Menjelajah Hong Kong seperti warga lokal ala @TravelAwan

Pada acara Wego Hangout Kamis (9/3) lalu di D’Lab Menteng, Awan Yulianto (@TravelAwan), yang akrab disapa Mas Awan, berbagi mengenai Hong Kong yang ternyata nggak hanya menawarkan wisata belanja.

Mas Awan sendiri merupakan seorang travel writer & blogger yang mengunjungi Hong Kong setidaknya dua kali dalam setahun. Ia juga telah menerbitkan empat buku tentang perjalanan, loh. Satu dari buku tersebut tentunya tentang Hong Kong.

Sesuai dengan tema Wego Hangout kemarin, “Discover Hong Kong like a local”, ia memberikan informasi untuk dapat menjelajah Hong Kong layaknya warga lokal kepada para Wegonesia.

Manfaatkan Media Sosial

“Gaya traveling saat ini sudah berbeda dengan 5-10 tahun lalu. Kalau dulu, orang mendapatkan informasi wisata hanya dari orang-orang terdekat ataupun buku, sekarang bisa langsung mencari di aplikasi seperti Instagram menggunakan tagar seperti #DiscoverHongKong. Tagar tersebut akan membantu kamu menemukan berbagai spot unik yang kamu bisa eksplor layaknya warga lokal,” buka Mas Awan.

Mas Awan juga cerita, dengan menggunakan media sosial ia menemukan tempat-tempat yang jarang diketahui wisatawan, seperti Taman Kowloon, Pantai Hung Shing Yeh dan Tsing Ma Bridge.

Supaya jalan-jalan kamu terasa lebih lokal, sempatkan waktu untuk mengunjungi museum di Hong Kong, Wegonesia. Salah satu museum yang bisa membuat kamu lebih mengenal Hong Kong adalah Hong Kong Museum of History. Oh, iya, kalau kalian berada di Hong Kong pada hari Rabu, banyak museum-museum di Hong Kong yang tidak dipungut biaya masuk alias gratis.

Gunakan transportasi umum

MTR Hong Kong
Menggunakan transportasi umum seperti MTR memberikan pengalaman berwisata seperti warga lokal. Foto: Travelawan

Berkunjung ke suatu negara dan bepergian menggunakan transportasi umum, selain lebih hemat, juga bisa memberikan pengalaman seperti warga lokal. Transportasi umum di Hong Kong pun bagus dan murah. Selain itu, Hong Kong juga merupakan salah satu kota di dunia yang memiliki transportasi umum paling lengkap. Mulai dari bus tingkat, MTR (kereta bawah tanah), trem, sampai ferry, ada di sana.

airport express hong kong
Akses dari bandara menuju kota yang mudah dengan Airport Express. Foto: Travelawan

Akses dari bandara ke pusat kota atau sebaliknya tersedia bus dan Airport Express yang bisa disambung dengan MTR atau shuttle bus gratis menuju hotel-hotel utama di Hong Kong. Bus dan Airport Express ini dilengkapi dengan ruang untuk menyimpan koper, jadi sangat nyaman untuk digunakan dari dan ke bandara. FYI, bus-bus di Hong Kong semuanya double-decker alias tingkat. Dari atas bus tersebut, kalian bisa menikmati pemandangan Hong Kong yang indah.

Selain bus dan MTR-nya yang modern, Hong Kong masih menjaga dengan baik beberapa moda transportasi seperti Star Ferry – yang sudah melayani masyarakat sejak lebih dari 100 tahun lalu – dan tentunya trem yang beroperasi di Hong Kong Island. Tidak seperti bus dan MTR yang biayanya ditentukan dengan jarak, trem di Hong Kong memberlakukan tarif datar HKD2.30 ke mana saja. Murah, ‘kan?

trem hong kong
Trem di Hong Kong. Foto: @travelawan

Untuk mempermudah menggunakan transportasi umum di Hong Kong, kalian perlu Octopus Card, alat pembayaran berupa kartu yang juga dapat digunakan untuk beli camilan di convenience store.

Mencicipi dim sum

dim sum halal hong kong
Dim sum halal di Hong Kong

Sudah di Hong Kong, berarti harus mencicipi dim sum. Orang Kanton biasanya makan dim sum bersama kerabat sambil minum teh pada pagi atau sore hari. Budaya ini kemudian menjadikan dim sum sebagai salah satu kuliner Hong Kong yang paling khas.

Nah, Mas Awan merekomendasikan satu restoran dengan menu dim sum halal di Hong Kong, yaitu Ammar Mosque and Osman Ramju Sadick Islamic Centre Canteen.

Masjid Ammar and Osman Ramju Sadick Islamic Centre
Masjid Ammar and Osman Ramju Sadick Islamic Centre, tempat dim sum halal berada

“Dim sum yang disajikan di sini sangat variatif dan enak semua. Bahkan kata teman saya yang non-Muslim rasa dim sum di sini lebih enak dari dim sum lainnya di Hong Kong yang non-halal. Harga dim sum disini juga bikin saya heran, loh. Lebih murah setengah harga dari dim sum lainnya yang dijual di Hong Kong.”

Kantin yang berada di lantai 5 masjid tersebut menyajikan dim sum pada pukul 10.00-15.00. Kalau Wegonesia datang di luar waktu dim sum, tetap bisa makan masakan Kanton yang enak dan halal.

Jajanan warga lokal

lan fong yuen
Lan Fong Yuen, salah satu kedai yang menjual Hong Kong Milk Tea

Selain dim sum, untuk jalan-jalan yang lebih terasa seperti warga lokal Mas Awan menyarankan untuk mencicipi street food yang ada di sana.

“Supaya lebih berasa lokalnya, saya tuh suka mampir ke bakery-bakery yang ada di Hong Kong karena unik-unik.” kata pria yang juga berprofesi sebagai kurator musik ini.

Salah satunya toko roti favorit Mas Awan di Hong Kong adalah Uncle Fong di daerah Mongkok.

“Ini juga saya nemunya nggak sengaja pas lagi jalan-jalan di sana. Saya lihat antreannya panjang, bikin penasaran. Ternyata jualan macam-macam roti, tapi yang buat antre itu pineapple bun-nya,” ia menjelaskan.

“Selain itu ada juga Tai Cheong yang pasti lebih tua daripada kalian yang hadir di sini, deh,” candanya. “Toko ini sudah berdiri sejak 1954 dan yang paling terkenal adalah egg tart-nya.”

Mas Awan juga bilang kalau warga Hong Kong sangat suka minum milk tea setiap pagi. Hong Kong milk tea dijual hampir di semua restoran, sehingga tidak sulit untuk mendapatkannya.

Belanja ala warga Lokal

Negara dengan julukan Asia’s world city ini memang sudah terkenal sebagai destinasi wisata belanja. Beberapa pusat belanja seperti Ladies Market dan Temple Street Market tidak pernah sepi wisatawan. Nah, kalau penduduk lokal Hong Kong belanjanya ke mana, ya?

Salah satunya adalah Li Yuen Street Market. Pasar yang terletak di gang kecil ini menjual berbagai macam barang-barang fashion seperti baju dan sepatu serta souvenir. Para pedagang di Li Yuen Street Market ini juga menawarkan barang dagangannya dengan harga yang lebih murah dan masuk akal dibanding para pedagang di Ladies Market. Jadi nggak perlu repot menawar lagi.

jade market
Jade Market menjual segala sesuatu berbau giok

Pasar lain yang lebih terasa seperti lokalnya adalah Jade Market. Pasar yang terletak di daerah Kowloon tersebut menjual segala sesuatu berbau giok. Mulai dari cincin, gelang, anting, hingga ukiran naga yang terbuat dari giok. Dalam budaya Tiongkok, giok memiliki makna dan filosofi tersendiri. Di Jade Market, kamu bisa membeli gelang keberuntungan yang khusus dibuat berdasarkan tahun kelahiran dan perhitungan kalender Tiongkok. Gelang ini dipercaya dapat menangkap keberuntungan di sekeliling kita, loh.

Main ke alam

Selain gedung pencakar langit, Hong Kong juga memiliki banyak wisata alam, seperti gunung, pantai, bahkan air terjun. Tempat-tempat wisata alam ini sangat tepat untuk dikunjungi jika lelah dengan hiruk-pikuk Hong Kong.

Repulse Bay Beach
Repulse Bay Beach

Salah satu rekomendasi wisata alam dari Mas Awan adalah Repulse Bay Beach. Pantai yang melengkung seperti bulan sabit ini merupakan pantai yang paling populer di Hong Kong. Banyak warga lokal menghabiskan waktu dengan berjalan-jalan di pagi hari, berjemur saat siang hari, dan bersantai menikmati matahari terbenam di sore hari.

Yang populer lainnya juga adalah Stanley Beach. Di sini juga terdapat Stanley Market yang menjual pakaian dengan ukuran besar, aksesori, serta souvenir dan pernak-pernik khas oriental yang dijual dengan harga murah. Di pinggir pantai, kita bisa menikmati makan siang ataupun makan malam di restoran pinggir pantai tersebut.

Dragon's back
Pemandangan jalur trekking Dragon’s Back

Untuk yang suka tantangan, menyusuri Dragon’s Back juga seru. Jalur trekking ini menawarkan pemandangan Laut Tiongkok Selatan dan pulau-pulau kecil Hong Kong dari ketinggian.

Lihat juga: