Travel Bubble Indonesia ASEAN

Indonesia Miliki Perjanjian Travel Bubble dengan Negara-Negara Berikut Ini (Update 21 Desember 2020)

Pandemi Covid-19 telah membawa dampak ekonomi yang besar bagi berbagai industri di seluruh dunia, tak terkecuali industri pariwisata.

Baru-baru ini, istilah “travel bubble” semakin ramai diperbincangkan. Pasalnya, negara-negara di Eropa dan Asia Pasifik sudah mulai bekerja sama untuk membangun kembali perekonomian mereka melalui inisiatif tersebut. Dengan diberlakukannya travel bubble, maka negara-negara yang melakukan kerja sama dapat membuka perbatasan mereka kembali, sehingga memungkinkan perjalanan lintas negara dapat berjalan layaknya sebelum pandemi.

Menurut artikel yang dilansir dari Antara, Indonesia berencana untuk membuka akses wisata dengan Cina, Jepang, Korea Selatan, dan Australia melalui kesepakatan travel bubble dalam waktu dekat. Kira-kira apa saja kah yang perlu kita ketahui mengenai kesepakatan yang diharapkan dapat menghidupkan kembali sektor pariwisata tanah air ini?

 

Apa itu “travel bubble”?

Menurut Forbes, travel bubble adalah kesepakatan yang dilakukan oleh dua atau lebih negara yang telah berhasil mengontrol penyebaran virus Covid-19 dan sepakat untuk menciptakan sebuah gelembung perjalanan. Gelembung ini nantinya akan memudahkan orang-orang yang tinggal di dalamnya untuk bisa bepergian secara bebas, tanpa harus menjalani karantina mandiri sebelum melakukan perjalanan.

Travel bubble sendiri dimulai oleh tiga negara Baltik, yakni Estonia, Latvia, dan Lithuania yang membentuk suatu kerjasama untuk mendorong perdagangan dan menghidupkan kembali industri-industri yang terdampak oleh wabah Covid-19. Meski begitu, travel bubble hanya bisa berjalan dengan sukses ketika negara-negara yang berpartisipasi di dalamnya telah berhasil menekan angka penyebaran virus di negara masing-masing.

 

Bagaimana cara kerjanya?

Untuk bisa memberlakukan travel bubble, negara-negara yang ingin melakukan kerjasama harus mencabut larangan perjalanan mereka satu sama lain. Hal ini diharapkan dapat mempercepat dan mempermudah wisatawan yang ingin melakukan perjalanan wisata maupun bisnis yang sempat terhambat karena syarat perjalanan yang ketat.

Untuk bisa melakukan perjalanan di negara-negara yang memberlakukan travel bubble, wisatawan harus menjalani tes terlebih dahulu untuk memastikan bahwa tubuh mereka telah bebas dari virus Covid-19. Keuntungan dari adanya travel bubble sendiri adalah wisatawan tidak perlu melakukan isolasi mandiri selama 14 hari jika hasil tes mereka dinyatakan negatif, sehingga aktivitas bisa langsung dimulai setelah mereka mendarat.

 

Negara mana saja yang sudah menerapkan travel bubble?

Dilansir oleh The Indian Express, sudah ada 11 blok yang memiliki rencana untuk memulai perjalanan udara internasional secara bertahap melalui travel bubble. Mayoritas anggota blok tersebut berasal dari benua Eropa dan negara-negara di Asia.

 

Travel Bubble dan Imbauan Perjalanan di Indonesia dan ASEAN 

Indonesia Miliki Perjanjian Travel Bubble dengan Negara Ini

Pada KTT ke-37 ASEAN di bulan November 2020 silam, ASEAN Travel Corridor Arrangement Framework akhirnya telah disetujui. Rencana pembuatan gelembung perjalanan antar negara-negara di ASEAN ini nantinya hanya akan berlaku untuk perjalanan bisnis penting di negara anggota ASEAN serta diperkirakan baru akan berjalan pada kuartal pertama 2021. 

Berikut Wego telah rangkum sejumlah informasi yang dilansir dari sumber-sumber resmi mengenai travel bubble serta imbauan perjalanan yang telah dilakukan oleh negara-negara ASEAN.

1. Brunei Darussalam

Dilansir dari sumber resmi, Brunei Darussalam sudah mulai mengoperasikan penerbangan komersil dari Bandara Heathrow di London ke Bandara Sri Begawan. Pengunjung yang masuk ke Brunei dari London tidak perlu melaksanakan wajib karantina setibanya di Brunei. 

Berdasarkan berita yang diunggah oleh Sekretariat Nasional ASEAN – Indonesia, 10 kepala negara ASEAN, termasuk di dalamnya Brunei Darussalam telah menyetujui pemberlakuan ASEAN Travel Corridor Arrangement (TCA). 

Adapun pemberlakuan TCA ini khusus untuk memfasilitasi perjalanan bisnis yang penting di antara negara-negara anggota ASEAN. Brunei juga tengah menjalin negosiasi terkait pemberlakuan travel bubble dengan Jepang, Malaysia, dan Singapura. 

2. Kamboja

Kamboja telah menandatangani perjanjian travel bubble dengan Jepang pada tanggal 8 September 2020.

Menteri Pariwisata Kamboja mengatakan kementerian telah menyusun pedoman tentang kunjungan melalui gelembung perjalanan sejak Agustus lalu dengan negara ASEAN dan ASEAN+3 (Jepang, Korea Selatan, dan China). Meski begitu, untuk saat ini Kedutaan Kamboja hanya menerima aplikasi untuk visa diplomatik, resmi, dan terkait bisnis bersponsor, dan tidak mengeluarkan visa turis atau visa lain untuk memasuki Kamboja. 

3. Indonesia

Jalur Hijau Resiprokal (Reciprocal Green Lane) yang merupakan koridor perjalanan Indonesia – Singapura telah berjalan efektif sejak Oktober 2020. Semua pengunjung yang memenuhi syarat harus memiliki sponsor dari lembaga pemerintah atau perusahaan di Singapura, serta mengajukan tanda masuk SafeTravel.

Sampai saat ini pemberlakuan travel corridor di Indonesia masih terbatas untuk perjalanan diplomatik dan bisnis ke empat negara, yakni Uni Emirat Arab, Korea Selatan, Singapura dan beberapa daerah di Cina, di antaranya adalah Chengdu dan Kunming. Kabarnya, Indonesia masih akan mencoba untuk bernegosiasi dengan negara-negara tersebut lainnya mendatangkan kembali wisatawan mancanegara dan menghidupkan kembali sektor pariwisata. 

4. Laos

Laos telah menandatangani perjanjian travel bubble dengan Jepang pada tanggal 8 September 2020.

Laos meluncurkan layanan imigrasi jalur cepat untuk pengunjung dari China mulai 1 November serta menandatangani kesepakatan untuk mendatangkan kembali pengunjung yang berasal dari provinsi bebas COVID-19 di China. Pengunjung akan diminta untuk menyerahkan hasil tes negatif dan melakukan karantina mandiri selama 14 hari di China. Mereka kemudian harus dikarantina selama 48 jam setibanya di Laos.

5. Malaysia

Malaysia  telah menandatangani perjanjian travel bubble dengan Jepang pada tanggal 8 September 2020.

Malaysia juga telah mendirikan jalur hijau dengan Singapura pada Agustus 2020 khusus untuk wisatawan terpilih di bawah skema Reciprocal Green Lane (RGL) dan Periodic Commuting Arrangement (PCA). Skema ini memungkinkan perjalanan jangka pendek untuk tujuan resmi serta bisnis dengan masa tinggal maksimal 14 hari. 

Saat ini Malaysia juga berdiskusi dengan Singapura dan Brunei untuk membuat gelembung perjalanan serta berencana menyiapkan jalur hijau dengan Australia, Selandia Baru, dan Korea Selatan.

6. Myanmar

Myanmar  telah menandatangani perjanjian travel bubble dengan Jepang pada tanggal 8 September 2020.

7. Filipina

Filipina tengah mengalami pelonjakan kasus virus COVID-19 baru tingkat tinggi saat ini, sehingga belum ada rencana untuk mengadakan perjanjian perjalanan dengan negara lain.  

8. Singapura

Perjanjian jalur hijau telah dibuat untuk memungkinkan perjalanan bisnis dan resmi antara Singapura dan Brunei Darussalam, Jerman, Indonesia, Jepang, China, Malaysia, dan Korea Selatan. Semua pengunjung harus melakukan tes COVID-19 sebelum penerbangan dan dinyatakan negatif terjangkit virus corona. Dalam skema perjalanan ini, tes kedua akan dilakukan setibanya di bandara Singapura. 

Singapura juga memiliki perjanjian Air Travel Pass dengan negara-negara Australia dan China, yakni Australia, Selandia Baru, China, Taiwan, dan Vietnam. 

9. Thailand

Mulai Desember 2020, Thailand membuka pengajuan untuk Special Tourist Visa (SVT) bagi seluruh turis asing yang ingin berkunjung ke Thailand untuk waktu menetap jangka panjang. 

Sebelumnya, Thailand juga telah menandatangani perjanjian travel bubble dengan Jepang pada tanggal 8 September 2020.

Pemerintah Thailand kini tengah mempertimbangkan membuka perbatasan negaranya kembali serta menjalankan kesepakatan travel bubble dengan negara-negara yang memiliki tingkat penyebaran virus rendah, seperti Hong Kong dan Korea Selatan. 

10. Vietnam

Vietnam telah menandatangani perjanjian travel bubble dengan Jepang pada tanggal 8 September 2020.

Saat ini Vietnam juga tengah berupaya untuk membangun kesepakatan dengan China, Singapura, dan Korea Selatan untuk membangun travel bubble

 

Apakah travel bubble menjamin keselamatan pengunjung?

Travel Bubble Indonesia

Meski kesepakatan travel bubble dilakukan oleh negara-negara yang telah berhasil menekan angka pertumbuhan virus Covid-19, tentunya para pengunjung tetap harus waspada dengan adanya risiko penularan virus yang bisa terjadi ketika bepergian. 

Untuk mengantisipasi penyebaran virus, penerapan protokol pencegahan Covid-19 seperti physical distancing, menjaga kebersihan tangan, serta penggunaan masker perlu ditegakkan, baik itu oleh negara yang sepakat untuk melakukan travel bubble maupun para pengunjung yang datang ke negara tersebut.

Sejak World Health Organization (WHO) menyatakan wabah Covid-19 sebagai sebuah pandemi global, berbagai negara pun telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah penyebaran virus yang lebih luas lagi—mulai dari melaksanakan protokol kesehatan yang ketat hingga memberlakukan pembatasan perjalanan terhadap wisatawan asing.

Meski begitu, kelonggaran yang akan datang berkat penerapan travel bubble di Indonesia setidaknya telah membawa solusi untuk menggerakan kembali roda perekonomian di tanah air, serta membawa harapan bagi sektor pariwisata untuk terus melangkah maju dengan tetap memprioritaskan kesehatan dan keselamatan warganya.

 

 

Tentang Travel Blog Wego Indonesia:

Download App Wego

Travel Blog Wego Indonesia adalah media daring milik Wego Indonesia yang menyajikan informasi seputar perjalanan, ditulis oleh tim redaksi dan kontributor. Saat ini  didukung kanal media sosial Wego ID di TwitterFacebook, dan Instagram.

Wego sendiri adalah situs dan aplikasi pembanding harga tiket pesawat serta hotel. Wego menyajikan informasi harga dari ratusan situs agen wisata, maskapai, dan jaringan hotel dunia, dalam satu tampilan sederhana. Dengan menggunakan Wegomencari tiket pesawat dan hotel sesuai bujet dan preferensi akan lebih cepat dan mudah!

Punya cerita menarik tentang tempat asal kamu? Atau ingin berbagi tips seputar liburan dan jalan-jalan? Kirim ke [email protected] supaya lebih banyak orang bisa membaca tulisanmu!