Berburu Kuliner Bersama Sugiharto Yosaputra

Bertahun-tahun di Jakarta, tentu selalu ada kebutuhan untuk mencari dan bertemu hal-hal baru. Salah satu kegiatan mengasyikan yang bisa dilakukan adalah berburu kuliner di sekitar ibu kota.

Sugiharto Yosaputra, akrab dipanggil Sugi, merupakan salah satu warga ibu kota yang rajin berwisata kuliner di sekitar Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Kegiatan sarapan Sabtu paginya rutin ia bagikan di akun Instagram pribadi @sugiyosaputra.

Sarapan spesial di Sabtu pagi

Sugi selalu berusaha menyempatkan diri berkeliling Jakarta untuk sarapan di hari Sabtu pagi. Menurutnya, tidak ada alasan khusus melakukan kebiasaan ini.

“Karena terlanjur bangun pagi untuk lari. Habis lari, mandi, jadinya segar. Terus habis itu cari makan deh,” kata Sugi ketika dihubungi melalui pesan singkat.

Untuk mencari tujuan-tujuan sarapan Sabtu paginya itu Sugi terlebih dahulu melakukan riset. Biasanya, ia mendapatkan informasi dari media sosial, seperti laman komunitas di Facebook, Instagram, Twitter, atau mencari lewat Google Maps tempat-tempat yang memiliki rating di atas 4. Tidak jarang juga Sugi menjajal tempat-tempat makan yang sebelumnya ia lewati sepulang kerja.

Menu sarapan di Teheran
Sarapan di Teheran. Foto: Sugiharto Yosaputra.

Memilih restoran tua yang tetap hidup

Menjawab penawarannya akan tempat-tempat makan yang sering ia lewati sepulang bekerja, Sugi memiliki tip khusus untuk meyakinkan diri mencoba makan di lokasi-lokasi tersebut. Pertama adalah dengan melihat suasana dan susunan dekorasi restoran atau rumah makan itu.

“Khusus untuk yang dilewatin secara langsung, biasanya ini hal yang gue lihat: rumah makan tersebut cukup jadul, yang berarti sudah tested over the time, tapi ada tanda-tanda “kehidupan” seperti mejanya rapi karena sering dibersihkan, bukan kosong karena gak ada yang makan, ya,” ungkap Sugi.

Tip lainnya, Sugi sering memperhatikan rumah makan yang menjadi lokasi penempatan iklan  merek-merek minuman ternama. Ia menilai, tempat makan yang di-endorse biasanya memiliki lokasi yang strategis, atau memang banyak pengunjungnya.

Berbagi informasi melalui media sosial

Menayangkan foto dan video hasil buruan kuliner yang jarang dikenal tapi terlihat menggiurkan, tentu akan menarik banyak perhatian pengikut di media sosial. Hal ini juga dialami Sugi di setiap foto atau video yang ia bagikan di Instagram-nya.

Menu sarapan
Kuliner-kuliner jalanan yang menantang untuk ditampilkan dengan cantik, dapat Sugi tangkap dengan kamera ponselnya, dan sukses terlihat menggiurkan. Foto: Sugiharto Yosaputra.

Tidak hanya teman-teman terdekatnya, kegiatan Sugi berburu kuliner setiap Sabtu pagi juga sudah cukup dikenal di dunia maya. Sering kali ia mendapatkan pertanyaan rekomendasi makanan di wilayah-wilayah tertentu di Jakarta.

Selain rutin berburu kuliner di Sabtu pagi, ia juga mendokumentasikan kegiatannya di bagian “Highlight” Instagram-nya. Lokasi-lokasi kuliner yang sudah ia sambangi ia bagi per kotamadya di Jakarta untuk memudahkan pengunjung melihat kembali jejaknya.

Di Jakarta Timur misalnya, Sugi tidak ragu untuk mencicipi mi gomak khas Medan di rumah makan Mandiri Mi Gomak.  Rumah makan tersebut memiliki dekorasi sederhana yang terlihat menarik karena diramaikan oleh warga lokal. Ia hanya menyebutkan lokasi Gereja HKBP Sutoyo sebagai patokan terdekat untuk mencapai rumah makan yang terletak di Kampung Mayasari itu.

Tidak hanya foto dan video, ia juga memberi penilaian singkat tentang mi gomak yang dicicipinya bersama roti bohong dan es kopi susu yang diseduh dengan cara tradisional.

Selain di Jakarta, Sugi juga membagikan berbagai pengalamannya berburu kuliner khas daerah di wilayah lain, baik di Indonesia maupun luar negeri. Perjalan terbarunya ke Filipina, misalnya. Ia mencoba lechon atau siobak daging babi di sebuah beef house di Manila.

Warga lokal menikmati Kopitiam Ayau.
Warga lokal di Kopitiam Ayau. Foto: Sugiharto Yosaputra.

Wajib mencoba kondimen lokal di luar negeri

Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Demikian prinsip utama Sugi tentang preferensi kulinernya saat di luar negeri. Karena itulah, Sugi mewajibkan dirinya untuk menikmati makanan lokal di mana pun ia berada.

Biasanya, Sugi melakukan riset singkat untuk mencari kuliner khas dari negara yang  ia kunjungi. Ia biasa mencari informasi kuliner melalui media sosial, atau melalui penilaian di Google Maps.

“Cobain rasa khas suatu kota atau negara, sesimpel menggunakan kondimen yang disediakan di area tersebut,” ujar Sugi.

Misalnya rasa pedas, tiap negara memiliki cara yag berbeda untuk menambah rasa pedas pada masakannya. Bisa berupa saus dalam kemasan botol, bubuk cabe, chili flakes, minyak cabe, atau potongan cabe segar.

“Gue selalu berusaha menambahkan kondimen pedas yang disediakan di sana. Bukan dari saus sambal yang dibawa dari Indonesia. Jadi bisa mencicipi rasa ‘asli’ daerah itu,” tutupnya.

Ikuti cerita Sugi berburu kuliner setiap akhir pekan di akun Instagram @sugiyosaputra

 

Tentang Travel Blog Wego Indonesia:

Travel Blog Wego Indonesia adalah media daring milik Wego Indonesia yang menyajikan informasi seputar perjalanan, ditulis oleh tim redaksi dan kontributor. Saat ini  didukung kanal media sosial Wego ID di TwitterFacebook, dan Instagram.

Wego sendiri adalah situs dan aplikasi pembanding harga tiket pesawat serta hotel. Wego menyajikan informasi harga dari ratusan situs agen wisata, maskapai, dan jaringan hotel dunia, dalam satu tampilan sederhana. Dengan menggunakan Wegomencari tiket pesawat dan hotel sesuai bujet dan preferensi akan lebih cepat dan mudah!

Punya cerita menarik tentang tempat asal kamu? Atau ingin berbagi tips seputar liburan dan jalan-jalan? Kirim ke [email protected] supaya lebih banyak orang bisa membaca tulisanmu!