Menengok Pesona “Negeri di Atas Awan” Desa Wae Rebo

Indonesia adalah negeri yang kaya akan keindahan alam dan kebudayaannya. kekayaan akan sumber alamnya merupakan daya tarik tersendiri bagi para wisatawan dalam negeri maupun mancanegara. Indonesia adalah surga bagi para pecinta alam untuk dapat menikmati dan mengeksplorasi setiap sudut nusantara yang menyajikan berbagai pemandangan alam yang indah dan menakjubkan yang tidak dimiliki oleh negara lain.

Pulau-pulau di Indonesia memiliki banyak suku dengan beragam kebudayaan yang menjadi ciri khas suku tersebut. Salah satu desa di Indonesia dengan budaya yang telah berusia ribuan tahun adalah Desa Wae Rebo yang terletak di dataran tinggi Flores, Nusa Tenggara Timur. 

[Cek Tiket Pesawat ke Bandara Labuan Bajo untuk ke Wae Rebo. PP Mulai dari Rp1.672.000]

Wego App Download

Desa Wae Rebo terletak di Kampung Satar Lenda, Kecamatan Satarmese Barat, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Desa ini berada di ketinggian 1.100 meter di atas permukaan laut, sehingga suhu di desa ini berhawa dingin. Karena karakteristik lokal yang menarik, desa Wae Rebo lebih dikenal sebagai desa adat yang menjadi destinasi wisata untuk melihat perkampungan adat yang masih lestari.

Dengan populasi kecil sekitar 1.200 jiwa, desa ini hanya terdiri dari 7 rumah saja. Mata pencaharian utama mereka ada di sektor perkebunan. Mereka menanam kopi, vanili, cengkeh, kayu manis, dan umbi-umbian yang hasilnya dijual di pasar yang terletak jauh dari desa. Karena kearifan budaya dan keindahan alamnya, Wae Rebo menjadi semakin populer sebagai salah satu destinasi wisata yang harus dikunjungi.

 
 
Lalu bagaimana cara menuju desa Wae Rebo? Untuk memulai perjalanan, kamu bisa menggunakan pesawat dengan mendarat di Labuan Bajo, karena akan menghemat banyak waktu. Dari Bandara Labuan Bajo, kamu akan membutuhkan waktu sekitar 5 jam untuk bisa mencapai desa terdekat dari Wae Rebo, yaitu Desa Denge. Karena lokasinya yang jauh di pedalaman, dari Denge kamu harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sekitar 3 jam, dengan jalan yang tidak mudah dan menjadi tantangan sendiri saat menuju Wae Rebo.

Fakta-Fakta Unik Desa Wae Rebo

Walaupun membutuhkan waktu dan tenaga yang ekstra untuk mencapai Desa Wae Rebo, pemandangan alam yang akan menanti sesampainya di sana tidak akan mengecewakan dan sangat sepadan untuk kita kunjungi. Selain pemandangannya yang indah, ada beberapa fakta unik yang membuat desa Wae Rebo harus dikunjungi, simak yuk.

 

 

1. Leluhur Wae Rebo Berasal Dari Ranah Minang

Kredit Editorial: Faiz Zaki / Shutterstock.com

Meski Wae Rebo merupakan perkampungan yang berada di Nusa Tenggara Timur, tetapi rupanya warga desa yang menempati Wae Rego adalah mereka yang memiliki keturunan suku Minang dari Sumatera Barat. Hal ini didasarkan dari leluhur mereka yaitu Empo Maro, yang berlayar sejauh ribuan kilometer dengan kapal layar tradisional untuk sampai ke Flores, dan menetap di kawasan yang sekarang menjadi Wae Rebo. Corak Minang yang ada di Wae Rebo dapat dilihat dari bentuk bangunan rumah adat mereka yang mengadopsi dari rumah gadang yang ada di tanah Minang.

2. Rumah Adat Desa Wae Rebo

Ciri khas dari Desa Wae Rebo adalah rumah adat mereka yang hanya terdapat 7 buah saja yaitu, Mbaru Niang. Mbaru Niang tersusun mengitari batu melingkar yang disebut compang sebagai titik pusat. Compang menjadi pusat aktivitas warga untuk dekat dengan alam, leluhur, serta Tuhan. Rumah adat ini merupakan wujud keselarasan manusia dengan alam dan cerminan fisik dari kehidupan sosial mereka. Mereka percaya bahwa lingkaran adalah simbol keseimbangan, karena itulah pola lingkaran diterapkan hampir diseluruh wujud fisik di desa. Masing-masing Mbaru Niang ditempati oleh 6-8 keluarga, yang terdiri dari 5 tingkat, setiap tingkat memiliki fungsi yang berbeda, seperti tempat tinggal keluarga besar, penyimpanan barang dan bahan pokok, penyimpanan benih tanaman, penyimpanan makanan cadangan jika panen gagal, serta sebagai tempat persembahan untuk leluhur mereka.

3. Adat dan budaya yang masih terjaga

Kredit Editorial: MARIO ANDI SUPRIA / Shutterstock.com

Warga desa Wae Rebo tetap menjaga dan melestarikan adat dan kebudayaan yang sudah turun temurun sejak dahulu. Di tempat ini terdapat upacara Adat Penti yang diadakan setiap bulan November. Tujuan Upacara adat ini adalah untuk mengucap rasa syukur dari hasil panen yang didapat selama setahun. Warga desa akan memakai pakaian adat saat upacara ini berlangsung. Selain itu ada upacara penyambutan tamu bernama Waelu, dimana pengunjung akan diberkati doa-doa kebaikan dan keselamatan saat tinggal di Wae Rebo.

Tips untuk kamu yang baru pertama kali berkunjung ke Wae Rebo:

Kredit Editorial: Faiz Zaki / Shutterstock.com
  • Saat pertama kali tiba di Labuan Bajo, pastikan untuk mengambil uang tunai karena di sini ATM sangat langka
  • Gunakanlah pakaian yang nyaman dan menutupi seluruh tubuh. Bawa juga pakaian hangat karena di desa Wae Rebo memiliki suhu yang dingin
  • Bawalah perlengkapan perjalanan secukupnya, untuk membuat tas kamu tetap ringan saat berjalan kaki dari Denge ke Wae Rebo
  • Gunakanlah sandal atau sepatu gunung, untuk memudahkan kamu mendaki
  • Jangan lupa untuk membawa obat-obatan pribadi
  • Mulailah pendakian sekitar pukul 06.00 untuk menghindari panas matahari

 

Saat kamu berkunjung ke desa Wae Rebo, sangat disarankan untuk menginap di sana agar tidak terlalu lelah karena perjalanan pergi dan pulang memakan waktu seharian. Selain itu, jika kamu memutuskan untuk menginap, kamu dapat menikmati indahnya pemandangan malam dan pagi hari di Wae Rebo. Untuk menginap di Desa Wae Rebo, kamu bisa membayar Rp325.000 per orang untuk satu malam. Dengan biaya tersebut, kamu dapat menginap di salah satu Mbaru Niang milik warga setempat.

Bagaimana,nih, Wegonesia? Wae Rebo terdengar sangat indah untuk dikunjungi bukan? Tentunya ini akan menjadi pengalaman yang luar biasa untuk dapat melihat langsung keindahan alam dan keragaman budaya setempat yang masih lestari dan pastinya hanya bisa kamu jumpai di Desa Wae Rebo. Yuk, segera rencanakan liburanmu bersama keluarga ataupun teman, dengan memesan tiket pesawatmu hanya di Wego!

Tentang Travel Blog Wego Indonesia

Wego App Download

Travel Blog Wego Indonesia adalah media daring milik Wego Indonesia yang menyajikan informasi seputar perjalanan, ditulis oleh tim redaksi dan kontributor. Saat ini  didukung kanal media sosial Wego ID di TwitterFacebook, dan Instagram.

Wego sendiri adalah situs dan aplikasi pembanding harga tiket pesawat serta hotel. Wego menyajikan informasi harga dari ratusan situs agen wisata, maskapai, dan jaringan hotel dunia, dalam satu tampilan sederhana. Dengan menggunakan Wego, mencari tiket pesawat dan hotel sesuai bujet dan preferensi akan lebih cepat dan mudah!

Punya cerita menarik tentang tempat asal kamu? Atau ingin berbagi tips seputar liburan dan jalan-jalan? Kirim ke [email protected] supaya lebih banyak orang bisa membaca tulisanmu!