Belajar dari Tiongkok: Ini Rahasia Berhasil Atasi Wabah COVID-19

Awal April 2020 saat angka kasus COVID-19 di dunia menembus 1,4 juta kasus dan di Indonesia menembus 2.700 kasus, justru di tempat virus pertama kali ditemukan, Wuhan, Tiongkok, jumlah kasus terus menurun dan peraturan lockdown telah dihentikan. Penurunan jumlah kasus COVID-19 di Wuhan nampaknya harus menjadi contoh untuk banyak negara dalam menangani pandemi, termasuk Indonesia.

Jurus Jitu Travel Planning Saat Krisis COVID-19_Unduh App Wego

Penerapan Social Distancing yang Ketat

Tahukah kamu kalau Virus Korona menyebar dengan exponential growth? Artinya, jumlah penularan bukan lagi ditambah, tetapi dikali. Satu orang yang positif COVID-19 dapat menularkan virusnya ke 2 orang, lalu menularkannya ke 4 orang, lalu 8 orang, dan seterusnya. Karena menyebar begitu cepat, maka tidak bepergian ke luar rumah atau menghindari kerumunan orang bahkan menjaga jarak fisik adalah perlindungan terbaik agar tidak terhindar dari COVID-19.

pengemudi dan pelanggan jaga jarak

 

Makanya, saat ini, kata social distancing, physical distancing, atau work from home mungkin sudah akrab di telinga kita semua. Seruan untuk ‘di rumah aja’ pun ramai menghiasi media sosial. Imbauan ini bukanlah kampanye semata, melainkan satu-satunya cara yang bisa melindungi kita dari penularan virus korona. Hal serupa juga dilakukan oleh Tiongkok, terutama di Provinsi Hubei, lokasi pertama kali virus ditemukan di sebuah pasar ikan di Kota Wuhan akhir tahun 2019 lalu.

Pada 23 Januari 2020, karantina wilayah atau nama bekennya lockdown diterapkan di Provinsi Hubei, tepatnya 15 kota dikarantina termasuk Wuhan, ibu kota provinsi. Orang-orang diperintahkan untuk tetap tinggal di rumah, bahkan bepergian pun harus menggunakan kendaraan pribadi. Pemerintah kota sampai rela mengirimkan makanan dan kebutuhan pokok ke masing-masing kompleks perumahan untuk kemudian dibagikan ke rumah-rumah warga. Penerapan karantina wilayah yang ketat ternyata berbuah hasil setelah hampir 3 bulan mengurung diri; kasus COVID-19 di Provinsi Hubei menurun drastis.

Lebih dari Meratakan Kurva

Pernah lihat video editan Edward Suhadi yang disadur dari artikel mengenai flattening the curve dari The Washington Post? Konsep meratakan kurva (flatten the curve) merupakan tujuan utama dari seruan #dirumahaja yang juga diterapkan di Tiongkok. Hal ini karena rumah sakit atau fasilitas kesehatan di negara manapun tidak mungkin sanggup menangani ribuan orang sakit dalam waktu yang bersamaan. Untuk itu, agar jumlah orang positif COVID-19 tidak terlalu banyak atau masih dalam kapasitas pelayanan rumah sakit, orang yang sehat harus dilindungi agar tidak tertular.

perbandingan kurva yang merata dan tidak

Di Tiongkok, meratakan kurva bukan hanya dengan karantina wilayah tetapi juga kerja sama antara masyarakat dan pemerintah. Saat imbauan untuk tetap di rumah diserukan di Hubei, sebagian besar masyarakat langsung patuh dan pemerintah pun menerapkan sanksi yang cukup berat untuk orang yang melanggar. Kebutuhan pokok dan ekonomi diatur pemerintah dan masyarakat membentuk gugus sukarelawan untuk membantu distribusi kebutuhan. Seperti halnya di beberapa kota di Indonesia, seluruh aktivitas perkantoran hingga belajar mengajar dialihkan secara daring atau dari rumah.

Jurus Jitu Travel Planning Saat Krisis COVID-19_Unduh App WEGO

Provinsi Hubei, jadi amat sunyi dan hanya petugas kesehatan, serta petugas pelayanan masyarakat dan sektor lain yang esensial, yang bekerja dalam senyap untuk menyelamatkan semua orang.

Liburan Bisa Ditunda, Mudik Bisa Nanti

video call dengan teman

Untuk yang sudah merencanakan liburan di tahun ini, pasti sedih banget karena terpaksa harus ditunda untuk kebaikan bersama. Belum lagi, mendekati Ramadan, rencana mudik bisa ikutan gagal. Tapi, meskipun liburan dan mudik kamu tunda, kamu tetap bisa kok merencanakannya di lain waktu setelah COVID-19 berakhir. Semakin patuh kita untuk di rumah, semakin kecil potensi penularannya, semakin cepat juga pandemi pergi dari kehidupan kita. Yuk, kita contoh Tiongkok yang patuh dengan imbauan pemerintah dengan tetap di rumah, budayakan hidup bersih dan sehat, kerja dari rumah, dan pakai masker kalau terpaksa harus ke luar rumah. 

[Baca juga: Jurus Jitu Travel Planning Saat Krisis COVID-19]

Buat mengisi hari-hari tanpa liburan, eksplor blog Wego untuk cari inspirasi liburan selanjutnya setelah Virus Korona pergi, ya.

 

Tentang Travel Blog Wego Indonesia:

Travel Blog Wego Indonesia adalah media daring milik Wego Indonesia yang menyajikan informasi seputar perjalanan, ditulis oleh tim redaksi dan kontributor. Saat ini  didukung kanal media sosial Wego ID di TwitterFacebook, dan Instagram.

Wego sendiri adalah situs dan aplikasi pembanding harga tiket pesawat serta hotel. Wego menyajikan informasi harga dari ratusan situs agen wisata, maskapai, dan jaringan hotel dunia, dalam satu tampilan sederhana. Dengan menggunakan Wegomencari tiket pesawat dan hotel sesuai bujet dan preferensi akan lebih cepat dan mudah!

Punya cerita menarik tentang tempat asal kamu? Atau ingin berbagi tips seputar liburan  dan jalan-jalan? Kirim ke [email protected] supaya lebih banyak orang bisa membaca tulisanmu!