16 Tradisi Unik yang Hanya Bisa Ditemukan di Indonesia

Pasti sudah tahu kalau Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki banyak etnis, suku, dan kepercayaan. Jadi nggak salah kalau dari ujung barat sampai ujung timur Indonesia memiliki beragam tradisi unik yang berbeda-beda tiap daerah. Tradisi-tradisi ini masih dijaga hingga sekarang, jadi Anda tetap bisa melihat bagaimana tradisi ini hidup berdampingan dengan masyarakat.

Unduh app wego

Tradisi dan adat istiadat ini pasti bikin bangga kita sebagai orang Indonesia karena memang cuma bisa ditemukan di tanah air kita saja. Penasaran tradisi unik apa saja yang bikin Indonesia beda dari yang lain? Yuk, langsung dibaca!

 

Iklan

 

1. Ritual Tiwah – Kalimantan Tengah

Tradisi Unik yang Hanya Ada di Indonesia
Foto: www.indonesia-tourism.com 

Di Kalimantan Tengah terdapat tradisi khusus yang dilakukan untuk orang yang sudah lama meninggal. Upacara Tiwah ini biasa dilakukan oleh suku Dayak untuk pengantaran tulang orang yang sudah meninggal ke sebuah rumah yang disebut Sandung. Ritual ini bertujuan untuk meluruskan perjalanan arwah menuju Lewu Tatau atau surga. Selain itu ritual unik ini juga bertujuan untuk melepaskan kesialan bagi keluarga yang sudah ditinggalkan.

 

2. Tradisi Potong Jari – Papua

Tradisi Potong Jari Papua

Tradisi yang terbilang ekstrem ini memang sudah banyak ditinggalkan oleh suku Dani. Potong jari adalah tradisi untuk menunjukan kesedihan karena ditinggal oleh anggota keluarga. Bagi suku Dani jari mempunyai arti yang lebih dalam, disimbolkan sebagai bentuk kerukunan, kebersatuan, dan kekuatan dalam diri manusia ataupun sebuah keluarga.

 

Iklan

 

3. Gigi Runcing Suku Mentawai – Kalimantan

Tradisi Unik yang Hanya Ada di Indonesia
Foto: www.tentik.com

Bagi suku Mentawai wanita yang cantik harus memenuhi tiga kriteria. Pertama, telinganya yang panjang. Kedua, tubuhnya dihiasi titi atau tato. Ketiga, giginya yang runcing. Tradisi untuk meruncingkan gigi ini diyakini akan menambah kecantikan sang wanita.

 

4. Kebo-keboan – Banyuwangi

Tradisi Unik yang Hanya Ada di Indonesia
Foto: www.banyuwangibagus.com

Ritual yang diadakan setahun sekali ini selalu diadakan setiap tanggal 10 Suro atau 10 Muharam di desa Alasmalang, Singojuruh, Banyuwangi. Upacara ini mengharuskan beberapa laki – laki berdandan menjadi kerbau dan berkorban untuk membajak sawah. Setelah membajak sawah kebo – keboan ini diarak mengelilingi desa disertai karnaval kesenian rakyat. Ritual kebo – keboan ini bertujuan untuk meminta hujan ketika musim kemarau.

 

Iklan

 

5. Tradisi Adu Betis – Sulawesi Selatan

Tradisi Unik yang Hanya Ada di Indonesia
Foto: forum.viva.co.id

Di Indonesia yang sebagian besar masyrakatnya adalah petani mempunyai banyak tradisi untuk mensyukuri musim panen. Salah satunya di Dusun Paroto, Desa Sanaeko, Barebbo, Bone, Sulawesi Selatan yang melakukan tradisi adu betis. Unik bukan? Tradisi ini dilakukan lewat permainan Malanca. Intinya para pemuda harus mengeluarkan kekuatannya agar bisa mengikuti tradisi adu betis ini.

6. Tradisi Pemakaman Suku Minahasa – Sulawesi Utara

Tradisi Unik yang Hanya Ada di Indonesia
Foto: www.seputarsulut.com

Suku Minahasa memiliki ritual pemakaman yang unik dan beda dari tradisi lainnya. Suku Minahasa memosisikan jenazah duduk sambil memeluk kakinya bukan dalam posisi tidur. Tradisi pemakaman seperti ini menurut kepercayaan melambangkan keadaan suci dan membawa kebaikan. Selain harus dalam posisi duduk, arah posisi mayat harus menghadap ke arah utara. Hal ini disebabkan karena cerita turun temurun dari nenek moyang orang Minahasa.

 

7. Tabuik – Sumatera Barat

Tradisi Unik yang Hanya Ada di Indonesia
Foto: fadhilanhar.blogspot.com

Tabuik adalah bahasa Arab yang memiliki arti kata tabut atau mengarak. Tradisi ini dilakukan oleh masyarakat di Pantai Barat, Sumatera Barat yang diselenggarakan secara turun menurun. Upacara tabuik ini digelar setiap hari Asyura yang jatuh pada tanggal 10 Muharram. Upacara tradisi ini menjadi simbol dan bentuk ekspresi rasa duka yang mendalam dan rasa hormat umat Islam di Pariaman terhdapat cucu Nabi Muhammad SAW.

 

8. Dugderan – Semarang

Tradisi Dugderan Semarang
Foto: BanGhoL / Shutterstock.com

Menjelang bulan puasa kota Semarang akan ramai dengan acara dugderan. Tradisi yang sudah ada sejak dahulu ini adalah penanda bahwa bulan puasa telah datang. Salah satu ciri khas dari acara ini adalah arak – arak warak ngendok. Warak ngendok ini adalah bintang rekaan yang bertubuh kambing, berkepala naga serta memiliki kulit sisik emas.

Pilih penginapan yang lokasinya dekat dengan tempat diadakannya dugderaan. Yuk pilih penginapan yang sesuai dengan budget di Ezytravel. Booking Ezytravel melalui ShopBack dapatkan cashback 8%.

 

9. Bakar Tongkang – Riau

Tradisi Bakar Tongkang Riau
Foto: thomaschristiawan / Shutterstock.com

Etnis Tionghoa yang menetap di Bagansiapiapi, Riau selalu mengadakan ritual bakar tongkak yang dilaksanakan setiap bulan Juli. Menurut kepercayaan ritual ini sudah dilakukan oleh leluhur mereka dengan tujuan bertekad untuk tidak kembali ke tempat asal. Makna lainnya adalah upacara peringatan dewa laut Ki Ong Ya dan Tai Su Ong yang digambarkan sebagai dewa dua sisi.

 

10. Batombe – Sumatera Barat

Tradisi Unik yang Hanya Ada di Indonesia
Foto: www.itoday.co.id

Berpantun memang menjadi salah satu ciri orang Indonesia. Di Sumatera Barat terdapat tradisi berpantun, awalnya batombe adalah tradisi yang biasa dilakukan ketika membangun rumah gadang. Pada intinya tradisi ini ingin menghibur orang yang bekerja agar lebih bersemanagt. Selain berpantun, batombe juga mengharuskan para pemainnya untuk menari.

 

11. Brobosan – Jawa

Tradisi Unik yang Hanya Ada di Indonesia
Foto: www.jogjaland.net

Brobosan yang mempunyai arti menerobos ini dilakukan ketika upacara kematian. Sebelum jenazah di bawa ke kuburan, biasanya para keluarga terdekat melakukan tradisi brobosa. Hal ini dipercaya agar keluarga yang ditinggalkan melupakan kesedihan dan menjadi bentuk penghormatan terakhir kepada mendiang.

 

12. Tatung – Singkawang

Tradisi Tatung Singkawang
Foto: Harum Sekartaji / Shutterstock.com

Tradisi tatung ini selalu diadakan di kota Singkawang menjelang Cap Go Meh. Perayaan Cap Go Meh di daerah ini berlangsung sangat meriah dengan kehadiran tatung. Dalam pawai yang diadakan sangat meriah ini para tatung akan kebal terhadap benda – benda tajam, jadi selama parade tatung akan melakukan peragaan seperti debus. 

 

13. Pasola – Nusa Tenggara Timur

Pasola
Foto: Muhammad Safei / Shutterstock.com

Pasola merupakan sebuah tradisi yang dilakukan setahun sekali oleh warga Kampung Kodi, Kampung Lamboya, Kampung Wanokaka, dan Kampung Garoa di wilayah Sumba Barat. Tradisi berupa adu ketangkasan menggunakan kuda dan lembing ini merupakan puncak acara dari Pesta Adat Nyale yang dilakukan untuk memohon restu terhadap dewa dan nenek moyang menjelang musim panen tiba. Dalam pelaksanaan Pasola, dua “Ksatria Sumba” akan menunggangi kuda dan menyerang satu sama lain menggunakan tongkat kayu. Darah yang jatuh pada arena Pasola dianggap mampu membuat tanah mereka subur sehingga hasil panen berlimpah. 

 

14. Seba – Banten

Seba
Foto: Dhodi Syailendra / Shutterstock.com

Suku Baduy dikenal luas sebagai suku yang menutup diri dari dunia luar dan masih mempertahankan kearifan lokal nenek moyang di era modern ini. Meski begitu, ada kalanya ribuan orang Baduy keluar dari desa dan berjalan kaki hingga hampir 100 kilometer untuk memberikan hasil panen kepada Ibu Gede dan Bapak Gede yang bertempat di kota Serang. Yang dimaksud dengan “Ibu dan Bapak Gede” adalah Bupati Lebak dan Gubernur Banten. Tradisi Seba ini dilakukan oleh Suku Baduy untuk menjaga persaudaraan serta wujud ungkapan syukur kepada pemerintah setempat layaknya sebuah upeti yang diberikan pada kerajaan. 

 

15. Ma’nene – Toraja, Sulawesi Selatan

Ma'nene
Foto: Muhammad Safei / Shutterstock.com

Warga di Kabupaten Toraja memiliki sebuah ritual unik yang diberi nama Ma’Nene. Ritual yang menjadi daya tarik para wisatawan untuk berkunjung ke Tana Toraja ini dilakukan dengan cara mengeluarkan jasad anggota keluarga dari pemakaman, lalu jasad tersebut dibersihkan dan diganti pakaiannya. Tak jarang jasad-jasad ini dibalut dengan rangkaian pakaian yang lengkap dari mulai jas untuk jasad pria, serta gaun untuk jasad perempuan. Ritual unik yang dilaksanakan tiap tiga tahun sekali ini memiliki makna akan pentingnya menjaga hubungan kepada sesama anggota keluarga, bahkan dengan anggota keluarga yang sudah terlebih dahulu meninggal dunia. 

 

16. Mekare-kare – Bali

mekare-kare
Foto: Gede Suyoga / Shutterstock.com

Pulau Bali juga menyimpan sebuah tradisi unik yang dilakukan oleh para lelaki di Desa Tenganan Pegringsingan sebagai sebuah persembahan bagi Dewa Indra. Dalam tradisi ini, pria-pria dari desa tersebut akan melakukan pertunjukan perang dengan menggunakan daun pandan berduri sebagai senjata serta perisai rotan untuk menangkis serangan lawan. Setelah melakukan ritual ini, semua peserta Mekare-kare akan duduk dan menyantap makanan bersama-sama sambil diobati luka-lukanya. 

 

Sudah seharusnya kita bangga dengan tradisi-tradisi budaya yang tersebar di berbagai wilayah nusantara. Tradisi-tradisi tersebut merupakan sebuah bentuk peninggalan dari budaya serta sejarah yang dijalani oleh nenek moyang kita, sehingga penting bagi kita untuk mempelajari nilai-nilai sekaligus makna yang terkandung di dalamnya. 

Tentang Travel Blog Wego Indonesia:

unduh app wego

Travel Blog Wego Indonesia adalah media daring milik Wego Indonesia yang menyajikan informasi seputar perjalanan, ditulis oleh tim redaksi dan kontributor. Saat ini  didukung kanal media sosial Wego ID di TwitterFacebook, dan Instagram.

Wego sendiri adalah situs dan aplikasi pembanding harga tiket pesawat serta hotel. Wego menyajikan informasi harga dari ratusan situs agen wisata, maskapai, dan jaringan hotel dunia, dalam satu tampilan sederhana. Dengan menggunakan Wegomencari tiket pesawat dan hotel sesuai bujet dan preferensi akan lebih cepat dan mudah!

Punya cerita menarik tentang tempat asal kamu? Atau ingin berbagi tips seputar liburan dan jalan-jalan? Kirim ke [email protected] supaya lebih banyak orang bisa membaca tulisanmu!