nefertiti dan Echnatin. Image credit: Radiokafka / Shutterstock.com

Selain patung Nefertiti, Neues Museum juga tempat dipamerkannya ribuan artefak seperti karya seni prasejarah dan gips Mesir kuno. Jangan lewatkan serunya tur ke masa prasejarah dan awal peradaban dunia melalui museum yang awalnya bernama Royal Prussian Museum ini.

[Cek hotel murah di Berlin]

Alte Nationalgalerie (The Old National Gallery)

Old National Gallery - Museum Island Berlin
Bagian depan Old National Gallery. Image credit: trabantos / Shutterstock.com

Alte Nationalgalerie adalah galeri yang paling dicintai penduduk Berlin karena menyimpan karya seni beraliran Neoklasik, Romantisisme, Biedermeier, Impresionisme, dan Modernisme terbanyak seantero negeri. Pembangunan museum yang juga dikenal dengan nama The Old National Gallery ini selesai pada tahun 1876. Kini, Alte Nationalgalerie menjadi tempat ditampilkannya karya seni monumental para artis Neoklasik era Prussia. Gedung museumnya pun akan membuat siapa saja berdecak kagum. Desain eksteriornya adalah perpaduan apik antara gereja, kuil, dan gedung teater klasik.

The Bode Museum

The Bode Museum - Museum Island Berlin
Bangunan Bode Museum menyerupai basilika.

Ada dua koleksi yang menjadi konsentrasi Bode Museum; koleksi seni Bizantium serta munzakabinett atau koleksi koin. Museum yang awalnya bernama Kaiser Friedrich Museum ini dibangun tahun 1904. Di dalam bangunan berkubah besar ini, tersimpan peninggalan zaman Bizantium, Ravenna, Renaissance, Gothic, dan Baroque dari seluruh Eropa. Saat berkunjung ke Bode Museum, pastikan untuk tidak melewatkan koleksi koin dan medali kuno dari seluruh dunia, ya.

The Bode Museum - Museum Island Berlin
Bagian dalam kubah Bode Museum. Image credit: Grachev Alexey / Shutterstock.com

Perhatikan juga sekeliling ruangan hingga langit-langit museum, ya, karena interiornya adalah replika interior basilika Italia.

Pergamon Museum

Museum Island - Pergamon Museum
Ishtar Gate dari zaman Babilonia. Image credit: pio3 / Shutterstock.com. 

Faktanya, museum yang terakhir dibangun di Museum Island ini adalah museum yang paling ramai pengunjung. Terletak di samping Museum Bode, Pergamon Museum sangat wajib dikunjungi kala berada di Berlin. Yang membuat museum ini populer adalah bangunan kuno Pergamon Altar, Ishtar Gate Babilonia, dan Market Gate of Miletus yang direkonstruksi ulang dari reruntuhan yang ditemukan di Anatolia. 

Pergamon Museum - Museum Island Berlin
Salah satu sudut di Pergamon Museum. Image credit: Jaroslav Moravcik / Shutterstock.com

Rasakan sensasi berjalan di zaman Babilonia saat melewati Ishtar Gate yang megah atau melewati Gate of Miletus. Salah satu spot paling digemari adalah Pergamon Altar (atau Altar of Zeus), tetapi hingga tahun 2019 altar bertangga ini ditutup karena renovasi. Pergamon Museum juga menyimpan koleksi seni Islam paling penting di Eropa, yaitu Mshatta Facade zaman Umayyad Istana Yordania. Kamu juga harus mampir ke Aleppo Room, sebuah ruangan berisi ornamen dan lukisan khas Suriah dari masa Kerajaan Ottoman yang masih bertahan hingga saat ini.

Biaya Masuk Museum Island

Jam buka museum: Selasa – Jumat pukul 10.00 pagi – 18.00 sore. Kamis tutup pukul 20.00 malam.

Tiket harian untuk semua museum EUR18 (sekitar Rp300 ribu) untuk umum dan EUR9 (sekitar Rp150 ribu) untuk anak-anak/manula/difabel.

Selain tiket borongan ke lima museum, kamu juga bisa memilih tiket satuan per museum dengan biaya:

Altes Museum: EUR10 dan EUR5

Neues Museum: EUR12 dan EUR6

Alte Nationalgalerie: EUR12 dan EUR6

Bode Museum: EUR10 dan EUR5

Pergamon Museum: EUR12 dan EUR6

Cara ke Museum Island

Kereta bawah tanah: U-Bahn atau S-Bahn ke Friedrichstrasse atau Hackescher Market.

Bus: naik bus nomor 100 atau 200 dari Brandenburger Tor atau Alexanderplatz ke Lustgarten.

Meluangkan waktu seharian untuk jalan-jalan bersejarah di Museum Island adalah ide yang sangat bagus. Terutama jika kamu baru memulai petualangan pertamamu di Berlin. Selain letaknya yang strategis di tengah kota, Museum Island juga punya banyak penginapan di sekitarnya. Jangan sampai terlewat menelusuri keindahan bersejarah Jerman dan Eropa masa lalu, ya!

Baca juga:

– Mengintip Keseruan Festival Bir Tahunan Jerman Oktoberfest

– 7 Rekomendasi Street Food Jerman

– Lokasi Bak Negeri Negeri Dongeng di Jerman

– Menelusuri Toko Buku Indie di Berlin