12 Tempat Wisata di Bogor Searah Jarum Jam

Bogor, kota yang senantiasa ditemani hujan dan petir sepanjang tahun, menyimpan berbagai tempat wisata yang sudah terbukti panjang umur. Yup, tempat wisata di Bogor ini bertahan dari masa ke masa dari zaman pemerintahan belanda hingga saat ini. Nah, untuk mengobati rasa penasaran tentang betapa kayanya Bogor dengan tempat wisata, Wego memutuskan untuk jalan-jalan seharian menjelajahi tempat-tempat wisata yang ada di sekitar jalan lingkar Kebun Raya Bogor.

Kebun Raya Bogor

Jam Operasional : 07.30 – 17.00, setiap hari

Tiket Masuk : Rp14.000

b1
Gerbang depan Kebun Raya Bogor (Foto : Akbarmuhibar)

Nah, Kebun Raya Bogor yang melegenda ini sudah terkenal hingga mancanegara. Dikenal sebagai salah satu kebun raya tertua di Asia Tenggara, kebun ini menyimpan ribuan koleksi tanaman dari berbagai penjuru dunia. Dibangun tahun 1817, kebun raya juga memiliki berbagai atraksi wisata yang bisa dinikmati seluruh keluarga. Bahkan berbagai kebun dan kolam yang ada di sini sudah dipercantik, sehingga bisa dijadikan lokasi foto yang bagus, lho. Salah satu contoh menarik ada di Kolam Gunting, yang memisahkan halaman Istana Bogor dengan Kebun Raya. Lokasi ini sudah dipercantik dengan pedestrian panjang yang lebar dan diberikan sebuah dermaga di tepi kolam. Ayoo, siapa yang ngga tergiur foto bareng disini?

b2
Pedestrian baru di Kolam Gunting KRB (Foto : Akbarmuhibar)

Vihara Dhanangun

Jam Operasional : 07.00 – 17.00

Tiket Masuk : Gratis

Gerbang masuk kawasan Suryakencana (Foto : Akbarmuhibar)
Gerbang masuk kawasan Suryakencana (Foto : Akbarmuhibar)
b4
Vihara Dhanangun (Foto : Akbarmuhibar)

Vihara Dhanangun berada di kawasan pecinan Jalan Suryakencana dan agak tersembunyi dari jalan besar. Tapi kamu tidak perlu khawatir tersesat, karena ada gapura yang ada di depan jalan masuk vihara yang akan menuntunmu masuk dan menikmati arsitektur yang sudah bertahan sejak 1672. Sebenarnya vihara ini adalah sebuah kelenteng yang bernama Hok Tek Bio yang menjadi tempat peribadatan agama Konghucu beserta aliran-alirannya. Namun, karena Konghucu sempat tidak diakui sebagai agama, akhirnya kelenteng ini dimasukkan sebagai tempat peribadatan agama Buddha dan memakai nama Vihara Dhanangun hingga saat ini. Setiap Cap Go Meh, tempat ini selalu menjadi pusat perayaan dan sayang jika dilewatkan.

Museum Zoologi

Jam Operasional : 08.00 – 16.00, setiap hari

Tiket Masuk : Sudah termasuk tiket Kebun Raya Bogor

b5
Pintu masuk Museum Zoologi Bogor, penuh dengan anak-anak (Foto : Akbarmuhibar )

Berdiri sejak tahun 1894, museum ini punya koleksi fauna terbesar di Asia Tenggara dan dikenal ilmuan internasional dengan nama Museum Zoologicum Bogoriense (MZB). Koleksi di Museum ini sangat dijaga ketat, lho, bahkan beberapa ruangan tertentu diatur suhunya agar koleksi yang ada di museum ini tetap terjaga dengan baik. Ini karena kebanyakan koleksi adalah fauna yang telah diawetkan selama puluhan tahun. Di museum ini juga kita bisa melihat kerangka paus biru yang terdampar dulunya di Pantai Pameugpeuk, Garut tahun 1914. Jangan lupa juga melihat kisah sedih badak bercula satu terakhir di luar daerah Ujung Kulon yang diawetkan di sini.

b6
Kerangka Paus Biru di Museum Zoologi (Foto : Akbarmuhibar)

Museum Etnobotani Indonesia

Jam Operasional : Senin – Kamis (08.00 – 16.00) Jumat- Sabtu (Dengan Perjanjian Sebelumnya)

Tiket Masuk : Gratis

b7
Pintu depan Museum Etnobotani Indonesia dan Herbarium Bogoriense (Foto : Akbarmuhibar)

Tempat wisata di Bogor yang satu ini agak susah dicari bila mata tidak cermat. Tersembunyi di balik rindangnya pepohonan halaman gedung Herbarium Bogoriense, Museum Etnobotani menyimpan berbagai budaya pertanian yang digunakan masyarakat Indonesia. Dahulu ada dua bagian di dalam gedung ini, yaitu Museum Herbarium dan Museum Etnobotani. Namun karena keterbatasan ruangan, akhirnya Museum Herbarium dipindah ke Pusat Penelitian Biologi, Kebun Raya Cibinong. Sedangkan Museum Etnobotani yang diresmikan tahun 1982 oleh BJ.Habibie, tetap dikembangkan dengan menambahkan museum temporer yang lebih nyaman dan interaktif dengan pengunjung. Jangan lupa juga mengunjungi museum tetap yang ada di lantai bawah yang lebih banyak menyimpan informasi tentang hubungan alam dan kebudayaan indonesia.

b8
Koleksi Museum Etnobotani Indonesia (Foto : Akbarmuhibar)

Museum Balai Kirti

Jam Operasional : Sesuai perjanjian

Tiket Masuk : Gratis

b9
Pemandangan Museum Balai Kirti atau Museum Kepresidenan dari depan Museum Etnobotani Indonesia (Foto : Akbarmuhibar)

Museum ini salah satu museum terbaru di Kota Bogor. Dibangun di kompleks Istana Kepresidenan, Museum Balai Kirti atau Museum Kepresidenan ini menjadi primadona baru wisata di Kota Bogor. Gedungnya yang modern didukung dengan fasilitas baru membuat jalan-jalan di museum ini sangatlah menyenangkan. Karena letaknya di dalam istana, tidak sembarangan orang yang boleh masuk, lho. Semua pengunjung harus mengirimkan surat permohonan kunjungan dulu ke Kepala Museum Kepresidenan tujuh hari sebelum kunjungan. Jangan lupa berpakaian rapi ya ketika berkunjung, karena ada aturan protokoler yang harus dipatuhi. Selamat berkunjung!

Patung Presiden di Museum Balai Kirti (Foto : kebudayaan.mendikbud.go.id)
Patung Presiden di Museum Balai Kirti (Foto : kebudayaan.mendikbud.go.id)

Taman Ade Irma Suryani (Taman Topi)

Jam Operasional : Senin-Jum’at 09:00-17:00. Sabtu-Minggu 08:00-18:00

Tiket Masuk : Rp7.000

b11
Patung Kapten Muslihat di Taman Topi (Foto : Akbarmuhibar)

Tidak jauh dari Stasiun Bogor, termahsyurlah sebuah taman yang biasa disebut Taman Topi yang selalu ramai setiap harinya. Nama gaulnya sih Plaza Kapten Muslihat, karena berada di Jalan Kapten Muslihat. Tapi, nama kerennya tahun 1881 adalah Stationspark atau Wilhelmina Park. Kini Stationspark terbelah dua yaitu Taman Ade Irma Suryani yang berfungsi sebagai tempat permainan anak dan Taman Topi sebagai taman komersial yang dahulunya adalah bekas terminal. Taman Ade Irma Suryani sendiri sudah bertahan dari tahun 1975 memberikan hiburan bagi anak-anak di Kota Bogor.

Pintu masuk Taman Ade Irma Suryani yang penuh dengan bunga (Foto : Akbarmuhibar)
Pintu masuk Taman Ade Irma Suryani yang penuh dengan bunga (Foto : Akbarmuhibar)

Lapangan Sempur

Jam Operasional : 24 jam, setiap hari

Tiket Masuk : Gratis

b17
Bisa peras keringat sambil cari pasangan di Lapangan Sempur (Foto : Akbarmuhibar)

Inilah lapangan paling dekat dengan Kebun Raya Bogor, Lapangan Sempur. Tempat paling cocok untuk membakar lemak menumpuk di bagian-bagian yang tidak semestinya, hahaha. Lapangan ini ternyata sudah direncanakan sejak tahun 1917 oleh Ir. Thomas Karsten bersamaan dengan Taman Kencana dan selesai tahun 1930. Sesuai dengan fungsinya sebagai tempat olahraga, lapangan ini memiliki beberapa fasilitas yang masih dapat digunakan dengan baik. Suka lari sore? Langsung saja datang ke lintasan yang disediakan di sekitar lapangan ini. Pecinta voli pantai juga bisa memanfaatkan lapangan voli dengan pasir pantai asli. Panjat tebing juga bisa dilakukan di climbing wall yang disediakan dan di sebelahnya terdapat lapangan basket juga bisa digunakan kapan saja. Lapangan Skateboard merupakan bagian baru yang ada di Sempur. Siap cari keringat dan jodoh di Lapangan Sempur?

b18
Skateboard Park, tempat terbaru di Lapangan Sempur (Foto : Akbarmuhibar)

Taman Ekspresi

Jam Operasional : 24 Jam, setiap hari

Tiket Masuk : Gratis

Taman Ekspresi yang ramai sore-sore (Foto : Akbarmuhibar)
Taman Ekspresi yang ramai sore-sore (Foto : Akbarmuhibar)

Setelah lelah berolahraga di Lapangan Sempur, marilah kita duduk-duduk sejenak di Taman Ekspresi. Taman ini terletak persis di sebelah Lapangan Sempur, sehingga dikenal sebagai Taman Sempur. Namun, saat itu kondisi taman kurang terawat, tetapi telah memiliki fasilitias yang baik seperti musholla dan toilet. Setelah taman ini dibersihkan dan diberi konsep amphiteater, nama taman ini diubah menjadi Taman Ekspresi dan diharapkan berbagai komunitas bisa mengadakan kegiatannya di taman ini. Jika ingin berkunjung di taman ini, sore hari adalah waktu yang tepat. Kenapa? Karena di Lapangan Sempur sore hari ramai dengan masyarakat yang berolahraga dan banyak pedagang kaki lima berbaris rapi. Bisa duduk-duduk sambil makan, deh. Tapi jangan lupa ingat porsinya, ya, hihihi.

Taman Kencana

Jam Operasional : 24 Jam, setiap hari

Tiket Masuk : Gratis

b13
Taman Kencana dengan wajah baru, lebih modern (Foto : Akbarmuhibar)

Taman yang zaman dahulunya dikenal sebagai Von Imhoff Plein mendapatkan penataan baru dari pemerintah kota Bogor pada tahun 2015, sehingga taman ini sekarang lebih luas. Terletak di depan Kampus Taman Kencana IPB, taman ini menawarkan sensasi seakan-akan di luar negeri, karena taman ini dikelilingi gedung-gedung yang dibangun pemerintah kolonial Belanda. Taman Kencana juga menawarkan wisata kuliner 24 jam nonstop, mulai dari sarapan, makan siang dan makan malam dengan pedagang yang berganti-gantian. Hampir bisa dibilang, taman ini selalu ramai dengan berbagai kegiatan dan puncaknya pada saat malam hari, malam minggu, dan minggu pagi, kecuali ketika hujan, tentunya.

b14
Tanaman yang tersusun rapi di Taman Kencana (Foto : Akbarmuhibar)

Taman Bogor

Jam Operasional : 24 jam, setiap hari

Tiket Masuk : Gratis

1460622207840
Taman Bogor yang berwarna (Foto : Alvyan Dwi Setyawan)

Taman Bogor merupakan salah satu taman kecil yang ada di perempatan Jalan Pajajaran didepan Plaza Pangrango. Sebelumnya tempat ini bukanlah sebuah taman yang bisa diakses, karena hanya ada monumen yang berisikan 10 poin Pembinaan Kesejahteraan Keluarga. Namun pada tahun 2014, lokasi ini disulap menjadi sebuah taman dan bisa diakses dari arah mana saja. Di taman ini juga berdiri huruf-huruf besar yang bertuliskan BOGOR jika dibaca dari depan dan BGR bila dilihat dari samping. Jika berkunjung ke kota Bogor, sepertinya belum sah jika belum berfoto di taman ini. Taman Bogor ini biasanya ramai ketika malam Minggu, saat pemuda-pemudi menghabiskan waktunya bersama. Mau ikutan?

Taman Koleksi

Jam Operasional : 24 jam, setiap hari

Tiket Masuk : Gratis

b19
Duduk santai sambil berteduh di Taman Koleksi (Foto : Akbarmuhibar)

Taman Koleksi berada di dalam Kampus Baranang Siang IPB. Bersebelahan dengan Pusat Perbelanjaan Botani Square, taman ini cocok untuk melepas lelah setelah belanja. Didukung dengan suasananya yang rimbun dipenuhi pepohonan, taman ini memiliki suasana yang teduh dan dingin. Ternyata pada zaman dahulu, taman ini merupakan hutan kecil yang digunakan untuk pembelajaran mahasiswa pertanian dan ditanami berbagai pohon yang berbeda jenisnya. Karena itulah taman ini bernama Taman Koleksi alias koleksi pepohonan. Bila beruntung, setiap bulan Juli hingga Agustus akan ada fenomena yang terjadi sekali setahun, yaitu mekarnya bunga kapas, sehingga taman akan dipenuhi “salju” kapas. Seru, ya!

b20
Ternyata ada kafe di Taman Koleksi (Foto : Akbarmuhibar)

Tugu Kujang

Jam Operasional : 24 jam, setiap hari

Tiket Masuk : Gratis

b21
Landmark kota Bogor, Tugu Kujang (Foto : Akbarmuhibar)

Inilah tugu legendaris yang langsung mengingatkan kita dengan romantisme kota hujan, Tugu Kujang. Terletak di pertigaan antara Jalan Raya Pajajaran dengan Jalan Otista, tugu ini menjadi landmark kota Bogor. Dibangun tahun 1982 dan diresmikan oleh Walikota Bogor Ahmad Sobana, tugu ini memiliki tinggi 17 meter dan dihiasi kujang yang terbuat dari tembaga, kuningan dan stainless steel setinggi 7 meter. Jadi kujangnya bukan dari semen ya, dari besi asli, dan berat, hihihi. Saking beratnya, dibutuhkan bantuan helikopter dari Lanud Atang Sanjaya untuk meletakkannya di puncak tugu. Biasanya tugu ini ramai dikunjungi pada malam hari dan menjadi pusat atraksi Tahun Baru di Bogor.

Nah, demikian ulasan 12 tempat wisata di Bogor yang bisa dijelajahi seharian. Selain murah, wisata di sekitaran jalan lingkar Kebun Raya Bogor juga bikin sehat, lho. Apalagi bisa menjelajahi semuanya dengan berjalan kaki. Jangan lupa sediakan banyak air putih dan perbekalan yang cukup, sehingga energi kita cukup untuk mengunjungi semua lokasi yang ada di daftar ini. Supaya lebih mudah, Wego sudah buatkan petanya. Jangan lupa save dan share ke teman-teman dan keluarga, ya. Selamat berwisata!

12 Tempat Wisata di Bogor Searah Jarum Jam