Ini Alasan Kenapa Para Pencinta Buku Akan Betah di London!

Selain dikenal sebagai kiblatnya para pencinta sepakbola, London ternyata juga merupakan kota yang tepat untuk dikunjungi para pencinta buku, lho. Di ibu kota Inggris ini ada berbagai macam toko buku yang tersebar hampir di seluruh sudut kota. Toko buku-toko buku tersebut menjual buku terlaris sepanjang masa, buku terbitan terbaru, buku-buku langka, hingga manuskrip bersejarah. Makanya para pencinta buku dipastikan akan betah di kota kelahiran Alfred Hitchcock ini.

[Cek harga tiket pesawat ke London di sini]

 

Napak Tilas Sastra di Kota London

Ini Alasan Kenapa Pencinta Buku Pasti Betah di London
Image credit: OkFoto / Shutterstock.com

Tidak hanya kaya dengan toko buku, London pun subur dengan banyak tempat dan bangunan yang menjadi latar di suatu buku. Mau main ke rumah Sherlock Holmes? Bisa! Datang ke 221b Baker Street—iya, alamatnya sama dengan yang di novel—untuk berkunjung ke rumah sekaligus museum sang detektif legendaris karya Sir Arthur Conan Doyle. Kalau kamu seorang Potterhead (sebutan penggemar Harry Potter), tinggal datang ke King Cross Station cari peron 9 ¾ dan berangkat ke Hogwarts. Atau jika kamu suka dengan William Shakespeare, datanglah ke teater The Globe untuk lihat pementasan karya Shakespeare dengan aksen Inggris kuno! Hampir dapat dipastikan, para penggemar buku bakalan nggak berhenti tersenyum senang selama jalan-jalan di London, deh!

Toko Buku Berkonsep Unik

Ini Alasan Kenapa Pencinta Buku Pasti Betah di London
Daunt Books, tempatnya pencinta buku dan pejalan berbaur. Image credit: Chrispictures / Shutterstock

Yang paling sulit bagi para pencinta buku saat berkunjung ke London adalah memilih toko buku mana yang harus didatangi duluan. Saking kayanya dengan toko buku, para pemilik toko bersaing untuk membuat tokonya lebih unik dari yang lain. Bukan sekedar book cafe atau toko dengan alunan musik jazz saja yang ada di London, lho. Coba datang ke Daunt Books di 83 Marylebone High St., tempat pencinta buku dan pejalan berbaur menikmati buku-buku travel. Tempatnya yang mungil dan klasik membuat mata betah mencari buku ataupun menikmati interiornya. Ada juga Word on the Water, toko buku yang mengapung di Regent’s Canal Towpath tak jauh dari Stasiun Kings Cross. Toko buku di atas kapal tua buatan 1920-an ini juga bukan cuma menjual buku kurasi terbaik, tetapi juga punya kegiatan seru seperti malam puisi, penampilan dari musisi jazz, hingga ngobrol santai tentang berbagai macam topik.

Satu lagi toko buku yang nggak boleh dilewatkan saat berada di London adalah Libreria. Di sini, genre buku dipisah bukan berdasarkan tema fiksi, romantis, biografi, atau lainnya. Sebagai gantinya, toko yang berada di 65 Hanbury St. ini mengklasifikasikan buku dengan tema “the sea and the sky”, “mothers”, “madonna”, “enchantment for the disenchanted”, atau “love”. Uniknya, toko ini menganut zona digital-free jadi, kamu akan ditegur oleh staf jika kedapatan main handphone. Saatnya mencari buku terbaik tanpa distraksi media sosial!

[Sewa penginapan murah terbaik di London]

 

Rumah Bagi Pameran Buku Terbesar: London Book Fair

Ini Alasan Kenapa Pencinta Buku Pasti Betah di London
London Book Fair, tempat pelaku bisnis penerbitan dari seluruh dunia berkumpul setahun sekali. Image credit: PL Gould / Shutterstock.

Nggak cukup dengan punya ratusan toko buku atau melahirkan para penulis legendaris seperti Virginia Woolf, London juga merupakan tuan rumah bagi salah satu pameran buku terbesar di dunia yaitu London Book Fair (LBF). Tiap tahunnya, sejak tahun 1971, London Book Fair menarik perhatian lebih dari 25.000 penerbit dari berbagai penjuru dunia. Di pasar buku terbesar dengan skala global ini, para penerbit bisa bernegosiasi hak cipta dan penjualan serta pendistribusian konten ke berbagai sektor baik cetak maupun digital. Di sini lah para profesional dan pegiat di sektor penerbitan berkumpul dan bernegosiasi di Olympia London, Hammersmith Road, Kensington.

Di London Book Fair, kamu juga bisa ikut beragam seminar keren! Ada seminar mengenai industri penerbitan buku, loka karya bersama penulis pilihan, bertemu langsung dengan para penulis yang datang, LBF Talks, serta ada pula seremoni pemberian penghargaan untuk penulis atau penerbit terbaik.

London Book Fair 2019 akan menjadi sangat spesial untuk Indonesia. Pasalnya, tahun ini Indonesia akan menjadi negara Asia Tenggara pertama yang menjadi Market Focus London Book Fair. Dengan kata lain, industri penerbitan Indonesia akan diperkenalkan dan menjadi pusat perhatian dunia khususnya dalam bidang pengembangan budaya dan sastra. Dua belas sastrawan Indonesia telah terpilih untuk mewakili keberagaman dunia sastra Indonesia.

Dari 12 sastrawan, ada nama Dewi “Dee” Lestari pengarang saga populer Supernova dan buku Filosofi Kopi serta Leila S. Chudori penulis Laut Bercerita dan Pulang. Ada pula sastrawan senior Seno Gumira Ajidarma, penulis cerita anak Clara Ng, pembuat blog komik Sheila Rooswitha Putri, penulis cerita anak Reda Gaudiamo, dan nama lainnya yang tak kalah hebat.

Tahun ini, kamu bisa berkunjung ke London sekaligus mampir di London Book Fair pada 12-14 Maret 2019. Perhatikan juga jadwal konferensi, ketemu penulis favorit, dan stan Indonesia di LBF melalui tautan ini. Untuk berkunjung, kamu bisa memesan tiket terlebih dahulu di sini. Satu tiket berlaku untuk 3 hari pameran seharga £45 atau sekitar Rp800 ribu. Pokoknya akan sangat disayangkan kalau tahun ini nggak mampir ke London Book Festival.

Baca juga:

– Berburu Sneakers di London bersama @adityalogy

– Rekomendasi Restoran Halal di London dan Sekitarnya

– Mengintip Isi Rak Toko Buku Independen London