7 Destinasi Berburu Kain Tradisional Asli Indonesia

Mengenal dan memelajari kain tradisional dapat menjadi salah satu kegiatan yang menyenangkan saat liburan. Hampir setiap daerah, bahkan suku di Indonesia memiliki pakaian tradisional yang menjadi cermin budaya dan identitas mereka. 

Setiap daerah dan masing-masing suku memiliki teknik pembuatan dan motif yang menjadi ciri khasnya masing-masing. Satu kesamaan dari kain-kain tradisional itu adalah mereka berasal dari industri rumah tangga dan dibuat oleh para wanita. 

Jika dulu kain-kain tradisional ini dibuat untuk menjadi pakaian sehari-hari, kini kain tradisional menjadi salah satu daya tarik dan suvenir.

Ingin memulai koleksi wastra Indonesia? Berikut rekomendasi lokasi tujuan berlibur yang terkenal dengan kain-kain tradisional mereka.

 

Ulos di Pulau Samosir 

Destinasi Berburu Kain_Ulos di Samosir
Foto: Edna Tarigan

Suku Batak di Sumatera Utara terkenal dengan kain ulosnya. Saat mengunjungi Pulau Samosir, Desa Lumban Suhi-Suhi adalah tempat kamu bisa bertemu perajin ulos dan melihat proses pembuatannya.

Perempuan di desa ini biasanya menenun kain di depan rumah mereka. Sepotong kain ulos berukuran 200 x 80 cm membutuhkan waktu pengerjaan sekitar seminggu. Proses pembuatan ulos dimulai dengan kanji dan gulungan benang, yang kemudian dipintal dengan alat tradisional. 

Pola, ukuran, dan kualitas kain menentukan harga ulos. Seorang penenun dapat menjual kain dengan harga yang lebih mahal jika usianya lebih tua dari kain-kain lainnya. Harga kain juga bisa semakin mahal jika memiliki sejarahnya sendiri. Misalnya, jika kain itu adalah pusaka keluarga penjual atau penenun kain.

Meskipun desa ini terletak di dekat Danau Toba, tempat sebagian besar orang berasal dari sub-suku Batak Toba, perempuan-perempuan di Lumban Suhi-Suhi juga memproduksi uis nipes, yaitu jenis kain lainnya dari sub-suku Batak Karo yang wilayahnya 135 kilometer jauhnya dari mereka. 

Sambil mengenal motif-motif ulos dan uis nipes, kamu juga bisa melihat rumah adat tradisional di Lumban Suhi-Suhi. 

Wego punya harga tiket murah rute Jakarta – Medan tanggal 8 – 13 April 2020. Hanya Rp1,3 juta!

Pesan tiket Jakarta – Medan tanggal 8 – 13 April 2020 di sini! Pesan tiket Jakarta – Medan tanggal 8 – 13 April 2020 di sini!

 

Wego juga punya tiket rute Surabaya – Medan tanggal 25 – 30 April 2020, hanya Rp2,1 juta!

Pesan tiket Surabaya – Medan tanggal 25 – 30 April 2020 di sini! Pesan tiket Surabaya – Medan tanggal 25 – 30 April 2020 di sini!

 

Tiket lainnya dari Wego rute Bali – Medan hanya Rp2,2 juta untuk tanggal 1 – 8 April 2020

Pesan tiket Bali – Medan tanggal 1 – 8 April 2020 di sini! Pesan tiket Bali – Medan tanggal 1 – 8 April 2020 di sini!

 

 

Tinunan Baduy di Banten

Destinasi Berburu Kain_Tinunan Banten
Foto: Edna Tarigan

Tinunan, kain tradisional Suku Baduy, adalah kain non-batik dari Jawa Barat yang diproduksi oleh perempuan-perempuan Baduy di Desa Kanekes, Banten.

Terletak di Kabupaten Lebak, Banten, kamu dapat menginap atau bermalam di Desa Baduy untuk melihat dan mempelajari tentang kain Baduy. Desa Kanekes juga dikenal sebagai salah satu desa unik di Indonesia di mana penduduk setempat mempertahankan cara hidup yang masih tradisional.

Hal ini juga berlaku untuk cara mereka membuat kain Tinunan yang menggunakan sumber-sumber alam sekitar dan menggunakan tenaga manusia untuk menenunnya.

Tinunan memiliki pola sederhana berupa garis-garis kecil berwarna-warni yang membentuk pola kotak-kotak. Sebagian besar Tinunan yang menjadi suvenir di Desa Kanekes berupa syal atau selendang. Sementara itu, Suku Baduy Dalam menggunakan Tinunan juga dibuat untuk pakaian sehari-hari atau untuk upacara.

 

Kain Geringsing di Desa Tenganan Bali

Destinasi Berburu Kain_Geringsing Bali
Foto: Edna Tarigan

Desa Tenganan adalah desa tradisional Bali di Karang Asem, Bali, yang dapat dicapai dengan 60 menit berkendara dari Denpasar. Desa yang dikenal dengan upacara dan tradisi khasnya, seperti Ngusaba Kasa dan tradisi Ayunan, juga memiliki kain Geringsing yang sudah dikenal di kalangan pencinta wastra Indonesia.

Geringsing terbuat dari benang katun yang dibuat dari kapas keling (kapas hitam), yang merupakan penyerap warna yang bagus. Hanya ada tiga warna yang digunakan untuk membuat kain geringsing, yaitu merah, hitam dan putih.

Ada lebih dari 20 motif dari kain geringsing, seperti cakra, kabeng (kalajengking), bunga cemplong dan cecempakan, pitola dan wayang kebo. Motif yang terakhir menggambarkan boneka kerbau, dikatakan paling sulit dibuat dan oleh karena itu yang paling mahal.

Jika berkunjung ke Desa Tenganan dan ingin melihat proses pembuatan kain geringsing, jangan ragu bertanya kepada penduduk setempat. Perempuan di Desa Tenganan mewariskan keterampilan membuat kain geringsing secara turun-temurun karena kain tersebut digunakan rutin untuk ritual adat, seperti perayaan Ngusaba Kasa. Selain itu, ada juga orang Bali dari luar desa membeli kain untuk pakaian mereka pada upacara mereka.

Sedang ada harga tiket murah ke Bali! 

Surabaya – Denpasar tanggal 13 – 17 April 2020 hanya Rp711 ribu. 

Pesan tiket Surabaya – Denpasar tanggal13-17 April 2020 di sini! Pesan tiket Surabaya – Denpasar tanggal13-17 April 2020 di sini!

 

Jakarta – Bali tanggal 18 – 22 April 2020 hanya Rp1,1 juta! 

Pesan tiket Jakarta – Bali tanggal 18 – 22 April 2020 di sini! Pesan tiket Jakarta – Bali tanggal 18 – 22 April 2020 di sini!

 

Tenun Ikat di Pulau Sumba

Destinasi Berburu Kain_Tenun Sumba
Foto: Godila / Shutterstock.com

Provinsi Nusa Tenggara Timur merupakan rumah bagi kain tenun ikat di Indonesia. Salah satu lokasi wisata yang paling populer untuk mendapatkan tenun ikat adalah Pulau Sumba. 

Tenun ikat di Sumba memiliki motif-motif simbolis yang penuh makna. Motif-motif tersebut antara lain motif kuda (njara) sebagai lambang kepahlawanan, keagungan, dan kebangsawanan masyarakat Sumba, atau motif ayam jantan yang melambangkan kesadaran dan tanda kehidupan karena ayam jantan selalu berkokok setiap pagi.

Di Sumba Timur, wisatawan dapat berburu tenun ikat Sumba di Pasar Inpres Matawai di Kota Waingapu. Ada banyak penjual kain tenun ikat dengan variasi harga dan motif di pasar tersebut. Kain seukuran pashmina dengan pewarna kimia bisa didapatkan dengan harga mulai dari Rp200.000, sedangkan kain dengan pewarna alami memiliki harga jauh lebih tinggi, apalagi jika ukurannya lebih lebar, harganya bisa mencapai jutaan rupiah.

Ciri utama tenun Sumba yang menggunakan pewarna alami adalah kain tersebut memiliki warna-warni alam, seperti merah tanah, indigo, dan coklat tua. Sementara kain dengan pewarna kimia cenderung berwarna lebih cerah dan memiliki warna yang lebih beragam.

Selain di Pasar Inpres Matawai, kain tenun ikat Sumba juga dapat diperoleh di desa-desa adat seperti di Desa Adat Praijing di Sumba Barat atau Desa Adat Ratenggaro di Sumba Barat Daya.

 

Ikat Flores di Kampung Adat Bena NTT

Destinasi Berburu Kain_Ikat Flores
Foto: Edna Tarigan

Jika kamu berencana untuk mengunjungi Pulau Flores di Nusa Tenggara Timur, luangkanlah waktu untuk mengunjungi Kampung Adat Bena di Kabupaten Ngada. 

Kampung Adat Bena terkenal sebagai salah satu desa yang memiliki situs megalitik yang dikelilingi 45 rumah tradisional yang ditempati oleh penduduk kampung tersebut. Masing-masing rumah biasanya memamerkan kain tenun ikat tradisional di teda moa atau sisi teras depan rumah.

Para ibu di Kampung Adat Bena menenun kain tradisional mereka dan menjualnya sebagai suvenir atau oleh-oleh kepada para pengunjung. Kain tenun ikat di kampung ini biasanya memiliki aksen hitam, biru tua dan merah dengan tepi merah dan kuning. 

Selain itu, kain ikat juga memiliki motif-motif yang mengandung sebagai pesan. Beberapa pola yang umum ditemukan pada tenun ikat Flores di Kampung Adat Bena adalah pola jara atau kuda, pola wa’i manu atau kaki ayam, dan pola ghi’u yang berupa garis pada kain.

 

Songket Palembang di Kota Palembang

Destinasi Berburu Kain_Songket Palembang

Selain Pulau Samosir, Palembang juga merupakan lokasi berburu kain-kain tradisional yang ada di Sumatera. Kepopuleran Songket Palembang tidak hanya terdengar di kota asalnya, tapi juga bergaung di Jakarta sebagai pelengkap baju-baju pernikahan mewah dengan sentuhan tradisional Indonesia.

Songket Palembang berhiaskan benang-benang berwarna emas atau perak yang hanya diproduksi di daerah-daerah tertentu. Karena tampilannya yang elegan, tidak heran kalau songket Palembang juga sering dikombinasikan dengan baju-baju tradisional dari daerah lain di Indonesia. 

Sentra kerajinan songket di Kawasan Tangga Buntung dan Komplek Ilir Barat Permai di Palembang merupakan 2 tujuan utama untuk mendapatkan songket dengan kualitas terbaik dan harga yang terjangkau.

Penggunaan benang berwarna emas dan perak, serta kerumitan teknik penenunan membuat kain songket Palembang dijual dengan harga mulai Rp2,5 juta.

 

Batik di Pasar Beringharjo Yogyakarta

 

Destinasi Berburu Kain_Batik Beringharjo
Foto: Mardiya / Shutterstock

Berburu batik di Pasar Beringharjo di Yogyakarta merupakan salah satu agenda wajib yang bisa dilakukan di Yogyakarta. Selain karena banyaknya ragam batik yang dijual, kain-kain batik yang dijual pun tersedia dengan harga miring.

Di Pasar Beringharjo, kamu bisa menemukan jenis-jenis batik, mulai dari batik cap, batik print, hingga batik tulis. Corak batik yang dijual pun beragam, ada corak-corak batik klasik, seperti motif parang atau kawung;  ada pula corak-corak modern dengan pewarnaan yang lebih banyak dan lebih cerah.

Selain itu, batik yang dijual di Pasar Beringharjo pun tidak hanya berbentuk kain, tapi juga dalam bentuk baju, celana, bahkan tas,

Salah satu tip untuk berbelanja batik di Pasar Beringharjo adalah jangan ragu untuk menawar harga kain batik yang kamu inginkan. Jika beruntung, kamu bisa membawa pulang batik incaranmu tanpa harus menguras lebih banyak isi dompet. Namun jangan lupa, jangan menawar terlalu rendah, karena belanja batikmu berarti membantu kehidupan para perajin batik di Yogyakarta dan sekitarnya.

Mau tiket murah ke Jogja? Wego punya penawaran bagus!

Jakarta – Jogja tanggal 14 – 18 April 2020 hanya Rp627 ribu. 

Pesan tiket Jakarta – Jogja tanggal 14 – 18 April 2020 di sini! Pesan tiket Jakarta – Jogja tanggal 14 – 18 April 2020 di sini!

 

Ada lagi penawaran Wego Bali – Jogja tanggal 15 – 19 April 2020 hanyaRp980 ribu saja!

Pesan tiket Bali – Jogja tanggal 15 – 19 April 2020 di sini! Pesan tiket Bali – Jogja tanggal 15 – 19 April 2020 di sini!

Featured Image Credit: Zulfikri Sasma / Shutterstock.com

Tentang Travel Blog Wego Indonesia:

Travel Blog Wego Indonesia adalah media daring milik Wego Indonesia yang menyajikan informasi seputar perjalanan, ditulis oleh tim redaksi dan kontributor. Saat ini  didukung kanal media sosial Wego ID di TwitterFacebook, dan Instagram.

Wego sendiri adalah situs dan aplikasi pembanding harga tiket pesawat serta hotel. Wego menyajikan informasi harga dari ratusan situs agen wisata, maskapai, dan jaringan hotel dunia, dalam satu tampilan sederhana. Dengan menggunakan Wegomencari tiket pesawat dan hotel sesuai bujet dan preferensi akan lebih cepat dan mudah!

Punya cerita menarik tentang tempat asal kamu? Atau ingin berbagi tips seputar liburan dan jalan-jalan? Kirim ke [email protected] supaya lebih banyak orang bisa membaca tulisanmu!